Kemaren Ransul balik kerumah udah malem, setelah balik dari Wal-Mart sore itu, dia jalan jalan lagi liat liat baju sampe malem, trus lanjut marathon dvd sampe pagi, sampe ketiduran di ruang tv. Dia kemudian kebangun jam 2 siang ketika ponselnya bunyi.
"talk." katanya setengah tidur.
"seriously, you're still sleeping?" tanya suara di sebrang.
"not now." Ransul tengkurep.
"get up, now."
"who the hell are you telling me when to get up?" Ransul menjawab masih dengan suara teler.
"seriously, get up, we have an appointment today." yang disebrang tetep maksa.
"fuck off, Jay, i'm going back to sleep." Ransul baru mau matiin telfon ketika Jared berkata lagi.
"dude, i'm in front of your house." katanya.
"right, good night, Jared." Ransul matiin telfonnya. tapi Jared nelfon lagi. "seriously?"
"can you please at least open the door?" kata Jared.
"you dont know where my house is." jawab Ransul.
"really? well you'd better come to the front door, right now, pumpkin." lalu Jared hang up. Ransul pun bangun dengan terpaksa, lalu berjalan ke pintu depan. Ngintip lewat jendela, lalu sedikit terkejut sambil bukain pintu. "how the hell did you know where i live?" tanya Ransul begitu ngeliat muka Jared.
"i got spies." dia senyum.
"oh, god, you're so annoying." Ransul komentar dengan muka datar. "come in." Ransul membawa si tamu ke dapur, lalu nyuruh dia duduk di counter di dapurnya.
"so what time did you sleep last night?" Jared membuka pembicaraan sambil memandangi seisi rumah Ransul.
"why do you wanna know?" Ransul nanya balik, sambil bikin kopi buat Jared dan bikin toasted bread buat dirinya.
"no i'm just trying to start a convo." jawab Jared.
"well, i overslept at about 4 am, i guess." jawab Ransul sambil naroh kopi di depan Jared dan toasted breadnya di depan dirinya. "i thought you're gonna call me." dia mengigit rotinya yang udah diolesin selai coklat.
"i did call you." jawab Jared.
"well, not like that," katanya dengan mulut penuh, "i thought you're gonna call me to tell me what time do we meet."
"well this is a surprise visit." Jared nyeruput kopinya. "you're eating toasted bread at 2 pm?" dia nunjuk roti yang dipegang Ransul.
"why?"
"nothing," jawab Jared. "be quick, and go shower, we're leaving immediately." Jared memerintah.
"uh, okay." jawab Ransul, pasrah.
Sekitar 30 menit setelah selesai makan, Ransul nyamperin Jared yang udah duduk di ruang TV. They're ready to go.
"so, uh, let's go." Ransul manggil Jared.
"okay." lalu dia bangun dari sofa. Baru mau keluar rumah, Ransul teringat sesuatu.
"oh, wait a sec." dia pergi ke dapur. Jared diem di depan pintu rumah Ransul. Ngga lama dia balik dengan sekaleng Pringles di tangan, "you left this." katanya, ngasih Pringles itu ke Jared.
"i thought you ate it." Jared senyum.
"well i didn't." jawab Ransul. Mereka pun pergi meninggalkan rumah Ransul naik mobilnya Jared.
Mereka berhenti di sebuah Coffee Shop, Jared memesan cheesecake buat bereka berdua, dan dua gelas latte. mereka pun duduk di sofa di dalam coffee shop itu.
"so, tell me about your life." Jared membuka pembicaraan.
"uh, my life?" Ransul nanya balik, lalu nyedot ice latte dari gelasnya.
"yea, i mean, you know mine pretty much, now i wanna know yours."
"okay, um... what do you wanna know?"
"i dont know, why are you still single, maybe?" Jared ngangkat bahu.
"that's none of your business, old man." jawab Ransul ketawa kecil.
"well i'm just asking." kata Jared sambil memasukkan potongan cheesecake ke mulutnya.
"and why are you still single? i mean you have those pretty girls around you and everything." ransul balik nanya.
"uh... let's just say i'm too busy to date anyone." jawab Jared.
"really?" Ransul ngangkat alis.
"well i just haven't find a girl, you know." dia menambahkan.
"see." Ransul mengangguk pelan.
"so how come i've never met you? i mean, you're Ayunda's friend, and i hang out with her a lot."
"i dont know, maybe because i wasn't there every time you're there." Ransul gantian masukin cheesecake ke mulutnya.
Sekitar, hampir 2 jam mereka disana, ngobrol ini itu, akhirnya Jared ngajak pergi.
"i wanna go shopping." kata Jared.
"uh... okay, where do you wanna go?" tanya Ransul.
"i dont know, let's go somewhere we can shop." ajak Jared, lalu dia mulai beranjak dari sofa. Ransul took a last sip of her coffee then followed him to the car.
Sampe di sebuah toko baju, bukannya pergi ke tempat cowo, dia malah pergi ke tempat wanita.
"wait, this is for women, Jay." Ransul menghentikan Jared.
"i know." Jared tetep jalan sambil ngeliat liat baju.
"and?" Ransul ngangkat bahu.
"and..." Jared menghadap ke Ransul yang dari tadi dibelakangnya, "i'm taking you out tonight and you cant wear those jeans and tee." katanya.
"wait, i thought you said this isn't..." belom sempet Ransul nerusin, Jared nyamber duluan.
"relax, we're going to Vicky's birthday party, it's not a date." katanya
"Tomo's wife?" Ransul nanya.
"yep." Jared tetep ngeliat liat dan ngambil beberapa baju yang menurut dia bagus.
"uh, Jay, we could just go to my house and change clothes."
"no time, we're going to my house after this, and you can get dressed." jawab Jared, "now try these." dia ngasih sekitar 5 gaun ke Ransul.
"why do we have to do this?" Ransul bingung.
"sshhh, tik tok, young lady, chop chop." Jared mendorong Ransul masuk ke fitting room, sementara dia nunggu di luarnya. "come out and let me see those dress on you when you're done." dia duduk di kursi yang disediain sama tokonya, disebelahnya ada pramuniaganya. Ngga lama Ransul keluar dengan gaun pertama.
"uuh, Jay, this is too short." kata Ransul.
"well that's hot." komentar Jared. Ransul masuk lagi ke dalem buat ganti baju yg kedua, ketiga, sampe baju terakhir, dia akhirnya cuma milih black dress. Lalu mereka pergi ke kasir buat bayar baju, dan pergi menuju rumah Jared.
And so they're at Vicky's birthday party. Ransul tetep mengikuti Jared karna dia ngga tau orang orang yang dateng.
"uh, do i know everyone here?" tanya Ransul dari samping Jared.
"umm, her." dia nunjuk Ayunda yang lagi duduk disebelah Shannon, cuddling cuddling kecil. Mereka berdua pun segera menghampiri pasangan itu.
"hey guys," sapa Jared.
"Ransul!" Ayunda terlihat surprised ngeliat Ransul dateng bersama Jared.
"hey, girl, you came." Shannon ikutan nyapa Ransul.
"yea, blame your brother for that." jawab Ransul sambil ngeliat ke arah Jared, yang diliatin cuma senyum senyum.
"come on, let's get you a drink." Yuncu narik tangan Ransul menjauh dari kakak beradik itu.
"hey you're coming home with me, okay?" kata Jared sebelum Ransul menjauh.
"okay!" Ransul pun pergi sama Ayunda.
"Sul kemaren gue ketemu Zacky V Suuul." Yuncu cerita setelah mereka ngambil fruit punch buat Ransul.
"Zacky Vagina?" Ransul nanya balik.
"aaa Zacky Vengeance." Ayunda meralat.
"iya iya maksud gue itu." dia nyedot fruit punchnya, "ketemu dimana?"
"music store, gue lagi sendirian, trus dia popped out." Ayunda terlihat antusias.
"trus? clbk gitu?" Ransul menebak.
"kagak laah, kan udah ada Shannon."
"Shannon tau ngga?"
"tau, orang dia liat Zacky. tapi Zacky tambah gembul Suul, cuute." dia nyeruput sedikit booze yang daritadi dipegang.
"hmmm..." Ransul ngga komentar, soalnya tiba tiba Shannon dateng mengejutkan Ayunda dengan memeluk dia dari belakang.
"holy shit!" Yuncu kaget setengah mati. bukan apa apa, barusan dia ngomongin Zacky. "Shannon..." mukanya keki.
"did i interrupt you girls?" tanya Shannon, melingkarkan tangannya di pinggang Yuncuk.
"absolutely not." jawab Ransul.
"so you dont mind if i take this girl with me for a minute, right?" mukanya mulai naughty.
"uh, no, i dont. go ahead." Ransul senyum.
"good," katanya ke Ransul, lalu nengok ke Yuncu. "come on, i got something for you." lalu mereka berdua pergi.
agak bosen juga, udah hampir sejam disitu tapi Ransul bahkan belom ketemu birthday girl-nya. Dia pun beranjak dari meja bar tempat tadi dirinya dan Ayunda duduk untuk mencari Jared.
Setelah sekitar 10 menit celingukan, Ransul nemuin Jared disebuah meja, duduk bersama beberapa wanita, yep, all girls. Ngeliat itu, Ransul yang tadinya mau nyamperin Jared jadi males, those ladies are probably some groupies. Jadi Ransul pergi. jared yang ngeliat Ransul langsung izin meninggalkan wanita wanita cantik itu dan nyamoerin Ransul.
"Ransul." katanya manggil Ransul.
"yea?" Ransul nengok.
"i uh, i'm sorry, i was just talking to some friends." katanya. ngga tau kenapa mukanya agak bersalah.
"oh, totally fine," jawab Ransul. "i mean, it's you, you must have a lot of friends, girls... mostly." mukanya santai.
"um, yeah," mukanya masih agak merasa bersalah. "but they're all just a bunch of friends, really."
"okay, you dont have to tell me that, i know." jawab Ransul.
Di sisi lain...
"look, babe, i know we've been only dating for a few months, but uh... i think i need to make it clear." kata Shannon ke Yuncu. Mereka duduk di sebuah meja di tempat yang agak sepi dimana mereka bisa bicara private.
"make what clear?" tanya Yuncu.
"uh.. um..." dia bingung sendiri. "okay, i want you to take this." Shannon ngeluarin cincin.
"are you proposing me?" Yuncu shocked.
"well, not yet, it's only a promise ring." jawab Shannon.
"well, ummh... Shan, dont you think this is too early?" Yuncu ngeliatin cincinnya.
"i know, but i love you." jawab Shannon.
"no, i cant take this, yet." jawab Ayunda.
"why not?" Shannon mulai sedih.
"i just... cant." jawab Yuncu, "i'm sorry, Shan." dia pergi. Shannon sedih.
Saturday, January 28, 2012
Friday, January 27, 2012
2
suatu hari, Ransul lagi ada di Wal-Mart, beli makanan untuk persediaan sebulan, ketika dia bertemu dengan mas mas yang disebut sebut sebagai fashion nightmare, Jared Joseph Leto. Dandanannya waktu itu pun sepertinya emang menggambarkan kalo itu benar, ini ngapain ke Wal-Mart pake baju macem jubah begini?
"Ransul!" Jared nyapa Ransul, keduanya looked surprised. "what are you doing here?"
"hey, Jared," Ransul nyapa balik. "well, this..." Ransul nunjuk ke troli belanjaannya yang isinya rata rata makanan dan beberapa kebutuhan wanita. "what are you doing here?" dia nanya balik, sambil ngeliatin outfitnya Jared, mencoba menebak itu sebenernya baju model apa. tapi dia ngga komentar, soalnya udah tau kalo Jared dandan suka ngga beres.
"well," katanya sambil megang megang sekaleng Pringles. "just hanging around, you know, bored." dia naroh kaleng tadi di trolinya Ransul. "i'll pay that, dont worry." katanya begitu Ransul ngeliatin dia.
"i thought you're always busy," kata Ransul sambil mendorong troli ke kasir. Disebelahnya Jared mengikuti. "i mean, you always have something to do, right?"
"well, not today." jawab Jared.
"so you're on your day off?"
"kind of, i'm on holiday actually." katanya. Mereka pun sampai di kasir. Antri sebentar, lalu tiba bagian Ransul dan Jared.
"jesus, are you Jared Leto?" tanya mbak mbak kasirnya cengok.
"no, im not." jawab Jared. padahal jelas jelas mukanya keliatan. Ransul cuma diem ngeliatin.
