previously, Ransul akhirnya bisa hang out lagi bareng Avenged Sevenfold tanpa harus ada rasa awkward ke Matt. Inilah lanjutannya...
Hp Ransul bunyi berkali kali pagi itu, pas bunyi yang kelima, dia tetep ngga bangun dan akhirnya Martin yang ngangkat telfonnya.
"yo." sapa Martin ke si penelfon.
"is this Martin Johnson?" tanya yang di sebrang.
"and who the hell are you?" Martin nanya balik.
"it's Synyster G, dawg." kata orang yang nelfon. "can i speak to your girlfriend, please?"
"she's sleeping, dude." Martnin ngeliatin Ransul.
"well, then wake her up."
"no, she just fell asleep at 5."
"and it's 10 now." Syn tetep maksa. "come on, wake her up."
"dude, she's tired."
"did you guys have sex?"
"it's none of your fuckin business." Martin mulai agak kesel.
"okay, so you guys did. wake her up."
"do you understand the word no?!" Martin setengah teriak. Dan Ransul sekarang kebangun gara gara dia.
"mmhhh... what are you yellin at, dude?" tanya Ransul ke Martin.
"sorry..." jawab Martin.
"she woke up already? lemme talk to her." kata Syn dari sebrang.
"okay, okay, jeez." kata Martin lalu ngasih hpnya ke Ransul, "it's Synyster Gates."
"oh" Ransul ngambil hpnya dari Martin. "hello?" katanya ke Syn.
"hey kiddo, how was the banging thing going?" tanya Syn.
"hu?" Ransul cengo.
"ya heard me, cupcake."
"how do you know i..." lalu dia nengok ke Martin. Tunangannya itu sudah kembali tertidur ternyata. "so you talked to Martin."
"a little convo, he's not really friendly." jawabnya.
"that's what happen when you're disturbing someone's sleep."
"yea, yea, whatever." katanya lagi. "by the way, are you free today?"
"i guess, why?"
"well, me and papa Gates are about to hang out, and you're invited."
"really?"
"yea, and Ayunda too. she wants to buy some present for Zacky."
"but it's not his birthday yet." kata Ransul.
"well maybe she just wanna buy some presents."
"okay."
"i'll pick you up at 12, what's it gonna be?"
"okay... yea." jawab Ransul.
"niiiiice. well i'll see ya in 2 hours young lady!" Syn lalu nutup telfonnya. Ransul pun segera beranjak dari tempat tidur, trus mandi.
Jam setengah 12, Martin baru bangun. Ransul lagi di dapur nyiapin makan siang buat si masnya ketika tiba tiba dipeluk dari belakang.
"morning..." katanya.
"udah siang kali maaas..." jawab Ransul.
"you're going somewhere?"
"yap."
"with Syn?" Martin duduk di meja dapur.
"uh hu." jawab Ransul. "don't worry, i'm going out with Syn and his dad, also Ayunda. no Matt."
"no, i... i wasn't..." Martin jadi keki.
"by the way, your lunch is on the fridge, you can just re-heat it if you're hungry." Ransul mengalihkan pembicaraan.
"are you coming home for dinner?"
"i don't know, but i'll let you know." tiba-tiba bel rumahnya bunyi. "well, they're early." kata Ransul.
"come on, i'll take you to the door." kata Martin, lalu mereka jalan menuju pintu.
Ransul buka pintu, diluar udah ada Papa Gates dan anaknya, si guitarist extraordinaire. "hey guys." sapa Ransul.
"hey girl, you ready?" Papa Gates nyapa balik.
"yap." jawabnya, lalu nengok ke Martin. "bye baby."
"bye. have fun." katanya. lalu mereka bertiga pergi untuk jemput Ayunda, terus baru jalan jalan.
Setelah menjemput Ayunda dirumahnya, mereka berempat pun pergi ke Taco Bell karna ternyata si papa Gates lagi ngidam. Dari situ, mereka shopping, nemenin Ayunda beli hadiah buat ayangnya, trus hang out di Burger King -iya makan lagi- biar kece.
"so what'd you buy for Zacky?" tanya papa Gates ke Yunda.