"no you must be Jared Leto." si mbak tetep maksa. "can i ask you for an autograph?" dia nyodorin selembar kertas ke Jared.
"sure." katanya bukan, begitu disuruh tanda tangan dia mau juga. Dia pun menandatangani kertas tersebut, "here you go." katanya ngasih kertasnya ke mbak kasir.
"thanks," kata si mbak kasir lalu menyimpan kertas itu di saku celananya, "is she your girlfriend?" dia nunjuk Ransul yang dari tadi bengong.
"well i'm not gonna answer that." Jared senyum. si mbak itu juga ngga maksa, kemudian dia menghitung seluruh belanjaan Ransul.
"that'd be $140." kata si mbak. Ransul baru mau ngeluarin dompet ketika Jared ngeluarin dompetnya dan ngasih uang ke si mbak kasir.
"dont worry, i'll pay." katanya ke Ransul. Lalu membawa belanjaan Ransul dan jalan keluar Wal-Mart, Ransul cuma ngikutin di belakang.
"uh... i thought you're only paying for the Pringles." kata Ransul ketika mereka berjalan menuju parkiran tempat mobil Ransul di parkir.
"i was, but, i changed my mind." jawab Jared. "Which one is your car?"
"that one." Ransul nunjuk ke sebuah Chevrolet hitam. Lalu mereka berdua jalan menuju mobil yang ditunjuk.
Sesampainya di mobil, Jared bantuin Ransul naro belanjaan di kursi belakang. "well, is there anything else i can do for you, miss?" tanyanya sambil sedikit membungkikkan badan.
"umm i didnt ask for any help," jawab Ransul, "but thank you, Jared." Ransul senyum.
"you know you can call me Jay," kata Jared. "and you're welcome." dia balas senyum.
"okay, Jay," kata Ransul. "and remind me to give your money back."
"no need," dia nutup pintu belakang mobil Ransul. "just do me one favor."
"anything." jawab Ransul.
"dinner, with me, tomorrow." katanya. Baru juga berapa hari, udah mau dinner aja dia.
"huh?"
"you heard me."
"um... you really asking me to have a dinner with you?" Ransul mengulang pertanyaan Jared.
"what? you dont wanna have a dinner with me?"
"well actually... uh..." Ransul diem.
"or maybe this is too early, huh?"
"i... guess..." jawab Ransul.
"okay, then let's have some coffee tomorrow, how's that sound?" tanya Jared, "this is not a date, if that's what you wanna hear." dia nambahin.
"uh... well, okay." jawab Ransul.
"great, i'll call you tomorrow, okay?"
"you dont have my number." jawab Ransul.
"you think so?" Jared senyum, mukanya naughtier.
"ugh... okay, call me." Ransul rolls her eyes.
"kidding, i dont have your number." Jared ketawa.
"uuugh, Jaaaay..." Ransul keki, dia memberikan nomernya ke Jared lalu mereka berpisah.
lagi jalan jalan sendirian di sebuah toko musik sambil nunggu dijemput Shannon, Ayunda, ketemu mantan kekasihnya dulu, Zacky Vagina, no, i mean Zacky Vengeance, ketika dia lagi nyari nyari CD.
"uh, Zacky V?" Yuncu yang sadar duluan kalo itu beneran Zacky, menyapa.
"Ayunda?" Zacky looked surprised. "sweet baby jesus, is this really you?"
"no, i'm actually an alien," muka Yuncu datar.
"haha, you're still pretty much the same." komentar Zacky.
"yea, some people dont change, Zacky," jawab Ayunda. "you look fatter, by the way, does Gena give you too much food?"
"no, i actually broke up with her." jawab Zacky, mukanya kalem.
"you did?" sekarang gantian Ayunda yang surprised.
"yea, recently." dia senyum kecil. Yuncu selalu suka senyumnya Zacky, katanya menenangkan hati.
"well, i, uh... i'm sorry to hear that." kata Yuncu.
"it's okay." jawab Zacky. "so how have you been? are you seeing anyone?" he said as they walked through the music store.
"well, i'm dating Shannon Leto, now." jawab Yuncu sambil melihat lihat beberapa CD.
"oh, that's, that's great," kata Zacky, yang entah kenapa mukanya agak kecewa, "good for you."
"yeah, it's been a few months, everything is going great." Ayunda senyum, senang dengan hubungannya dengan Shannon. "and how have you been? how's the band and everything?" dia nanya balik.
"well, like i said, i'm single," jawab Zacky, "aaand my band is just fine, we're still planning on some new record and stuff."
Sebenernya Yuncu masih mau hang out sama Zacky, tapi Shannon udah dateng jemput dia.
"well, ths's my man right there, gotta go." katanya sambil nunjuk ke arah Shannon yang ngeliatin dia dari luar toko musik itu. Toko itu berdinding kaca yang tembus pandang, jadi yang diluar bisa ngeliat ke dalem.
"okay." jawab Zacky singkat.
"so, uh, catch you later?" tanya Yuncu.
"yea, definitely." Zacky tersenyum kecil.
"okay, bye, Z." lalu Yuncu pergi keluar toko musik itu dan pergi bersama Shannon, sementara Zacky ngeliatin mereka dari jauh, lalu buang muka, kembali ngeliatin CD.
Di mobil...
"was that Zacky Vengeance, that guy you were talking to at the music store?" tanya Shannon yang lagi nyetir.
"uh huh." Yuncu ngangguk. "it's been a while since i saw that guy, he's getting fatter."
"hmm..." Shannon ngangguk, "so what did you guys talk about? did he ask you who are you dating now?"
"well, he did, actually, and he also told me he's single now." jawab Yuncu, ngga sadar kalo mas Shannon ini agak jealous.
"why did he even tell you he's single?" tanya Shannon lagi.
"uh, i dont know," jawab Yuncu.
"lemme guess, you guys talked about the past relationship."
"no," jawab Yuncu, baru sadar kalo lakinya jealous. "wait, are you jealous?" tanya Yuncu.
"no," Shannon menaikkan kacamata hitamnya yang sedikit turun.
"oh come on, Shan, you are jealous." Yuncu maksa.
"i'm not." Shannon keki.
"yea you are." Yuncu senyum senyum naughty.
"ugh..."
"come ooon, i have no interest in getting back together with Zacky, okay?"
"right." Shannon menjawab seadanya.
"no, seriously, babe, i dont." Yuncu mengulangi kata katanya, tapi sekarang mukanya lebih serius.
Shannon menghela napas, "okaay." dia tersenyum kecil.
"you know you're cute when you're jealous." Ayunda kissed him on the lips.
"yea well, people said when guys get jealous, it looks cute." jawab Shannon.
"yea, and it's a world war when girls start get jealous." Yuncu smirking.
"Ransul!" Jared nyapa Ransul, keduanya looked surprised. "what are you doing here?"
"hey, Jared," Ransul nyapa balik. "well, this..." Ransul nunjuk ke troli belanjaannya yang isinya rata rata makanan dan beberapa kebutuhan wanita. "what are you doing here?" dia nanya balik, sambil ngeliatin outfitnya Jared, mencoba menebak itu sebenernya baju model apa. tapi dia ngga komentar, soalnya udah tau kalo Jared dandan suka ngga beres.
"well," katanya sambil megang megang sekaleng Pringles. "just hanging around, you know, bored." dia naroh kaleng tadi di trolinya Ransul. "i'll pay that, dont worry." katanya begitu Ransul ngeliatin dia.
"i thought you're always busy," kata Ransul sambil mendorong troli ke kasir. Disebelahnya Jared mengikuti. "i mean, you always have something to do, right?"
"well, not today." jawab Jared.
"so you're on your day off?"
"kind of, i'm on holiday actually." katanya. Mereka pun sampai di kasir. Antri sebentar, lalu tiba bagian Ransul dan Jared.
"jesus, are you Jared Leto?" tanya mbak mbak kasirnya cengok.
"no, im not." jawab Jared. padahal jelas jelas mukanya keliatan. Ransul cuma diem ngeliatin.
"no you must be Jared Leto." si mbak tetep maksa. "can i ask you for an autograph?" dia nyodorin selembar kertas ke Jared.
"sure." katanya bukan, begitu disuruh tanda tangan dia mau juga. Dia pun menandatangani kertas tersebut, "here you go." katanya ngasih kertasnya ke mbak kasir.
"thanks," kata si mbak kasir lalu menyimpan kertas itu di saku celananya, "is she your girlfriend?" dia nunjuk Ransul yang dari tadi bengong.
"well i'm not gonna answer that." Jared senyum. si mbak itu juga ngga maksa, kemudian dia menghitung seluruh belanjaan Ransul.
"that'd be $140." kata si mbak. Ransul baru mau ngeluarin dompet ketika Jared ngeluarin dompetnya dan ngasih uang ke si mbak kasir.
"dont worry, i'll pay." katanya ke Ransul. Lalu membawa belanjaan Ransul dan jalan keluar Wal-Mart, Ransul cuma ngikutin di belakang.
"uh... i thought you're only paying for the Pringles." kata Ransul ketika mereka berjalan menuju parkiran tempat mobil Ransul di parkir.
"i was, but, i changed my mind." jawab Jared. "Which one is your car?"
"that one." Ransul nunjuk ke sebuah Chevrolet hitam. Lalu mereka berdua jalan menuju mobil yang ditunjuk.
Sesampainya di mobil, Jared bantuin Ransul naro belanjaan di kursi belakang. "well, is there anything else i can do for you, miss?" tanyanya sambil sedikit membungkikkan badan.
"umm i didnt ask for any help," jawab Ransul, "but thank you, Jared." Ransul senyum.
"you know you can call me Jay," kata Jared. "and you're welcome." dia balas senyum.
"okay, Jay," kata Ransul. "and remind me to give your money back."
"no need," dia nutup pintu belakang mobil Ransul. "just do me one favor."
"anything." jawab Ransul.
"dinner, with me, tomorrow." katanya. Baru juga berapa hari, udah mau dinner aja dia.
"huh?"
"you heard me."
"um... you really asking me to have a dinner with you?" Ransul mengulang pertanyaan Jared.
"what? you dont wanna have a dinner with me?"
"well actually... uh..." Ransul diem.
"or maybe this is too early, huh?"
"i... guess..." jawab Ransul.
"okay, then let's have some coffee tomorrow, how's that sound?" tanya Jared, "this is not a date, if that's what you wanna hear." dia nambahin.
"uh... well, okay." jawab Ransul.
"great, i'll call you tomorrow, okay?"
"you dont have my number." jawab Ransul.
"you think so?" Jared senyum, mukanya naughtier.
"ugh... okay, call me." Ransul rolls her eyes.
"kidding, i dont have your number." Jared ketawa.
"uuugh, Jaaaay..." Ransul keki, dia memberikan nomernya ke Jared lalu mereka berpisah.
lagi jalan jalan sendirian di sebuah toko musik sambil nunggu dijemput Shannon, Ayunda, ketemu mantan kekasihnya dulu, Zacky Vagina, no, i mean Zacky Vengeance, ketika dia lagi nyari nyari CD.
"uh, Zacky V?" Yuncu yang sadar duluan kalo itu beneran Zacky, menyapa.
"Ayunda?" Zacky looked surprised. "sweet baby jesus, is this really you?"
"no, i'm actually an alien," muka Yuncu datar.
"haha, you're still pretty much the same." komentar Zacky.
"yea, some people dont change, Zacky," jawab Ayunda. "you look fatter, by the way, does Gena give you too much food?"
"no, i actually broke up with her." jawab Zacky, mukanya kalem.
"you did?" sekarang gantian Ayunda yang surprised.
"yea, recently." dia senyum kecil. Yuncu selalu suka senyumnya Zacky, katanya menenangkan hati.
"well, i, uh... i'm sorry to hear that." kata Yuncu.
"it's okay." jawab Zacky. "so how have you been? are you seeing anyone?" he said as they walked through the music store.
"well, i'm dating Shannon Leto, now." jawab Yuncu sambil melihat lihat beberapa CD.
"oh, that's, that's great," kata Zacky, yang entah kenapa mukanya agak kecewa, "good for you."
"yeah, it's been a few months, everything is going great." Ayunda senyum, senang dengan hubungannya dengan Shannon. "and how have you been? how's the band and everything?" dia nanya balik.
"well, like i said, i'm single," jawab Zacky, "aaand my band is just fine, we're still planning on some new record and stuff."
Sebenernya Yuncu masih mau hang out sama Zacky, tapi Shannon udah dateng jemput dia.
"well, ths's my man right there, gotta go." katanya sambil nunjuk ke arah Shannon yang ngeliatin dia dari luar toko musik itu. Toko itu berdinding kaca yang tembus pandang, jadi yang diluar bisa ngeliat ke dalem.
"okay." jawab Zacky singkat.
"so, uh, catch you later?" tanya Yuncu.
"yea, definitely." Zacky tersenyum kecil.
"okay, bye, Z." lalu Yuncu pergi keluar toko musik itu dan pergi bersama Shannon, sementara Zacky ngeliatin mereka dari jauh, lalu buang muka, kembali ngeliatin CD.
Di mobil...
"was that Zacky Vengeance, that guy you were talking to at the music store?" tanya Shannon yang lagi nyetir.
"uh huh." Yuncu ngangguk. "it's been a while since i saw that guy, he's getting fatter."
"hmm..." Shannon ngangguk, "so what did you guys talk about? did he ask you who are you dating now?"
"well, he did, actually, and he also told me he's single now." jawab Yuncu, ngga sadar kalo mas Shannon ini agak jealous.
"why did he even tell you he's single?" tanya Shannon lagi.
"uh, i dont know," jawab Yuncu.
"lemme guess, you guys talked about the past relationship."
"no," jawab Yuncu, baru sadar kalo lakinya jealous. "wait, are you jealous?" tanya Yuncu.
"no," Shannon menaikkan kacamata hitamnya yang sedikit turun.
"oh come on, Shan, you are jealous." Yuncu maksa.
"i'm not." Shannon keki.
"yea you are." Yuncu senyum senyum naughty.
"ugh..."
"come ooon, i have no interest in getting back together with Zacky, okay?"
"right." Shannon menjawab seadanya.
"no, seriously, babe, i dont." Yuncu mengulangi kata katanya, tapi sekarang mukanya lebih serius.
Shannon menghela napas, "okaay." dia tersenyum kecil.
"you know you're cute when you're jealous." Ayunda kissed him on the lips.
"yea well, people said when guys get jealous, it looks cute." jawab Shannon.
"yea, and it's a world war when girls start get jealous." Yuncu smirking.
Wednesday, January 25, 2012
1
Ransulminii dan Ayunda adalah sepasang teman, rumah mereka pun berdekatan di Los Angeles. Ayunda punya kekasih, namanya Shannon Leto, tinggal ngga terlalu jauh juga dari kompleks tempat mereka berdua. Iya, Shannon adalah drummer-nya 30 Seconds To Mars. so here's the story start...
Ransul sedang nongkrong dirumah Ayunda siang itu ketika Shannon bilang kalo dia dan bandnya akan datang kerumah Ayunda untuk hang out. Mereka memang biasa hang out disana dari sebelum Yunda dan Shannon jadian, tapi Ransul sama sekali belom pernah hang out bareng sama band itu, paling sesekali ketemu Shannon.
"Sul, Shannon sama bandnya mau kesini." kata yunda begitu selesai bicara sama Shannon di telfon.
"oh, yaudah gue balik aja ngga papa." Ransul baru mau beranjak dari tempat tidurnya Yuncuk (panggilan Ayunda) ketika Yuncu bilang ngga usah pulang. "ah gue kan ngga kenal Cu sama orang orangnya, ntar cengok." jawab Ransul ketika Yuncu ngajak dia hang out bareng sama 30 Seconds To Mars.
"yailah santai kan ada gue, nanti dikenalin," jawab Yuncu sambil mematikan komputer yang dari tadi dimaininnya, "lagian kan lo kenal sama Shannon." katanya lagi.
"ah, iya sih..." Ransul diem, masih tetep bimbang.
"udah ngga papa." kata Yuncu, akhirnya Ransul memutuskan untuk stay dirumah Ayunda dan hang out bareng Mars. "gue mandi dulu yak, biar gorjes ahak." lanjut Ayunda setelah mematikan komputernya.
"et yaudah." Ransul kembali membaca majalah yang dari tadi ada di depannya.
Sekitar satu jam kemudian, bel rumah Yuncu bunyi, Yuncu pergi bukain pintu, ninggalin Ransul yang udah pidah ke ruang tv. Ternyata yang dateng Shannon, Tomo, dan Jared.
"hey guys." sapa Yuncu. seperti biasa dia memberikan hugs buat Tomo dan Jared dan a kiss on the lips buat Shannon. "come on in." katanya nyuruh mereka masuk. Mereka pun langsung menuju ke ruang tv, tempat mereka biasa hang out kalo dirumah Yuncu.
"oh hey, Ransul" Shannon nyapa Ransul yang lagi tiduran di sofa. "Ransul langsung duduk begitu ngeliat mereka semua.
"hey... Shan." Ransul menyapa balik, sambil senyum.
"uh, guys this is Ransul," Yuncu memperkenalkan Ransul secara resmi ke Jared dan Tomo, "Sul this is Jared and Tomo." katanya ke Ransul.
"uh, yea i've heard of you guys," Ransul senyum. ini pertama kalinya Ransul ketemu Jared dan Tomo. well, dia udah tau siapa mereka, apalagi ransul adalah fans-nya 30 Seconds To Mars, tapi emang belom pernah ketemu secara langsung, jadi dia agak starstruck juga.
"and you must be a fan." tebak Jared.
"how do you know?" Ransul nanya.
"duh, everybody loves us, we're awesome." jawab Jared bangga.
"snob." jawab Ransul, smirking.
"oh you havent seen anything from my brother, trust me." Shannon menimpali. Karna Ransul adalah fans, jadi dia tau Jared emang terkenal agak cocky, jadi dia cuma senyum kecil. Sementara Jared tersenyum dengan muka sok gantengnya itu (emang ganteng sih).
Mereka duduk di ruang tv Ayunda sambil ngemilin potato chips dan soda. ngobrolinnya macem macem, dari gig-nya 30 Seconds to Mars sampe Ayunda dan Shannon yang beberapa menit kemudian sudah smooching smooching di sofa.
"so, Ransul," Jared duduk di sebelah Ransul, "are you seeing someone?" tanya dia lagi, mukanya sok asik.
"huh?" ransul yang tadinya lagi nonton tv nengok ke Jared, "excuse me?" katanya.
"i said are you seeing someone?" ulang Jared.
"Jared, this is the firs time we meet and you're asking me, am i seeing someone?" Ransul nanya balik.
"what? is that inappropriate?" Jared nanya, sambil ngelirik ke Tomo yang ngeliatin mereka berdua.
"uh... no, it's just..." belom selesai Ransul ngomong, Jared nyamber duluan.
"well then you can answer that." katanya
"ugh..." Ransul rolls her eyes, "no, not recently, why?" jawabnya.
"nothing, i'm just trying to have a conversation with you." jawab Jared.
"uh... well now you have." jawab Ransul sambil nenggak sodanya, lalu kembali nonton tv.
"yeah," jawab Jared. "hey you said you're a fan of my band, right?" dia nanya lagi.
"mm hm.." jawab Ransul tanpa melihat ke arah yang bertanya.
"so how come you never meet us personally? i mean, your friend is dating the drummer."
"i dont know." jawab Ransul singkat.
"you never asked her to hook you up with us?" Jared nanya lagi.
"no, i guess not." matanya ngga lepas dari tv.
"you dont really talk much, do you?" jared tetep nanya.
"uh, i'm sorry," Ransul nengok ke Jared, "but this is 90210 on tv and i cant miss this shit, so shut up, okay?" katanya dengan agak kesal.
"okaaay..." Jared pun diam, ikut menyaksikan TV series yang lagi ditonton Ransul. Tomo yang lagi sibuk sama Macbook-nya cuma ketawa kecil. Sementara Shannon dan Ayunda sudah tidak tampak di ruang TV, and you know where to find them.
nonton sebentar, Jared bertanya lagi "so what song you like the most from my band?"
"jared, please..." kata Ransul kesel.
"okay, okay, i'll be quiet." dia diem lagi, dan ngga ngomong ngomong lagi sampe acara 90210-nya selesai.
Berhubung sinetron kesayangannya sudah habis, jadi Ransul memutuskan untuk pulang, karna udah malem juga sih sebenernya.
"where are you going?" tanya Jared ketika ngeliat Ransul memakai jaketnya yang ditaro dia di senderan sofa.
"home." jawab Ransul singkat.
"really? but we're still here." Tomo nyamber.
"yea, and i still haven't talk much with you." tambah Jared.
"i'm sorry guys, i'm just tired," jawab Ransul, "and it's already late, so, i should probably go home right now."
"do you need a ride?" Tomo nanya lagi.
"yea, we can give you a ride." tambah Jared lagi.
"no, my house is on the next block, i'll walk." jawab Ransul.
"you sure?" Tomo memastikan.
"yeah," jawab Ransul yakin. "bye guys." Ransul pun berjalan keluar rumah Ayunda lalu pulang.
Ransul sedang nongkrong dirumah Ayunda siang itu ketika Shannon bilang kalo dia dan bandnya akan datang kerumah Ayunda untuk hang out. Mereka memang biasa hang out disana dari sebelum Yunda dan Shannon jadian, tapi Ransul sama sekali belom pernah hang out bareng sama band itu, paling sesekali ketemu Shannon.
"Sul, Shannon sama bandnya mau kesini." kata yunda begitu selesai bicara sama Shannon di telfon.
"oh, yaudah gue balik aja ngga papa." Ransul baru mau beranjak dari tempat tidurnya Yuncuk (panggilan Ayunda) ketika Yuncu bilang ngga usah pulang. "ah gue kan ngga kenal Cu sama orang orangnya, ntar cengok." jawab Ransul ketika Yuncu ngajak dia hang out bareng sama 30 Seconds To Mars.
"yailah santai kan ada gue, nanti dikenalin," jawab Yuncu sambil mematikan komputer yang dari tadi dimaininnya, "lagian kan lo kenal sama Shannon." katanya lagi.
"ah, iya sih..." Ransul diem, masih tetep bimbang.
"udah ngga papa." kata Yuncu, akhirnya Ransul memutuskan untuk stay dirumah Ayunda dan hang out bareng Mars. "gue mandi dulu yak, biar gorjes ahak." lanjut Ayunda setelah mematikan komputernya.
"et yaudah." Ransul kembali membaca majalah yang dari tadi ada di depannya.
Sekitar satu jam kemudian, bel rumah Yuncu bunyi, Yuncu pergi bukain pintu, ninggalin Ransul yang udah pidah ke ruang tv. Ternyata yang dateng Shannon, Tomo, dan Jared.
"hey guys." sapa Yuncu. seperti biasa dia memberikan hugs buat Tomo dan Jared dan a kiss on the lips buat Shannon. "come on in." katanya nyuruh mereka masuk. Mereka pun langsung menuju ke ruang tv, tempat mereka biasa hang out kalo dirumah Yuncu.
"oh hey, Ransul" Shannon nyapa Ransul yang lagi tiduran di sofa. "Ransul langsung duduk begitu ngeliat mereka semua.
"hey... Shan." Ransul menyapa balik, sambil senyum.
"uh, guys this is Ransul," Yuncu memperkenalkan Ransul secara resmi ke Jared dan Tomo, "Sul this is Jared and Tomo." katanya ke Ransul.
"uh, yea i've heard of you guys," Ransul senyum. ini pertama kalinya Ransul ketemu Jared dan Tomo. well, dia udah tau siapa mereka, apalagi ransul adalah fans-nya 30 Seconds To Mars, tapi emang belom pernah ketemu secara langsung, jadi dia agak starstruck juga.
"and you must be a fan." tebak Jared.
"how do you know?" Ransul nanya.
"duh, everybody loves us, we're awesome." jawab Jared bangga.
"snob." jawab Ransul, smirking.
"oh you havent seen anything from my brother, trust me." Shannon menimpali. Karna Ransul adalah fans, jadi dia tau Jared emang terkenal agak cocky, jadi dia cuma senyum kecil. Sementara Jared tersenyum dengan muka sok gantengnya itu (emang ganteng sih).
Mereka duduk di ruang tv Ayunda sambil ngemilin potato chips dan soda. ngobrolinnya macem macem, dari gig-nya 30 Seconds to Mars sampe Ayunda dan Shannon yang beberapa menit kemudian sudah smooching smooching di sofa.