"a purple hat." jawab Yunda.
"a cute purple hat, should i say." tambah Ransul.
"hahah. purple hat." papa Gates nyeruput coca cola-nya.
"by the way, i wanna go to the pet shop after this. Pinkly is running out of food." kata Syn.
"ah, always loving the pet shop." komentar Ransul.
"yeaaa we can see a lot of dogs and cats and furry animals." tambah Ayunda.
So, they're going to pet shop right after Burger King. trus muter muter LA sampe botak. malemnya, papa Gates ngajakin mereka hang out plus dinner dirumahnya bareng Avenged Sevenfold yang lain.
Rumahnya papa Gates rame banget. ada Johnny, Matt, Ransul, Ayunda, Zacky, Synyster, Ichabod, Pinkly, Michelle, Bella, dan istrinya papa Gates.
"yo, i bought you something." kata Yunda ngasih bungkusan plastik ke Zacky.
"what is it?" Zacky ngambil bungkusannya.
"open it."
Zacky buka bungkusannya, "ahaha this is a cute purple hat." katanya. "thank you sweetheart." then he kissed Ayunda on the lips.
"you're welcome." jawab Yunda.
Begitulah mereka bercengkrama bersama sampe tengah malem. sampe akhirnya waktunya pulang, Ayunda pulang sama Zacky, sementara Syn pulang sama Michelle. Jadilah Ransul pulang dianter Matt dan Johnny juga Bella.
Sampe di depan rumah Ransul...
"well, thank you guys for taking me home." kata Ransul dari luar mobil. Matt juga ikut turun, ngga tau buat apa.
"it's fun to hang out with you again, sis." jawab Johnny.
"you bet." lalu Ransul nengok ke Matt. "well, good night." katanya senyum.
"good night." Matt senyum balik.
Setelah mereka pergi, Ransul masuk rumah. eh, ternyata Martin lagi berdiri di tangga sambil megang sekaleng Red Bull. Langsung aja si Ransul mukanya berubah pongo trus keki trus blah blah blah.
"no M Shadows guy? really?" tanya Martin.
"uh... i can explain this." jawab Ransul.
"yea, right." Martin naik ke atas trus nonton tv.
"you don't wanna hear anything from me, do you?" Ransul nyamperin Martin, berdiri di deket sofa tempat tunangannya itu duduk.
"no." jawabnya.
"please..." kata Ransul.
"man you didn't even tell me that you're not coming home for dinner." bales Martin.
"i forgot, okay? i'm sorry."
"just so you know i made you a lasagna cause i thought you'd be home for dinner." kata Martin lalu nyeruput Red Bull-nya. matanya masih tertuju ke tv.
"look, i'm so sorry, okay? promise you it won't happen again." Ransul duduk di sebelah Martin.
Martin cuma diem, mandangin tv. Sebenernya dia ngga lagi nonton, dia cuma mengalihkan pandangan dari Ransul aja.
"say something, please?" Ransul nyolek Martin.
Martin masih diem.
"M?"
setelah beberapa saat, Martin baru ngomong, "go get some sleep, i know you're tired."
"okay..." Ransul nurut aja. "wah, piye iki si mas'e ngambek." pikirnya dalam hati sambil jalan ke kamar.
"and, Ransul..." kata Martin lagi.
"yes?" Ransu balik badan.
"good night." kata Martin, senyum.
Ransul senyum balik, "good night." katanya lalu masuk kamar.
TO BE CONTINUED...
Friday, March 25, 2011
Wednesday, March 23, 2011
part 2
"you're hanging out with that band and you're gonna meet Shadz, right?" tanya Martin.
"well... sort of..." jawab Ransul. keki.
"sort of..." Martin terlentang, trus makan kentang gorengnya.
"look, that Vegas thing was an accident, okay? it's not gonna happen twice."
"right..." dia makan kentang lagi.
"come on, we're all friends, we barely hang out since Jimmy passed away and i really missed those people."
"hmm..." Martin tetep ngambek.
"you know it's not sexy being a jealous asshole like this." Ransul ngambil kentang lalu masukkin kentang itu ke mulutnya.