"so, Ransul," Jared duduk di sebelah Ransul, "are you seeing someone?" tanya dia lagi, mukanya sok asik.
"huh?" ransul yang tadinya lagi nonton tv nengok ke Jared, "excuse me?" katanya.
"i said are you seeing someone?" ulang Jared.
"Jared, this is the firs time we meet and you're asking me, am i seeing someone?" Ransul nanya balik.
"what? is that inappropriate?" Jared nanya, sambil ngelirik ke Tomo yang ngeliatin mereka berdua.
"uh... no, it's just..." belom selesai Ransul ngomong, Jared nyamber duluan.
"well then you can answer that." katanya
"ugh..." Ransul rolls her eyes, "no, not recently, why?" jawabnya.
"nothing, i'm just trying to have a conversation with you." jawab Jared.
"uh... well now you have." jawab Ransul sambil nenggak sodanya, lalu kembali nonton tv.
"yeah," jawab Jared. "hey you said you're a fan of my band, right?" dia nanya lagi.
"mm hm.." jawab Ransul tanpa melihat ke arah yang bertanya.
"so how come you never meet us personally? i mean, your friend is dating the drummer."
"i dont know." jawab Ransul singkat.
"you never asked her to hook you up with us?" Jared nanya lagi.
"no, i guess not." matanya ngga lepas dari tv.
"you dont really talk much, do you?" jared tetep nanya.
"uh, i'm sorry," Ransul nengok ke Jared, "but this is 90210 on tv and i cant miss this shit, so shut up, okay?" katanya dengan agak kesal.
"okaaay..." Jared pun diam, ikut menyaksikan TV series yang lagi ditonton Ransul. Tomo yang lagi sibuk sama Macbook-nya cuma ketawa kecil. Sementara Shannon dan Ayunda sudah tidak tampak di ruang TV, and you know where to find them.
nonton sebentar, Jared bertanya lagi "so what song you like the most from my band?"
"jared, please..." kata Ransul kesel.
"okay, okay, i'll be quiet." dia diem lagi, dan ngga ngomong ngomong lagi sampe acara 90210-nya selesai.
Berhubung sinetron kesayangannya sudah habis, jadi Ransul memutuskan untuk pulang, karna udah malem juga sih sebenernya.
"where are you going?" tanya Jared ketika ngeliat Ransul memakai jaketnya yang ditaro dia di senderan sofa.
"home." jawab Ransul singkat.
"really? but we're still here." Tomo nyamber.
"yea, and i still haven't talk much with you." tambah Jared.
"i'm sorry guys, i'm just tired," jawab Ransul, "and it's already late, so, i should probably go home right now."
"do you need a ride?" Tomo nanya lagi.
"yea, we can give you a ride." tambah Jared lagi.
"no, my house is on the next block, i'll walk." jawab Ransul.
"you sure?" Tomo memastikan.
"yeah," jawab Ransul yakin. "bye guys." Ransul pun berjalan keluar rumah Ayunda lalu pulang.
Sunday, July 17, 2011
Wild Ride (part 7)
Mereka harusnya udah nyampe Vegas hari itu, tapi musti berenti dulu karna JC kebelet boker. yaudah jadi mereka berhenti di sebuah Rest Stop, nungguin JC eek, sekalian siapa tau Jason Berry udah deket jadi bisa catch up.
Brian lagi menghisap Marlboronya ketika hp-nya bunyi. Ternyata telfon dari JB.
"yo, where you at, man?" sapa Brian.
"almost there," jawab JB. "you guys don't leave without me, okay?"
"you got it." then he hang up. Ngga lama Matt bilang ke semuanya kalo Ben Kowalewicz akan menemui mereka di Vegas untuk ngasih hadiah kecil buat Zacky V dan Yuncuk yang baru bertunangan.
"really? Ben is joining us?" tanya Dea antusias.
"someone's excited." Ransul ngelirik ke Dea.
"sssst, zip it." Dea senyum keki. Ransul cuma ketawa.
"dont tell me you're having a crush on Ben." kata Brian ke Dea.
"what? no!" Jawab Dea buru buru, keki.
"you sure?" Brian nyolek Dea.
"yesssss, Brian." jawab Dea. Lagi lagi Ransul cuma ketawa.
"hey guys..." sapa JC yang baru kelar eek.
"JC my maaaaan, whaddup, you want me to wipe your ass?" tanya Brian sambil nyengir.
"ha ha. thank you, ass hole." jawab Johnny, mukanya nyolot. "where the hell is JB anyway?"
"i dont know..." Baru aja Brian ngomong gitu, Jason Berry muncul dengan mobilnya.
"whassup, bitches?!" sapa Jason Berry sambil ngeluarin kepala lewat jendela. Dia pun berhenti trus turun dari mobil. "dude, we're only like 30 minutes away from Vegas, why stop?" tanya Jason begitu dia turun.
"this young gnome cant hold the shit, so..." Brian nengok ke JC, yang lagi diomongin cuma angkat bahu.
"okay, so let's get going, then." kata Matt.
"yea." jawab Johnny. "hey, Dea." dia manggil Dea.
"yea?" jawab Dea.
"why dont you come with JB? i mean, you wouldn't see a horny couples in his car, right?" usul JC.
"Z and Ayunda?" JB menebak.
"yea." jawab Dea.
"those two kids are really on fire." komentar Jason.
"no kidding, man." Dea rolls eyes.
"okay, then. you can come with me." kata JB ke Dea.
"you sure?"
"yea, sure. come on."
"okay." mereka berdua pun jalan ke mobilnya Jason Berry. Dan mereka pergi menuju Vegas.
"soooo... how's your trip with those two horny kids?" tanya Jason Berry di mobil, mencoba mencari bahan pembicaraan karna dia tau si Dea ngga bakal mulai ngomong duluan.
"uh..." Dea rolls her eyes, "not really fun."
"does Ayunda put her hand on Z's tights?" Jason nengok ke Dea.
"yea..." Dea mengangguk kecil. "that's not interesting at all, because i know 'em, you know..."
"yea right." Jason ketawa kecil. "you should've been in my car, you know."
"well maybe i would be, if you didn't go for too long finding those pack of condoms." katanya, sambil tersenyum iseng.
"oooo... sorry." jawab Jason, lalu diem sebentar. "did you wait for me? back in Ransul's house?"
"umm... not really..." jawab Dea, agak ragu. Sebenernya dia emang berharap bisa ada di mobilnya JB, he's a funny guy and she likes that.
TO BE CONTINUED...
Brian lagi menghisap Marlboronya ketika hp-nya bunyi. Ternyata telfon dari JB.
"yo, where you at, man?" sapa Brian.
"almost there," jawab JB. "you guys don't leave without me, okay?"
"you got it." then he hang up. Ngga lama Matt bilang ke semuanya kalo Ben Kowalewicz akan menemui mereka di Vegas untuk ngasih hadiah kecil buat Zacky V dan Yuncuk yang baru bertunangan.
"really? Ben is joining us?" tanya Dea antusias.
"someone's excited." Ransul ngelirik ke Dea.
"sssst, zip it." Dea senyum keki. Ransul cuma ketawa.
"dont tell me you're having a crush on Ben." kata Brian ke Dea.
"what? no!" Jawab Dea buru buru, keki.
"you sure?" Brian nyolek Dea.
"yesssss, Brian." jawab Dea. Lagi lagi Ransul cuma ketawa.
"hey guys..." sapa JC yang baru kelar eek.
"JC my maaaaan, whaddup, you want me to wipe your ass?" tanya Brian sambil nyengir.
"ha ha. thank you, ass hole." jawab Johnny, mukanya nyolot. "where the hell is JB anyway?"
"i dont know..." Baru aja Brian ngomong gitu, Jason Berry muncul dengan mobilnya.
"whassup, bitches?!" sapa Jason Berry sambil ngeluarin kepala lewat jendela. Dia pun berhenti trus turun dari mobil. "dude, we're only like 30 minutes away from Vegas, why stop?" tanya Jason begitu dia turun.
"this young gnome cant hold the shit, so..." Brian nengok ke JC, yang lagi diomongin cuma angkat bahu.
"okay, so let's get going, then." kata Matt.
"yea." jawab Johnny. "hey, Dea." dia manggil Dea.
"yea?" jawab Dea.
"why dont you come with JB? i mean, you wouldn't see a horny couples in his car, right?" usul JC.
"Z and Ayunda?" JB menebak.
"yea." jawab Dea.
"those two kids are really on fire." komentar Jason.
"no kidding, man." Dea rolls eyes.
"okay, then. you can come with me." kata JB ke Dea.
"you sure?"
"yea, sure. come on."
"okay." mereka berdua pun jalan ke mobilnya Jason Berry. Dan mereka pergi menuju Vegas.
"soooo... how's your trip with those two horny kids?" tanya Jason Berry di mobil, mencoba mencari bahan pembicaraan karna dia tau si Dea ngga bakal mulai ngomong duluan.
"uh..." Dea rolls her eyes, "not really fun."
"does Ayunda put her hand on Z's tights?" Jason nengok ke Dea.
"yea..." Dea mengangguk kecil. "that's not interesting at all, because i know 'em, you know..."
"yea right." Jason ketawa kecil. "you should've been in my car, you know."
"well maybe i would be, if you didn't go for too long finding those pack of condoms." katanya, sambil tersenyum iseng.
"oooo... sorry." jawab Jason, lalu diem sebentar. "did you wait for me? back in Ransul's house?"
"umm... not really..." jawab Dea, agak ragu. Sebenernya dia emang berharap bisa ada di mobilnya JB, he's a funny guy and she likes that.
TO BE CONTINUED...
Saturday, July 2, 2011
Wild Ride (part 6)
sebelumnya, mau ralat scene terakhirnya Ayunda dan ZV, mereka kan udah tinggal serumah sebelum tunangan, jadi harusnya saya ngga bikin scene itu. anyway, ini lanjutannya...
Hari yang dinanti nanti akhirnya tiba, pagi itu, Matt lagi nyiapin Harley-nya di garasi, sedangkan Ransul nyiapin sarapan buat mereka dan the guys karna mereka janjian ngumpul dirumah Ransul pagi itu. Dea sama Ayunda dibantu Michelle dan Johnny menyiapkan barang barang yang mau dimasukkin ke mobilnya Zacky V.
"uuuuu Vegas, im excited." komentar Ayunda sambil menata beberapa box di mobilnya ZV.
"you guys have condoms?" tiba tiba Jason dateng.
"Brian and i dont use condom." jawab Michelle.
"oh well, Ayunda?" Jason nengok ke Yuncu.
"well since i dont mind if Z got me pregnant, so... no." jawab Yunda.
"Dea?"
"i dont have a boyfriend, so i dont have any." jawab Dea.
"well you should, cause we're going to Vegas, baby..." sahut Ayunda nengok ke Dea.
"why would i need that?" tanya Dea datar.
"well..." Jason mulai bicara, "you never know what's gonna happen in Vegas." he sighs. "i'm gonna go get some, you wanna come?" dia nanya Dea.
"ewh, no, thank you." jawab Dea.
"okay..." Jason lalu pergi ninggaling mereka. Johnny yang dari tadi mendengar mereka ngobrol cuma ketawa kecil sambil geleng geleng kepala.
"you guys are idiots." komentarnya. Ngga lama kemudian Ransul muncul dari dalem rumah, bawa beberapa buah toasted bread dan beberapa cangkir kopi dan susu buat sarapan pagi itu, dibantu sama Lacey.
"breakfast, everyone." Ransul nyapa Johnny dkk lalu naro nampan berisi roti di jok belakang mobilnya ZV yang pintunya terbuka dari tadi. Mereka sedang ada di halaman.
"aaaah toasted bread, yummm..." Johnny nyamperin Ransul.
"aaand here's some coffee and milk." Lacey menaruh nampan disebelah nampan yang tadi ditaroh sama Ransul.
"thanks, guys." kata Dea, lalu ngambil rotinya dan mulai makan, "oh this is delicious." komentarnya.
"of course it is, i made it." jawab Ransul.
"snobs." Michelle nyenggol Ransul pelan. Mereka ketawa kecil.
"so, is everything ready?" Ransul nanya sambil ngeliat ke bagian belakang tempat barang barang ditaroh.
"pretty much, we're almost ready." jawab Michelle.
"Vegas, baby!" Yuncu teriak dengan semangat diikuti suara JC yang ngga kalah heboh.
"where are the others? tell 'em to get some breakfast." Ransul nanya lagi.
"the rest of the boys are with the Harley, and Jason is buying some condoms." jawab JC.
"oh... okaay..." jawab ransul kemudian nyeruput kopinya. "JC can you tell the boys to come here and get some breakfast?" Ransul ngomong ke JC.
"got it." dia pun pergi ke garasi manggil Zacky, Brian, dan Matt. Ngga lama kemudian, dia balik bareng teman-temannya.
"ooooh toasted bread..." Matt ngambil sebiji. "i just love your toasted bread." katanya dengan mulut penuh roti, sambil ngerangkul Ransu dengan tangan kirinya sementara yang kanan megang roti.
"i know." Ransul merangkul pinggang Matt, lalu senyum ke masnya.
Sekitar dua jam kemudian, they're ready to go. Tapi Jason Berry belom balik.
"guys Jason nyari kondom dimana sih?" tanya Ransul ke Dea dan Yuncu.
"tau lama banget." jawab Yuncu.
"girls, come on, Jason's got a car, he'll catch up." panggil Brian.
"okay." jawab Yuncu, lalu masuk ke mobilnya Zacky V bareng Dea, sementara Ransul naik Harley diboncengin Matt. Mereka pun berangkat menuju Vegas.
"hey we should play some music." komentar Dea dari bangku belakang.
"you're right," jawab Zacky V. "i put all my CD's in the back seat, i guess."
"lemme find it..." Dea nyari nyari kantong berisi CD. ngga lama, dia nemuin kantongnya, dan ngeluarin CDnya satu persatu. "dude, it's all Avenged Sevenfold..." Dea ngeliat ke Zacky.
"yea?" Zacky ngeliat Dea sekilas lewat kaca spion. "well i guess my band is just too awesome." dia ketawa, Yuncu yang duduk disebelahnya ikut ketawa, sementara Dea cuma rolling eyes.
"seriously this is all you got?" Dea nanya lagi.
"actually no, i must have left it home." jawab Zacky santai.
"well we can play Avenged Sevenfold." sambung Yuncu.
"yes, we could!" Zacky bersemangat.
"okay, okay..." jawab Dea. "which album?"
"City of Evil!" Yuncu dan Zacky menjawab barengan. Dea pun ngambil CD yang dimaksud dari dalem kantong CD.
"here..." dia ngasih CD nya ke Yuncu, dan langsung disetel sama dia. Ngga lama lagu Beast And The Harlot dimulai.
"louder, louder!" kata ZV nyuruh Yuncu gedein volume. "now, you got an awesome music, Dea." lagi lagi dia ngeliat Dea sekilas lewat spion.
"yea, well, it's not bad, ya know." Dea senyum.
Meanwhile...
Jason Berry sampe dirumah Ransul dengan mobilnya, tapi dia ngga liat siapapun di depan rumah Ransul. In fact, ngga ada mobil juga disana. "what the..." kata jason pada diri sendiri. Dia pun buru buru nelfon Ransul.
"yo!" sapa Ransul setengah teriak. Secara doi lagi di motor jadi musti agak teriak biar ngga kalah sama suara angin.
"dude, where the hell are you?" tanya Jason.
"some... road. and where the heck are you, man?"
"in front of your house, did you guys just left without me?"
"well, we've waited for an hour and you didn't show up, so yea, we left." jawab Ransul.
"what the f?" Jason senderan di kursi mobilnya. "stop right there wherever you are, i'll catch up."
"Matt, Jason want us to stop and wait for him." Ransul ngomong ke Matt.
"tell him we'll meet him in Vegas." jawab Matt.
"he said we'll meet you in Vegas" Jawab Ransul.
"wha...? pfff okay." Jason nutup telfonnya, lalu buru buru nyusul ke Vegas.
"where is he?" tanya Matt setelah Ransul nutup telfon.
"in front of our house." jawab Ransul.
"seriously?"
"yea, and i guess he's pissed because we left him." Ransul setengah ketawa.
"he must be." Matt ketawa kecil.
Karna udah siang, mereka stop di sebuah restoran cepat saji.
"JC, can i stay in your car?" tanya Dea yang duduk di depan Johnny. Mereka semua lagi di restoran cepat saji, having some fast food for lunch.
"why?" JC nanya balik sambil makan burgernya.
"well, i cant stand looking at two people staring each other with horny face, especially because they're my friends." jawab Bu Dea sambil mainin sedotan di gelas cola-nya.
"they did?" Lacey setengah ketawa.
"those kids cant really cool off a little bit." komentar Matt sambil makan kentang goreng.
"where are they anyway?" tanya Brian celingukan nyariin Zacky dan Yuncu.
"probably doing some quickie thing in the restroom." jawab Ransul diikuti tawa yang lain.
Sekitar satu jam kemudian, mereka siap siap meninggalkan restoran menuju Vegas.
"so, you still wanna be in my car or what?" Johnny nanya ke Dea waktu mereka di parking lot.
"uh... no, i guess i'll be in Zacky's car." jawab Dea. Soalnya Dea ngga terlalu deket sama Lacey jadi takutnya ntar garing.
"okay, god bless you, sis." kata Johnny, yang lain yang denger itu cuma ketawa kecil.
"yea, wish me luck." jawab Dea. lalu masuk ke mobilnya Zacky.
Dan mereka melanjutkan perjalanan.
TO BE CONTINUED...
Hari yang dinanti nanti akhirnya tiba, pagi itu, Matt lagi nyiapin Harley-nya di garasi, sedangkan Ransul nyiapin sarapan buat mereka dan the guys karna mereka janjian ngumpul dirumah Ransul pagi itu. Dea sama Ayunda dibantu Michelle dan Johnny menyiapkan barang barang yang mau dimasukkin ke mobilnya Zacky V.
"uuuuu Vegas, im excited." komentar Ayunda sambil menata beberapa box di mobilnya ZV.
"you guys have condoms?" tiba tiba Jason dateng.
"Brian and i dont use condom." jawab Michelle.
"oh well, Ayunda?" Jason nengok ke Yuncu.
"well since i dont mind if Z got me pregnant, so... no." jawab Yunda.
"Dea?"
"i dont have a boyfriend, so i dont have any." jawab Dea.
"well you should, cause we're going to Vegas, baby..." sahut Ayunda nengok ke Dea.
"why would i need that?" tanya Dea datar.
"well..." Jason mulai bicara, "you never know what's gonna happen in Vegas." he sighs. "i'm gonna go get some, you wanna come?" dia nanya Dea.
"ewh, no, thank you." jawab Dea.
"okay..." Jason lalu pergi ninggaling mereka. Johnny yang dari tadi mendengar mereka ngobrol cuma ketawa kecil sambil geleng geleng kepala.
"you guys are idiots." komentarnya. Ngga lama kemudian Ransul muncul dari dalem rumah, bawa beberapa buah toasted bread dan beberapa cangkir kopi dan susu buat sarapan pagi itu, dibantu sama Lacey.
"breakfast, everyone." Ransul nyapa Johnny dkk lalu naro nampan berisi roti di jok belakang mobilnya ZV yang pintunya terbuka dari tadi. Mereka sedang ada di halaman.
"aaaah toasted bread, yummm..." Johnny nyamperin Ransul.
"aaand here's some coffee and milk." Lacey menaruh nampan disebelah nampan yang tadi ditaroh sama Ransul.
"thanks, guys." kata Dea, lalu ngambil rotinya dan mulai makan, "oh this is delicious." komentarnya.
"of course it is, i made it." jawab Ransul.
"snobs." Michelle nyenggol Ransul pelan. Mereka ketawa kecil.
"so, is everything ready?" Ransul nanya sambil ngeliat ke bagian belakang tempat barang barang ditaroh.
"pretty much, we're almost ready." jawab Michelle.
"Vegas, baby!" Yuncu teriak dengan semangat diikuti suara JC yang ngga kalah heboh.
"where are the others? tell 'em to get some breakfast." Ransul nanya lagi.
"the rest of the boys are with the Harley, and Jason is buying some condoms." jawab JC.
"oh... okaay..." jawab ransul kemudian nyeruput kopinya. "JC can you tell the boys to come here and get some breakfast?" Ransul ngomong ke JC.
"got it." dia pun pergi ke garasi manggil Zacky, Brian, dan Matt. Ngga lama kemudian, dia balik bareng teman-temannya.
"ooooh toasted bread..." Matt ngambil sebiji. "i just love your toasted bread." katanya dengan mulut penuh roti, sambil ngerangkul Ransu dengan tangan kirinya sementara yang kanan megang roti.
"i know." Ransul merangkul pinggang Matt, lalu senyum ke masnya.
Sekitar dua jam kemudian, they're ready to go. Tapi Jason Berry belom balik.
"guys Jason nyari kondom dimana sih?" tanya Ransul ke Dea dan Yuncu.
"tau lama banget." jawab Yuncu.
"girls, come on, Jason's got a car, he'll catch up." panggil Brian.
"okay." jawab Yuncu, lalu masuk ke mobilnya Zacky V bareng Dea, sementara Ransul naik Harley diboncengin Matt. Mereka pun berangkat menuju Vegas.
"hey we should play some music." komentar Dea dari bangku belakang.
"you're right," jawab Zacky V. "i put all my CD's in the back seat, i guess."
"lemme find it..." Dea nyari nyari kantong berisi CD. ngga lama, dia nemuin kantongnya, dan ngeluarin CDnya satu persatu. "dude, it's all Avenged Sevenfold..." Dea ngeliat ke Zacky.
"yea?" Zacky ngeliat Dea sekilas lewat kaca spion. "well i guess my band is just too awesome." dia ketawa, Yuncu yang duduk disebelahnya ikut ketawa, sementara Dea cuma rolling eyes.
"seriously this is all you got?" Dea nanya lagi.
"actually no, i must have left it home." jawab Zacky santai.
"well we can play Avenged Sevenfold." sambung Yuncu.
"yes, we could!" Zacky bersemangat.
"okay, okay..." jawab Dea. "which album?"
"City of Evil!" Yuncu dan Zacky menjawab barengan. Dea pun ngambil CD yang dimaksud dari dalem kantong CD.
"here..." dia ngasih CD nya ke Yuncu, dan langsung disetel sama dia. Ngga lama lagu Beast And The Harlot dimulai.
"louder, louder!" kata ZV nyuruh Yuncu gedein volume. "now, you got an awesome music, Dea." lagi lagi dia ngeliat Dea sekilas lewat spion.
"yea, well, it's not bad, ya know." Dea senyum.
Meanwhile...
Jason Berry sampe dirumah Ransul dengan mobilnya, tapi dia ngga liat siapapun di depan rumah Ransul. In fact, ngga ada mobil juga disana. "what the..." kata jason pada diri sendiri. Dia pun buru buru nelfon Ransul.
"yo!" sapa Ransul setengah teriak. Secara doi lagi di motor jadi musti agak teriak biar ngga kalah sama suara angin.
"dude, where the hell are you?" tanya Jason.
"some... road. and where the heck are you, man?"
"in front of your house, did you guys just left without me?"
"well, we've waited for an hour and you didn't show up, so yea, we left." jawab Ransul.
"what the f?" Jason senderan di kursi mobilnya. "stop right there wherever you are, i'll catch up."
"Matt, Jason want us to stop and wait for him." Ransul ngomong ke Matt.
"tell him we'll meet him in Vegas." jawab Matt.
"he said we'll meet you in Vegas" Jawab Ransul.
"wha...? pfff okay." Jason nutup telfonnya, lalu buru buru nyusul ke Vegas.
"where is he?" tanya Matt setelah Ransul nutup telfon.
"in front of our house." jawab Ransul.
"seriously?"
"yea, and i guess he's pissed because we left him." Ransul setengah ketawa.
"he must be." Matt ketawa kecil.
Karna udah siang, mereka stop di sebuah restoran cepat saji.
"JC, can i stay in your car?" tanya Dea yang duduk di depan Johnny. Mereka semua lagi di restoran cepat saji, having some fast food for lunch.
"why?" JC nanya balik sambil makan burgernya.
"well, i cant stand looking at two people staring each other with horny face, especially because they're my friends." jawab Bu Dea sambil mainin sedotan di gelas cola-nya.
"they did?" Lacey setengah ketawa.
"those kids cant really cool off a little bit." komentar Matt sambil makan kentang goreng.
"where are they anyway?" tanya Brian celingukan nyariin Zacky dan Yuncu.