Martin rolls his eyes, "fine. go hang out," katanya. "but stay sober, okay? Accident doesn't happen twice."
"ahaha you're an asshole." kata Ransul nimpuk si mas pake bantal.
"i'm your favorite asshole." jawabnya sambil senyum.
Jadilah, on Friday, (backsound Friday by Rebecca Black) si Yuncu nelfon Ransul.
"dimana Sul? jadi ke studio?" tanya Yunda dari sebrang.
"jadi ini gue lagi siap siap." jawab Ransul.
"eh tapi Martin ngga papa lo pergi?"
"ngga, udah bilang kok. lagian dia juga lagi pergi sama band-nya."
"oh yaudah nyusul sini buruan yak, ditanyain om Gates nih."
"okeeee." Ransul nutup telfonnya trus langsung capcus kesana dengan Lamborghini-nya.
"where is Ransulminii? i missed that girl already." tanya om Gates ke Ayunda.
"she's on the way." jawb Yunda.
"ah, gonna buy her some cappuccino then." katanya lalu pergi beli cappuccino keluar meninggalkan Ayunda dan sang kekasih, ZV, berduaan.
"where's Matt by the way?" tanya Yunda ke Z.
"on the way here with Johnny." jawab Z.
"hmmm i'm bored, i wanna do something fun."
"you do?" tanya Zacky, mukanya naughty.
"mm-hmm..."
"well let's do a little sumthin sumthin, then..." and they start to make out.
"astaganagabonar...." Ransul kaget begitu ngeliat Zacky dan Yunda lagi make out di studio waktuu dia nyampe. Mereka berdua pun sama kagetnya.
"ah mbak Ransul! maap maap." kata Ayunda sambil benerin baju.
"iya ngga papa." jawab Ransul.
"sorry, R." kata Z.
"no, it's okay, really." kata Ransul. "where are the others?"
"uh, Syn is out buying some cappuccino for you, Johnny and Matt are on the way." jawab Zacky. Baru diomongin, tiba-tiba mas mas yang tiga biji nongol.
"Ransuuul!" Syn tampak girang.
"haaaa my extraordinaire guitarist super brah!" Ransul meluk Syn. "i miss youuuuuu"
"aaaw i miss you too, booty." jawab Syn meluk Ransul balik.
"aaand Johnny Christ, holy crap, how you doin?"
"good..." mereka pun berpelukan.
"and, uh... Matt." Ransul senyum, tapi senyum maksa.
"don't you wanna hug me?" tanya Matt.
"uh, okay..." mereka pun berpelukan. yang lain cuma senyum.
Ransul lagi mandangin foto-foto Jimmy dan bandnya ketika Matt nyamperin dia.
"we all miss him." katanya.
Ransul nengok ke Matt, lalu ke foto Jimmy. "yeah, we all do."
"so, i heard you got engage." Matt mengganti topik.
"i did, yea. thank god." Ransul senyum.
"yea, thank god. so this guy right here doesn't stand a chance anymore." katanya nunjuk diri sendiri.
"you're over reacted." Ransul nepok lengan Matt.
"but it's true, isn't it?"
"yap." jawab Ransu. Matanya tertuju ke satu foto. "you know Jimmy wouldn't like to hear my engagement news." katanya. dia megang foto Jimmy lagi ngerangkul Matt dan Ransul.
"yea, how he always said that we're made for each other." sambung Matt.
"and some things are just can't go the way we want." dan begitulah mereka ngobrol lumayan banyak.
Sejak hang out sama Avenged Sevenfold malam itu, hubungan Ransul dan Matt sudah ngga awkward lagi. Mereka sudah berteman lagi. Tapi Martin masih tetep jealous sama Matt.
TO BE CONTINUED...
"well... sort of..." jawab Ransul. keki.
"sort of..." Martin terlentang, trus makan kentang gorengnya.
"look, that Vegas thing was an accident, okay? it's not gonna happen twice."
"right..." dia makan kentang lagi.
"come on, we're all friends, we barely hang out since Jimmy passed away and i really missed those people."
"hmm..." Martin tetep ngambek.
"you know it's not sexy being a jealous asshole like this." Ransul ngambil kentang lalu masukkin kentang itu ke mulutnya.