"probably doing some quickie thing in the restroom." jawab Ransul diikuti tawa yang lain.
Sekitar satu jam kemudian, mereka siap siap meninggalkan restoran menuju Vegas.
"so, you still wanna be in my car or what?" Johnny nanya ke Dea waktu mereka di parking lot.
"uh... no, i guess i'll be in Zacky's car." jawab Dea. Soalnya Dea ngga terlalu deket sama Lacey jadi takutnya ntar garing.
"okay, god bless you, sis." kata Johnny, yang lain yang denger itu cuma ketawa kecil.
"yea, wish me luck." jawab Dea. lalu masuk ke mobilnya Zacky.
Dan mereka melanjutkan perjalanan.
TO BE CONTINUED...
Monday, June 6, 2011
Wild Ride (part 5)
Waktu yang dinantikan oleh Ayunda dan Zacky tiba. Yap, mereka mengadakan pesta pertunangan yang dihadiri oleh keluarga dan beberapa kerabat dekat. Hari itu, Yuncu pake dress warna coklat tua, dan mas Z suit up. They both look happy. Party-nya diadakan di belakang Rumah Ransul dan Matt (lagi lagi) karena Yuncu dan Z suka view disana, dan Yuncu maunya party ditempat pertama kali Z ngajak dia tunangan.
"uuuu guuurl congrats yaaa!" Bu Dea meluk Yuncu. Lalu Ransul melakukan hal yang sama setelahnya.
"duuu makasih ya beetches," jawab Ayunda dengan muka sumringah, "and booty, thank you yaaa udah minjemin rumahnya buat party hihihi." dia nengok ke Ransul.
"no problem." jawab Ransul, senyum.
"eh Bu Dea," kata Yuncu sambil duduk di salah satu meja tamu yang disediakan, kedua sahabatnya duduk di samping kanannya, "kok situ ngga cerita waktu abis pergi sama Jason Berry?"
"ngapain?" Dea cuek.
"ya kita kan mau tau, nyet, gitu amat." jawab Yuncu.
"tau nih, Bu Dea." Ransul ikut ikutan.
"meh. yauda yauda..." jawa Dea. "kemaren itu..." Dea mulai cerita.
Hari itu, Dea keluar sama Jason Berry gara gara Ransul sama Yunda bilang Dea bosen dan minta diajak pergi. Setelah muter muter cukup lama, mereka berhenti di sebuah restoran kecil.
"you want some coffee?" tanya Jason as they sat down.
"no, thank you." jawab Dea, mukanya datar, agak males sebenernya.
"anything to drink?" Jason nanya lagi.
"uh... a float, maybe." jawab Dea.
"okay." Jason lalu memesan satu gelas Latte buat dirinya, satu float buat Dea, dan kentang goreng buat mereka berdua. Lalu mereka berdua diem, Jason mau aja ngomong duluan, tapi dia tau Dea pasti bakal jawab seperlunya, trus mukanya tetep dilipet. Jadi, selama setengah jam, mereka berdua cuma diem. Dea cuma ngeliatin keluar jendela, sementara Jason mainan tusuk gigi (kenapa harus tusuk gigi?).
Pesanan mereka udah dateng, Dea mulai ngaduk ngaduk floatnya, Jason langsung nyeruput latte dan makan satu potong kentang goreng.
"so..." Jason akhirnya memutuskan untuk bicara, "you actually didn't wanna go out, did you?" tanyanya pelan, matanya tertuju ke Dea.
"uh..." Dea agak keki, "well..." dia diem.
"well you can just say no." Jason tersenyum kecil.
"well, no." akhirnya Dea menjawab, matanya tetep tertuju ke float-nya.
"i bet you refused when they decided to come over my place." kata Jason lagi. Dan lagi lagi Dea keki.
"how do you know?" Dea ngeliat ke Jason.
"well, you obviously hate being around me, or, something like that." jawab Jason. Dia nunduk sambil ngaduk ngaduk latte-nya pake sedotan.
"i'm sorry..." kata Dea.
"no need to say sorry," kata Jason. "maybe i'm just too annoying to you," dia ketawa kecil, "well Ransul said that sometimes."
"that i feel annoyed by you?" tanya Dea.
"to everyone, i guess," lagi lagi Jason ketawa kecil. Dea yang tadinya mukanya dilipet, akhirnya senyum juga, walaupun kecil.
"oooo look at that, you're smiling." komentar Jason ngeliat Dea senyum kecil.
"i didn't." bantah Dea, dan dia tau sebenernya dia emang tersenyum kecil barusan, tapi ngga mau ngaku.
"dude, i have eyes right here, i can see that." kata Jason.
"you don't know what you saw."
"oooh i do, and i saw you, smiling." Jason kekeuh.
"pfff... i did not." Dea masih menyangkal, dan sekarang senyumnya muncul lagi, lebih lebar.
"see, you're smiling again."
"whatever." kata Dea.
"well, it's very nice, though, your smile." Jason senyum, blushing. Dea cuma ketawa kecil.
"uuuuuuu girl seems like you had a good time hangin' out with JB, huh?" Ransul nepok lengan Dea pelan setelah mendengar cerita darinya.
"finally you guys..." Ayunda ikut senang.
"well we just hang out, duh." jawab Dea, berusaha menampilkan muka datar.
"okaaay...whatever you say." jawab Yunda.
"Attention guys!" tiba tiba terdengar suara Zacky V dari mikrofon. Semua yang hadir pun langsung nengok ke sumber suara. "first of all, thank you all for comin' up," dia membuka pembicaraan, "and thank you Matt and his girlfriend, Ransul, for this beautiful place..." dia ngeliat kearah Ransul dan Matt, mereka berdua cuma senyum ke si mas. "i wanna tell you something..." dia diem sebentar, "you see, our wild ride is on!" dia melanjutkan, semangat abis.
"yeah Zacky!" Jason Berry teriak.
"i know i dont have harleys, but i'm riding my Ford..." katanya. "and we're riding to Vegas, baby." mukanya orgasmic pas nyebut Vegas.
"woooooow...." yang lain pada komentar.
"and who's coming?" tanya Papa Gates.
"Avenged Sevenfold, their ladies..." Zacky diem sebentar. "Jason Berry, we have to bring that man, and... do you wanna come, Papa Gates?"
"me?" Papa Gates menjawab dari kursi tamu. "i'll think about that."
"okay, whatever." kata Z lagi. "so it starts the day after tomorrow. This is Zacky V signing out." lalu dia turun dari panggung tempat dia berbicara tadi.
Party-nya selesai sekitar jam 10.pm, tapi Ransul harus beresin rumahnya, dibantu oleh beberapa orang, dia membereskan rumah sementara Matt di depan rumah, ngobrol sama beberapa tamu yang mau pulang.
"uuuugh i'm tired." Ransul melempar dirinya ke tempat tidur, setelah hampir dua jam beresin rumah, akhirnya dia selesai, didekatnya ada Matt yang lagi melepas suit-nya. "anyway, we're having a ride in two days, is your Harley ready?" dia ngeliat kearah Matt.
"it is, actually. i'm bringin' it home tomorrow." jawab Matt. "i'm gonna take a bath, you coming?" dia nanya Ransul.
"bubble bath?" Ransul nanya balik.
"warm, bubble bath." Matt senyum.
"okay." Ransul bangun trus jalan di belakang Matt.
Meanwhile, dirumah Ayunda...
"so we're actually living in one house, now." kata Z, melingkarkan tangannya di pinggang Yuncu.
"yup." jawab Yuncu singkat, lalu senyum.
"so, let's get you undressed, then." kata Z, with perverted face.
"that fast?" tanya Yuncu. "i wanna take a shower first."
"well..." Zacky narik napas, "let's shower." dia mendorong Ayunda ke kamar mandi.
TO BE CONTINUED...
"uuuu guuurl congrats yaaa!" Bu Dea meluk Yuncu. Lalu Ransul melakukan hal yang sama setelahnya.
"duuu makasih ya beetches," jawab Ayunda dengan muka sumringah, "and booty, thank you yaaa udah minjemin rumahnya buat party hihihi." dia nengok ke Ransul.
"no problem." jawab Ransul, senyum.
"eh Bu Dea," kata Yuncu sambil duduk di salah satu meja tamu yang disediakan, kedua sahabatnya duduk di samping kanannya, "kok situ ngga cerita waktu abis pergi sama Jason Berry?"
"ngapain?" Dea cuek.
"ya kita kan mau tau, nyet, gitu amat." jawab Yuncu.
"tau nih, Bu Dea." Ransul ikut ikutan.
"meh. yauda yauda..." jawa Dea. "kemaren itu..." Dea mulai cerita.
Hari itu, Dea keluar sama Jason Berry gara gara Ransul sama Yunda bilang Dea bosen dan minta diajak pergi. Setelah muter muter cukup lama, mereka berhenti di sebuah restoran kecil.
"you want some coffee?" tanya Jason as they sat down.
"no, thank you." jawab Dea, mukanya datar, agak males sebenernya.
"anything to drink?" Jason nanya lagi.
"uh... a float, maybe." jawab Dea.
"okay." Jason lalu memesan satu gelas Latte buat dirinya, satu float buat Dea, dan kentang goreng buat mereka berdua. Lalu mereka berdua diem, Jason mau aja ngomong duluan, tapi dia tau Dea pasti bakal jawab seperlunya, trus mukanya tetep dilipet. Jadi, selama setengah jam, mereka berdua cuma diem. Dea cuma ngeliatin keluar jendela, sementara Jason mainan tusuk gigi (kenapa harus tusuk gigi?).
Pesanan mereka udah dateng, Dea mulai ngaduk ngaduk floatnya, Jason langsung nyeruput latte dan makan satu potong kentang goreng.
"so..." Jason akhirnya memutuskan untuk bicara, "you actually didn't wanna go out, did you?" tanyanya pelan, matanya tertuju ke Dea.
"uh..." Dea agak keki, "well..." dia diem.
"well you can just say no." Jason tersenyum kecil.
"well, no." akhirnya Dea menjawab, matanya tetep tertuju ke float-nya.
"i bet you refused when they decided to come over my place." kata Jason lagi. Dan lagi lagi Dea keki.
"how do you know?" Dea ngeliat ke Jason.
"well, you obviously hate being around me, or, something like that." jawab Jason. Dia nunduk sambil ngaduk ngaduk latte-nya pake sedotan.
"i'm sorry..." kata Dea.
"no need to say sorry," kata Jason. "maybe i'm just too annoying to you," dia ketawa kecil, "well Ransul said that sometimes."
"that i feel annoyed by you?" tanya Dea.
"to everyone, i guess," lagi lagi Jason ketawa kecil. Dea yang tadinya mukanya dilipet, akhirnya senyum juga, walaupun kecil.
"oooo look at that, you're smiling." komentar Jason ngeliat Dea senyum kecil.
"i didn't." bantah Dea, dan dia tau sebenernya dia emang tersenyum kecil barusan, tapi ngga mau ngaku.
"dude, i have eyes right here, i can see that." kata Jason.
"you don't know what you saw."
"oooh i do, and i saw you, smiling." Jason kekeuh.
"pfff... i did not." Dea masih menyangkal, dan sekarang senyumnya muncul lagi, lebih lebar.
"see, you're smiling again."
"whatever." kata Dea.
"well, it's very nice, though, your smile." Jason senyum, blushing. Dea cuma ketawa kecil.
"uuuuuuu girl seems like you had a good time hangin' out with JB, huh?" Ransul nepok lengan Dea pelan setelah mendengar cerita darinya.
"finally you guys..." Ayunda ikut senang.
"well we just hang out, duh." jawab Dea, berusaha menampilkan muka datar.
"okaaay...whatever you say." jawab Yunda.
"Attention guys!" tiba tiba terdengar suara Zacky V dari mikrofon. Semua yang hadir pun langsung nengok ke sumber suara. "first of all, thank you all for comin' up," dia membuka pembicaraan, "and thank you Matt and his girlfriend, Ransul, for this beautiful place..." dia ngeliat kearah Ransul dan Matt, mereka berdua cuma senyum ke si mas. "i wanna tell you something..." dia diem sebentar, "you see, our wild ride is on!" dia melanjutkan, semangat abis.
"yeah Zacky!" Jason Berry teriak.
"i know i dont have harleys, but i'm riding my Ford..." katanya. "and we're riding to Vegas, baby." mukanya orgasmic pas nyebut Vegas.
"woooooow...." yang lain pada komentar.