Martin rolls his eyes, "fine. go hang out," katanya. "but stay sober, okay? Accident doesn't happen twice."
"ahaha you're an asshole." kata Ransul nimpuk si mas pake bantal.
"i'm your favorite asshole." jawabnya sambil senyum.
Jadilah, on Friday, (backsound Friday by Rebecca Black) si Yuncu nelfon Ransul.
"dimana Sul? jadi ke studio?" tanya Yunda dari sebrang.
"jadi ini gue lagi siap siap." jawab Ransul.
"eh tapi Martin ngga papa lo pergi?"
"ngga, udah bilang kok. lagian dia juga lagi pergi sama band-nya."
"oh yaudah nyusul sini buruan yak, ditanyain om Gates nih."
"okeeee." Ransul nutup telfonnya trus langsung capcus kesana dengan Lamborghini-nya.
"where is Ransulminii? i missed that girl already." tanya om Gates ke Ayunda.
"she's on the way." jawb Yunda.
"ah, gonna buy her some cappuccino then." katanya lalu pergi beli cappuccino keluar meninggalkan Ayunda dan sang kekasih, ZV, berduaan.
"where's Matt by the way?" tanya Yunda ke Z.
"on the way here with Johnny." jawab Z.
"hmmm i'm bored, i wanna do something fun."
"you do?" tanya Zacky, mukanya naughty.
"mm-hmm..."
"well let's do a little sumthin sumthin, then..." and they start to make out.
"astaganagabonar...." Ransul kaget begitu ngeliat Zacky dan Yunda lagi make out di studio waktuu dia nyampe. Mereka berdua pun sama kagetnya.
"ah mbak Ransul! maap maap." kata Ayunda sambil benerin baju.
"iya ngga papa." jawab Ransul.
"sorry, R." kata Z.
"no, it's okay, really." kata Ransul. "where are the others?"
"uh, Syn is out buying some cappuccino for you, Johnny and Matt are on the way." jawab Zacky. Baru diomongin, tiba-tiba mas mas yang tiga biji nongol.
"Ransuuul!" Syn tampak girang.
"haaaa my extraordinaire guitarist super brah!" Ransul meluk Syn. "i miss youuuuuu"
"aaaw i miss you too, booty." jawab Syn meluk Ransul balik.
"aaand Johnny Christ, holy crap, how you doin?"
"good..." mereka pun berpelukan.
"and, uh... Matt." Ransul senyum, tapi senyum maksa.
"don't you wanna hug me?" tanya Matt.
"uh, okay..." mereka pun berpelukan. yang lain cuma senyum.
Ransul lagi mandangin foto-foto Jimmy dan bandnya ketika Matt nyamperin dia.
"we all miss him." katanya.
Ransul nengok ke Matt, lalu ke foto Jimmy. "yeah, we all do."
"so, i heard you got engage." Matt mengganti topik.
"i did, yea. thank god." Ransul senyum.
"yea, thank god. so this guy right here doesn't stand a chance anymore." katanya nunjuk diri sendiri.
"you're over reacted." Ransul nepok lengan Matt.
"but it's true, isn't it?"
"yap." jawab Ransu. Matanya tertuju ke satu foto. "you know Jimmy wouldn't like to hear my engagement news." katanya. dia megang foto Jimmy lagi ngerangkul Matt dan Ransul.
"yea, how he always said that we're made for each other." sambung Matt.
"and some things are just can't go the way we want." dan begitulah mereka ngobrol lumayan banyak.
Sejak hang out sama Avenged Sevenfold malam itu, hubungan Ransul dan Matt sudah ngga awkward lagi. Mereka sudah berteman lagi. Tapi Martin masih tetep jealous sama Matt.
TO BE CONTINUED...
Tuesday, March 22, 2011
(haven't think about the title yet)
so, saya akan mencoba meneruskan cerita What Happen In Vegas Doesn't Always Stay In Vegas yang kemaren, judulnya akan dibuat beda memang, tapi ini masih nyangkut sama yang itu karna tokohnya masih sama. here it goes...