"and who's coming?" tanya Papa Gates.
"Avenged Sevenfold, their ladies..." Zacky diem sebentar. "Jason Berry, we have to bring that man, and... do you wanna come, Papa Gates?"
"me?" Papa Gates menjawab dari kursi tamu. "i'll think about that."
"okay, whatever." kata Z lagi. "so it starts the day after tomorrow. This is Zacky V signing out." lalu dia turun dari panggung tempat dia berbicara tadi.
Party-nya selesai sekitar jam 10.pm, tapi Ransul harus beresin rumahnya, dibantu oleh beberapa orang, dia membereskan rumah sementara Matt di depan rumah, ngobrol sama beberapa tamu yang mau pulang.
"uuuugh i'm tired." Ransul melempar dirinya ke tempat tidur, setelah hampir dua jam beresin rumah, akhirnya dia selesai, didekatnya ada Matt yang lagi melepas suit-nya. "anyway, we're having a ride in two days, is your Harley ready?" dia ngeliat kearah Matt.
"it is, actually. i'm bringin' it home tomorrow." jawab Matt. "i'm gonna take a bath, you coming?" dia nanya Ransul.
"bubble bath?" Ransul nanya balik.
"warm, bubble bath." Matt senyum.
"okay." Ransul bangun trus jalan di belakang Matt.
Meanwhile, dirumah Ayunda...
"so we're actually living in one house, now." kata Z, melingkarkan tangannya di pinggang Yuncu.
"yup." jawab Yuncu singkat, lalu senyum.
"so, let's get you undressed, then." kata Z, with perverted face.
"that fast?" tanya Yuncu. "i wanna take a shower first."
"well..." Zacky narik napas, "let's shower." dia mendorong Ayunda ke kamar mandi.
TO BE CONTINUED...
Saturday, June 4, 2011
Wild Ride (part 4)
Jadi, setelah pulang dari bengkelnya Ben Kowalewicz, si Dea langsung suka sama si empunya bengkel. pokoknya kalo Ransul main kesana nyamperin Matt - yang sekarang jadi sering kesitu - si Dea maunya ikut. seperti hari ini misalnya, Matt minta Ransul nganterin dia ke bengkelnya Ben.
"can't you just drive yourself? i have to pick Dea up." tanya Ransul ke Matt sore itu. Mereka masih dirumah, Ransul lagi berkaca sementara Matt di belakangnya lagi pake baju, baru selesai mandi.
"well i could, but it would save gas if we go together, right?" Matt nyengir ke pacarnya yang ngeliatin dia dari kaca dengan muka datar.
"that's ridiculous." jawab Ransul. Matt cuma ketawa sambil benerin bajunya.
Ngga lama, mereka berdua berangkat menuju bengkelnya Ben. Matt nyetirin Ransul sampe bengkel, trus turun disana, lalu Ransul lanjut mengemudi sampe rumah Dea. mereka mau nemenin Ayunda cari gaun buat merayakan pertunangannya dengan Zacky V. That's right, they're about to get engaged. Begini ceritanya...
Dua hari yang lalu, Yuncu dan Zacky V lagi main kerumah Ransul dan Matt, sementara yang punya rumah lagi di dapur nyiapin dinner, mereka berdua duduk di pantai dibelakang rumah Matt dan Ransul.
"uuu sunset is always pretty..." komentar Ayunda sambil ngeliat sunset. Duduk disebelahnya, ada pacarnya, Zacky V, lagi ngeliat sunset juga.
"always prettier than sunrise," jawab si mas yang berbadan gempal itu, lalu diem sebentar. "hey, let's get engaged." tiba tiba Zacky ngajak Yuncu tunangan.
"hu?" Yuncu ngeliatin Zacky.
"you heard me, right?" zacky ngeliatin balik.
"i did, i did." jawab Yuncu, masih ngeliatin Zacky.
"and you're saying...?"
"um... no," jawab Yuncu, trus buru buru menrubah jawabannya, "i mean, yes... yes, Z, let's get engaged." Yuncu senyum lebar. Zacky cuma ketawa, trus they kissed. "you know, actually i was hoping about something romantic when you said those words..." kata Yuncu.
"well, sunset is pretty romantic..." jawab Zacky, megang tangan Ayunda. "you know i actually wasn't going to ask you to get engaged today, but it hit me suddenly, like, i gotta do it, now, or..."
"never?"
"kinda..." jawab Zacky, "that's why i dont have a ring to give to you..." tambahnya. Yuncu baru sadar daritadi si mas emang ngga ngasih cincin tunangan ke dia.
"oh, yea... you didn't give me a ring," jawabnya. "hey, let's tell Ransul and Matt." Yuncu narik Zacky ke dalem rumah untuk ngasih tau Ransul dan Matt.
"aaw really?" tanya Ransul begitu Yuncu cerita tentang apa yang terjadi di belakang rumahnya barusan. "congratulations you two..." dia meluk Z dan Yuncu.
"thank you..." jawab mereka berdua, senyum.
"so, will there be a party?" tanya Matt sambil ngeluarin gelas dari rak, cause they're about to have a dinner.
"well, there will," jawab Zacky.
"really?" tanya Yunda ke Zacky.
"i wanna party, and at that time, i'll have a ring to give out to you." Zacky senyum ke Yunda. jadilah, mereka akan bikin party kecil kecilan weekend ini.
"lama amat sih mbak Ransuuul darimana ajaaa?" komentar Dea yang ngeliat Ransul baru nongol satu jam lebih lama dari jam yang udah mereka tetapkan.
"sooowryyy tadi nganter mas Mattie dulu bentar. manja banget maunya dianter anter." jawab Ransul dari dalem mobil, "ayo naik buruan, musti jemput Yunda dulu." Dea pun langsung naik ke mobilnya Ransul, trus mereka buru buru cabut kerumah Yunda.
"nganterin kemana emang? Studio?" tanya Dea sambil memasang seat belt.
"ngga, ke bengkelnya Ben." jawab Ransul singkat.
"aaaah kok ngga ngajak ngajak siiiih??" Dea sewot.
"ididiiih... ya maap," jawab Ransul. "udah ntar kita kerumah Jason Berry ajaaa..." Ransul masih suka gangguin Dea sama Jason Berry walaupun si Dea lagi menggebet Ben.
"DIDIT." si Dea makin sewot. Ransul cuma ketawa.
Setelah menjemput Yunda, mereka bertiga pergi ke sebuah toko untuk mengambil gaun pesanan Ayunda, lalu ngurusin party mulai dari makanan, champagne, cake, and stuff.
"guise, main yuuuk." ajak Yuncu, begitu mereka bertiga keluar dari Jimmy Choo, beli sepatu.
"kemana?" tanya Dea.
"ngga tauuu, bosyen nih..." jawab Yuncu. "kerumah Jason Berry yuk!" ajaknya, tapi ditolak mentah mentah sama Dea.
"meh, gue musti jemput Matt tapinya sejam lagi, gimana dong?" tanya Ransul.
"that's it! kita main ke bengkelnya Ben ajaaaa..." usul Dea, mukanya tampak senang waktu nyebut nama Ben.
"ngapain? mainan di bengkel ngga seru ah." jawab Yuncu. "udaaaah kita kerumah Jason Berry aja yuuuk pasti fun, dia kan kewl." Yuncu senyum senyum ke Dea.
"aaaah ngga mau!" Dea sewot. Mukanya ditekuk.
"apaan sih Deaaa Yuncu kan cuma ngajak main kerumah Jason, kalo ngga mau yaudah jangan sewooot..." komentar Ransul ngeliat mukanya Dea ditekuk, niatnya emang ngegangguin Dea, biar makin ditekuk.
"jiyeeee Bu Deaaaaa..." tambah Yuncu, disusul oleh tawa Ransul. Mereka pun masuk ke mobil.
"eh btw, kita jadi kemana guys?" Ransul nanya lagi di dalem mobil, sebelum dia nyalain mesinnya.
"rumah Jason Berryyyyyy!" Yuncu teriak dari kursi depan.
"bener? kalo kita kesana Matt gue suruh naik taksi pulangnya, atau nyusul kerumah Jason." kata Ransul.
"aaah udah jemput Matt aja, kasian dia masa disuruh naik taksi." jawab Dea buru buru. Dia bener bener ngga mau kerumah Jason Berry, soalnya kalo kesana, Jason pasti akan pdkt sama dia, trus dia tau ibu ibu di front seat ini bakalan ngatain Dea sama Jason Berry.
"well, he's a big guy, twin, dia bisa pulang sendiri." jawab Ransul sambil nengok ke Dea.
"umh... iya sih, tapi kan kasian disuruh naik taksi..." Dea tetep beralasan.
"nyeeet udah deh kita tau lo ngga mau kerumah Jason Berry, tapi ngga usah sok sok menghawatirkan Matt, yo." jawab Ayunda.
"aaah... makanya main ke bengkelnya Ben ajaaa." kata Dea.
"ngga ah, kerumah Jason Berry ajaaaa kita hang out, main dance dance revolution." Yunda tetep mau kerumah Jason. Dan, itu mainan dance dance revolutionnya sebenernya punya Yuncu, yang ketinggalan disana tapi ngga tau kenapa Yuncu ngga pernah bawa itu pulang. "udah lama nih ngga main, biar kurusan dikit menjelang hari pertunangan."
"yaudah, rumah Jason, gue telfon Matt." jawab Ransul, ngambil hp trus men-dial nomor Matt. "sowrryy Deaaa..." katanya sambil nunggu Matt ngangkat telfon.
"hey, honey..." sapa Matt dari sebrang.
"Matt, i'm going to JB's house with the girls, you wanna come?" tanya Ransul.
"yea, sure." jawab Matt, "i'll catch up, okay? i'm waiting for Brian, he's buying some beers with Jon." yang dia maksud adalah Jon Gallant, teman satu band-nya Ben, Billy Talent.
"okay, i'll se ya there." Ransul segera nutup telfon. "aight, let's go to JB's crib." Ransul nyalain mesin mobilnya, and then drive to Jason Berry's place.
Jason tampak senang melihat Ransul dan Yuncu dateng kerumahnya, bersama Dea. "hey giiirls... what a surprise!" katanya, ersenyum senang.
"well we were on the neighborhood, looking for some good outfits for this girl's engagement party." jawab Ransul, meletakkan tangan kirinya di pundak kanan Ayunda.
"well, come on in, then." ajak Jason, lalu mereka masuk kedalem rumah si teknisi drum.
"hey, J, you still keep my Dance Dance Revolution here?" tanya Yunda.
"oh yeah, it's in the tv room!" jawab Jason dari dapur, sambil mengambil 4 botol soda, dan beberapa cemilan. Yunda langsung ke ruang TV, mencari barang yang dimaksud. Ngga lama, dia udah mulai main.
"here you go." Jason meletakkan minuman dan cemilannya di atas meja di ruang TVnya. ransul mulai ngambil cemilan, trus mulai ngemil sambil ngeliatin Yuncu mainan, sementara Dea cuma diem, mukanya ditekuk. "well, you look bored." kata Jason ke Dea.
"she doesn't wanna be here." jawab Ransul sambil ngeliatin Dea.
"no, no, it's not that..." jawab Dea buru buru. Sebenernya emang iya, tapi dia ngga enak kalo jawab begitu ke Jason.
"oh... well, just, let me know if there's anything i can do to make you feel less bored." kata Jason. Si Yuncu yang lagi main langsung nengok sekilas ke arah Jason dan Dea sambil senyum.
"no, Jason, i'm fine." jawab Dea lagi, kali ini dia senyum., tapi senyumnya maksa.
"no, you know what, she's bored, actually." kata Yunda, matanya masih tetep fokus ke layar TV.
"she wants to go out, Jason." tambah Ransul. "but me and Ayunda don't feel like it, besides, Matt said he's coming over, so..." Ransul ngga nerusin, lalu masukkin potato chip ke mulutnya.
"well, you wanna go out?" Jason nanya ke Dea. Baru aja si Dea buka mulut, Ransul dan Yuncu nyamber duluan.
"yes." jawab mereka barengan. "yes, you should... probably take her somewhere." lanjut Ransul.
"okay, what about you girls two?" tanya Jason lagi.
"oh, we'll be fine, Jason, don't worry." jawab Yunda, masih fokus main DDR.
"okay, then. i'll get my key." Jason meninggalkan ruang TV buat ngambil kunci mobil.