Scene pertama dimulai dari Ransulminii, as we know, the main character, pacaran sama Martin Johnson. One day, when they were having breakfast, MJ proposed her.
"Ransul..." kata MJ di dapur ketika Ransul lagi bikin kopi.
"yes?" jawab Ransul sambil ngaduk kopi.
"i need to talk to you." katanya.
Ransul balik badan, "what's that?"
"uh... you see," MJ mulai, "we've been living together for several years and we haven't take the next step, so..." Martin diem.
"so?" Ransu ngeliatin Martin.
"so let's get engaged." Martin ngeluarin engagement ring dari saku celana tidurnya.
"uh... baby..." Ransul cengo.
"don't ask me if im sure about this. hell yea i am." Martin senyum. Ransul cuma ketawa. "so what do you say?"
"i... say... okay." jawab Ransul, senyum.
"ahah..." Martin make-in promise ringnya ke Ransu. "i love you..." katanya then kisses her on the lips.
"i love you too, Party Marty."
"ciyeeeee congrats yaaaa..." kata Dea waktu Diji lagi ngumpul dan Yunda cerita kalo dia jadian sama Zacky V. iya, ternyata Mike Posner cuma cinta sesaat (halah).
"ma'aciih hahahaha" jawab Yunda.
"eh guuuys i also have an announcement for you." kata Ransul.
"apaan?" tanya Aiiro.
"see this?" Ransul mamerin promise ringnya ke temen-temennya.
"noooooooo" kata Aiiro lagi. "don't tell me you're..."
"i am, actually," jawab Ransul.
"ahahaaaaa syelamat yaaa mbak Ransuul" kata Yunda.
"yomaaaaan" jawab Ransul.
"eh kapan ke Vegas lagi? kangen nih." ajak Yunda.
"mbak, saya baru engaged diajakin ke Vegas. maunya ketemu Matt lagi, have sex lagi, putus lagi, gitu?" kata Ransul.
"oiya maap maap." jawab Yunda. "eh tapi kemaren pas gue hang out sama Z di studio Matt nanyain lo tau Sul."
"yaudah sekarang bilang saya sudah engage." jawab Ransul.
"paling juga ntar balikan nih gue rasa." Dea komentar.
"tau, you guys always meant to be together tauk." tambah Aiiro.
"udah, udah, ini temennya baru tunangan ini udaaah." Ransul keki.
"ciyeee Ransulminah." Ayunda towel towel Ransul.
malemnya, Ransul dapet telfon dari Zacky V.
"so, you're engaged." katanya dari sebrang.
"yes, sir." jawab Ransul.
"and my man really doesn't stand a chance now."
"whatever." she rolls her eyes. "can we just dont talk about this?"
"okay."
"so how you doing with my girl?"
"Ayunda? she's terrific. i'm in love, sister." jawab Z sambil senyum senyum malu.
"love is the air." Ransul senyum.
"love is in the god damn air." kata Z. "you know what, i kinda miss you, we should hang out."
"yea, that sounds great."
"yea, come to studio this Friday with Ayunda."
"uh... really?"
"yea..."
"so i have to..." Ransul diem.
"see Matt?" tanya Z. "come on, we're all friends."
"well i just... it's gonna be awkward, don't you think?" tanya Ransu.
"we won't make it awkward. we're gonna have fun, trust me."
"hmmmh..." Ransul mikir sebentar. "okay, then."
"that's my girl. so i'll see you this Friday, okay?"
"okay."
"bye sis." Z nutup telfon. Tiba tiba Martin masuk kamar.
"who want some french fries?" tanya Martin sambil ngunyah kentang goreng trus duduk di kasur.
"i do." Ransul nyomot kentangnya.
"you know what, let's have a dinner on Friday night."
"honey, we have dinner everyday." jawab Ransul sambil makan kentang.
"no, dummy, i mean a frickin romantic dinner, for both of us," kata Martin. "then maybe we can do something like, you know..." mukanya naughty.
"sounds lovely, when is that?"
"Friday, night."
"uh... babe, i can't." jawab Ransul.
"what? you got a plan on Friday night?" tanya Martin.
"i do, actually."
"girls night out?" Martin tengkurep di sebelah Ransul yang lagi duduk.