"seriously?" Dea nabok Ransul, suaranya cuma sedikit lebih keras dari bisikan. "i ain't going out with Jason."
"duuude, chill." jawab Ransul, "cuma jalan jalan bentar trus balik, you'll be fine."
"yea, he's a great guy, you know." komentar Yuncu.
"ngga mau pokoknya, titik." Dea kesel.
"kasian, nyet, dia udah lagi siap siap noh." jawab Yunda. Ngga lama, Jason muncul.
"you ready?" tanyanya ke Dea.
"uh..."
"yea, she's ready. you guys have fun." Ransul buru buru jawab sebelum Dea nerusin bicaranya.
"you girls sure okay?" tanya Jason sekali lagi.
"yea, yea we'll be fine." jawab Ransul, mulutnya masih penuh sama potato. "i have to wait for Matt, though."
"okay, bye girls." Jason pergi sama Dea.
"i really ship Dea and Jason Berry." kata Ayunda sepeninggal Jason dan Dea, sambil tetep main DDR.
"i'm with you, dude." jawab Ransul sambil makan potato lagi.
TO BE CONTINUED...
"can't you just drive yourself? i have to pick Dea up." tanya Ransul ke Matt sore itu. Mereka masih dirumah, Ransul lagi berkaca sementara Matt di belakangnya lagi pake baju, baru selesai mandi.
"well i could, but it would save gas if we go together, right?" Matt nyengir ke pacarnya yang ngeliatin dia dari kaca dengan muka datar.
"that's ridiculous." jawab Ransul. Matt cuma ketawa sambil benerin bajunya.
Ngga lama, mereka berdua berangkat menuju bengkelnya Ben. Matt nyetirin Ransul sampe bengkel, trus turun disana, lalu Ransul lanjut mengemudi sampe rumah Dea. mereka mau nemenin Ayunda cari gaun buat merayakan pertunangannya dengan Zacky V. That's right, they're about to get engaged. Begini ceritanya...
Dua hari yang lalu, Yuncu dan Zacky V lagi main kerumah Ransul dan Matt, sementara yang punya rumah lagi di dapur nyiapin dinner, mereka berdua duduk di pantai dibelakang rumah Matt dan Ransul.
"uuu sunset is always pretty..." komentar Ayunda sambil ngeliat sunset. Duduk disebelahnya, ada pacarnya, Zacky V, lagi ngeliat sunset juga.
"always prettier than sunrise," jawab si mas yang berbadan gempal itu, lalu diem sebentar. "hey, let's get engaged." tiba tiba Zacky ngajak Yuncu tunangan.
"hu?" Yuncu ngeliatin Zacky.
"you heard me, right?" zacky ngeliatin balik.
"i did, i did." jawab Yuncu, masih ngeliatin Zacky.
"and you're saying...?"
"um... no," jawab Yuncu, trus buru buru menrubah jawabannya, "i mean, yes... yes, Z, let's get engaged." Yuncu senyum lebar. Zacky cuma ketawa, trus they kissed. "you know, actually i was hoping about something romantic when you said those words..." kata Yuncu.
"well, sunset is pretty romantic..." jawab Zacky, megang tangan Ayunda. "you know i actually wasn't going to ask you to get engaged today, but it hit me suddenly, like, i gotta do it, now, or..."
"never?"
"kinda..." jawab Zacky, "that's why i dont have a ring to give to you..." tambahnya. Yuncu baru sadar daritadi si mas emang ngga ngasih cincin tunangan ke dia.
"oh, yea... you didn't give me a ring," jawabnya. "hey, let's tell Ransul and Matt." Yuncu narik Zacky ke dalem rumah untuk ngasih tau Ransul dan Matt.
"aaw really?" tanya Ransul begitu Yuncu cerita tentang apa yang terjadi di belakang rumahnya barusan. "congratulations you two..." dia meluk Z dan Yuncu.
"thank you..." jawab mereka berdua, senyum.
"so, will there be a party?" tanya Matt sambil ngeluarin gelas dari rak, cause they're about to have a dinner.
"well, there will," jawab Zacky.
"really?" tanya Yunda ke Zacky.
"i wanna party, and at that time, i'll have a ring to give out to you." Zacky senyum ke Yunda. jadilah, mereka akan bikin party kecil kecilan weekend ini.
"lama amat sih mbak Ransuuul darimana ajaaa?" komentar Dea yang ngeliat Ransul baru nongol satu jam lebih lama dari jam yang udah mereka tetapkan.
"sooowryyy tadi nganter mas Mattie dulu bentar. manja banget maunya dianter anter." jawab Ransul dari dalem mobil, "ayo naik buruan, musti jemput Yunda dulu." Dea pun langsung naik ke mobilnya Ransul, trus mereka buru buru cabut kerumah Yunda.
"nganterin kemana emang? Studio?" tanya Dea sambil memasang seat belt.
"ngga, ke bengkelnya Ben." jawab Ransul singkat.
"aaaah kok ngga ngajak ngajak siiiih??" Dea sewot.
"ididiiih... ya maap," jawab Ransul. "udah ntar kita kerumah Jason Berry ajaaa..." Ransul masih suka gangguin Dea sama Jason Berry walaupun si Dea lagi menggebet Ben.
"DIDIT." si Dea makin sewot. Ransul cuma ketawa.
Setelah menjemput Yunda, mereka bertiga pergi ke sebuah toko untuk mengambil gaun pesanan Ayunda, lalu ngurusin party mulai dari makanan, champagne, cake, and stuff.
"guise, main yuuuk." ajak Yuncu, begitu mereka bertiga keluar dari Jimmy Choo, beli sepatu.
"kemana?" tanya Dea.
"ngga tauuu, bosyen nih..." jawab Yuncu. "kerumah Jason Berry yuk!" ajaknya, tapi ditolak mentah mentah sama Dea.
"meh, gue musti jemput Matt tapinya sejam lagi, gimana dong?" tanya Ransul.
"that's it! kita main ke bengkelnya Ben ajaaaa..." usul Dea, mukanya tampak senang waktu nyebut nama Ben.
"ngapain? mainan di bengkel ngga seru ah." jawab Yuncu. "udaaaah kita kerumah Jason Berry aja yuuuk pasti fun, dia kan kewl." Yuncu senyum senyum ke Dea.
"aaaah ngga mau!" Dea sewot. Mukanya ditekuk.
"apaan sih Deaaa Yuncu kan cuma ngajak main kerumah Jason, kalo ngga mau yaudah jangan sewooot..." komentar Ransul ngeliat mukanya Dea ditekuk, niatnya emang ngegangguin Dea, biar makin ditekuk.
"jiyeeee Bu Deaaaaa..." tambah Yuncu, disusul oleh tawa Ransul. Mereka pun masuk ke mobil.
"eh btw, kita jadi kemana guys?" Ransul nanya lagi di dalem mobil, sebelum dia nyalain mesinnya.
"rumah Jason Berryyyyyy!" Yuncu teriak dari kursi depan.
"bener? kalo kita kesana Matt gue suruh naik taksi pulangnya, atau nyusul kerumah Jason." kata Ransul.
"aaah udah jemput Matt aja, kasian dia masa disuruh naik taksi." jawab Dea buru buru. Dia bener bener ngga mau kerumah Jason Berry, soalnya kalo kesana, Jason pasti akan pdkt sama dia, trus dia tau ibu ibu di front seat ini bakalan ngatain Dea sama Jason Berry.
"well, he's a big guy, twin, dia bisa pulang sendiri." jawab Ransul sambil nengok ke Dea.
"umh... iya sih, tapi kan kasian disuruh naik taksi..." Dea tetep beralasan.
"nyeeet udah deh kita tau lo ngga mau kerumah Jason Berry, tapi ngga usah sok sok menghawatirkan Matt, yo." jawab Ayunda.
"aaah... makanya main ke bengkelnya Ben ajaaa." kata Dea.
"ngga ah, kerumah Jason Berry ajaaaa kita hang out, main dance dance revolution." Yunda tetep mau kerumah Jason. Dan, itu mainan dance dance revolutionnya sebenernya punya Yuncu, yang ketinggalan disana tapi ngga tau kenapa Yuncu ngga pernah bawa itu pulang. "udah lama nih ngga main, biar kurusan dikit menjelang hari pertunangan."
"yaudah, rumah Jason, gue telfon Matt." jawab Ransul, ngambil hp trus men-dial nomor Matt. "sowrryy Deaaa..." katanya sambil nunggu Matt ngangkat telfon.
"hey, honey..." sapa Matt dari sebrang.
"Matt, i'm going to JB's house with the girls, you wanna come?" tanya Ransul.
"yea, sure." jawab Matt, "i'll catch up, okay? i'm waiting for Brian, he's buying some beers with Jon." yang dia maksud adalah Jon Gallant, teman satu band-nya Ben, Billy Talent.
"okay, i'll se ya there." Ransul segera nutup telfon. "aight, let's go to JB's crib." Ransul nyalain mesin mobilnya, and then drive to Jason Berry's place.
Jason tampak senang melihat Ransul dan Yuncu dateng kerumahnya, bersama Dea. "hey giiirls... what a surprise!" katanya, ersenyum senang.
"well we were on the neighborhood, looking for some good outfits for this girl's engagement party." jawab Ransul, meletakkan tangan kirinya di pundak kanan Ayunda.
"well, come on in, then." ajak Jason, lalu mereka masuk kedalem rumah si teknisi drum.
"hey, J, you still keep my Dance Dance Revolution here?" tanya Yunda.
"oh yeah, it's in the tv room!" jawab Jason dari dapur, sambil mengambil 4 botol soda, dan beberapa cemilan. Yunda langsung ke ruang TV, mencari barang yang dimaksud. Ngga lama, dia udah mulai main.
"here you go." Jason meletakkan minuman dan cemilannya di atas meja di ruang TVnya. ransul mulai ngambil cemilan, trus mulai ngemil sambil ngeliatin Yuncu mainan, sementara Dea cuma diem, mukanya ditekuk. "well, you look bored." kata Jason ke Dea.
"she doesn't wanna be here." jawab Ransul sambil ngeliatin Dea.
"no, no, it's not that..." jawab Dea buru buru. Sebenernya emang iya, tapi dia ngga enak kalo jawab begitu ke Jason.
"oh... well, just, let me know if there's anything i can do to make you feel less bored." kata Jason. Si Yuncu yang lagi main langsung nengok sekilas ke arah Jason dan Dea sambil senyum.
"no, Jason, i'm fine." jawab Dea lagi, kali ini dia senyum., tapi senyumnya maksa.
"no, you know what, she's bored, actually." kata Yunda, matanya masih tetep fokus ke layar TV.
"she wants to go out, Jason." tambah Ransul. "but me and Ayunda don't feel like it, besides, Matt said he's coming over, so..." Ransul ngga nerusin, lalu masukkin potato chip ke mulutnya.
"well, you wanna go out?" Jason nanya ke Dea. Baru aja si Dea buka mulut, Ransul dan Yuncu nyamber duluan.
"yes." jawab mereka barengan. "yes, you should... probably take her somewhere." lanjut Ransul.
"okay, what about you girls two?" tanya Jason lagi.
"oh, we'll be fine, Jason, don't worry." jawab Yunda, masih fokus main DDR.
"okay, then. i'll get my key." Jason meninggalkan ruang TV buat ngambil kunci mobil.
"seriously?" Dea nabok Ransul, suaranya cuma sedikit lebih keras dari bisikan. "i ain't going out with Jason."
"duuude, chill." jawab Ransul, "cuma jalan jalan bentar trus balik, you'll be fine."
"yea, he's a great guy, you know." komentar Yuncu.
"ngga mau pokoknya, titik." Dea kesel.
"kasian, nyet, dia udah lagi siap siap noh." jawab Yunda. Ngga lama, Jason muncul.
"you ready?" tanyanya ke Dea.
"uh..."
"yea, she's ready. you guys have fun." Ransul buru buru jawab sebelum Dea nerusin bicaranya.
"you girls sure okay?" tanya Jason sekali lagi.
"yea, yea we'll be fine." jawab Ransul, mulutnya masih penuh sama potato. "i have to wait for Matt, though."
"okay, bye girls." Jason pergi sama Dea.
"i really ship Dea and Jason Berry." kata Ayunda sepeninggal Jason dan Dea, sambil tetep main DDR.
"i'm with you, dude." jawab Ransul sambil makan potato lagi.
TO BE CONTINUED...
Subscribe to:
Posts (Atom)