"no."
"then?"
"i'm hanging out with Ayunda."
"that sounds... like a date." Martin senyum, nyolek Ransul.
"and Avenged Sevenfold." Ransul ngelanjutin.
"seriously?!" ketauan banget ekspresinya Martin menggambarkan kalo dia ngga suka.
"uh..."
TO BE CONTINUED....
Scene pertama dimulai dari Ransulminii, as we know, the main character, pacaran sama Martin Johnson. One day, when they were having breakfast, MJ proposed her.
"Ransul..." kata MJ di dapur ketika Ransul lagi bikin kopi.
"yes?" jawab Ransul sambil ngaduk kopi.
"i need to talk to you." katanya.
Ransul balik badan, "what's that?"
"uh... you see," MJ mulai, "we've been living together for several years and we haven't take the next step, so..." Martin diem.
"so?" Ransu ngeliatin Martin.
"so let's get engaged." Martin ngeluarin engagement ring dari saku celana tidurnya.
"uh... baby..." Ransul cengo.
"don't ask me if im sure about this. hell yea i am." Martin senyum. Ransul cuma ketawa. "so what do you say?"
"i... say... okay." jawab Ransul, senyum.
"ahah..." Martin make-in promise ringnya ke Ransu. "i love you..." katanya then kisses her on the lips.
"i love you too, Party Marty."
"ciyeeeee congrats yaaaa..." kata Dea waktu Diji lagi ngumpul dan Yunda cerita kalo dia jadian sama Zacky V. iya, ternyata Mike Posner cuma cinta sesaat (halah).
"ma'aciih hahahaha" jawab Yunda.
"eh guuuys i also have an announcement for you." kata Ransul.
"apaan?" tanya Aiiro.
"see this?" Ransul mamerin promise ringnya ke temen-temennya.
"noooooooo" kata Aiiro lagi. "don't tell me you're..."
"i am, actually," jawab Ransul.
"ahahaaaaa syelamat yaaa mbak Ransuul" kata Yunda.
"yomaaaaan" jawab Ransul.
"eh kapan ke Vegas lagi? kangen nih." ajak Yunda.
"mbak, saya baru engaged diajakin ke Vegas. maunya ketemu Matt lagi, have sex lagi, putus lagi, gitu?" kata Ransul.
"oiya maap maap." jawab Yunda. "eh tapi kemaren pas gue hang out sama Z di studio Matt nanyain lo tau Sul."
"yaudah sekarang bilang saya sudah engage." jawab Ransul.
"paling juga ntar balikan nih gue rasa." Dea komentar.
"tau, you guys always meant to be together tauk." tambah Aiiro.
"udah, udah, ini temennya baru tunangan ini udaaah." Ransul keki.
"ciyeee Ransulminah." Ayunda towel towel Ransul.
malemnya, Ransul dapet telfon dari Zacky V.
"so, you're engaged." katanya dari sebrang.
"yes, sir." jawab Ransul.
"and my man really doesn't stand a chance now."
"whatever." she rolls her eyes. "can we just dont talk about this?"
"okay."
"so how you doing with my girl?"
"Ayunda? she's terrific. i'm in love, sister." jawab Z sambil senyum senyum malu.
"love is the air." Ransul senyum.
"love is in the god damn air." kata Z. "you know what, i kinda miss you, we should hang out."
"yea, that sounds great."
"yea, come to studio this Friday with Ayunda."
"uh... really?"
"yea..."
"so i have to..." Ransul diem.
"see Matt?" tanya Z. "come on, we're all friends."
"well i just... it's gonna be awkward, don't you think?" tanya Ransu.
"we won't make it awkward. we're gonna have fun, trust me."
"hmmmh..." Ransul mikir sebentar. "okay, then."
"that's my girl. so i'll see you this Friday, okay?"
"okay."
"bye sis." Z nutup telfon. Tiba tiba Martin masuk kamar.
"who want some french fries?" tanya Martin sambil ngunyah kentang goreng trus duduk di kasur.
"i do." Ransul nyomot kentangnya.
"you know what, let's have a dinner on Friday night."
"honey, we have dinner everyday." jawab Ransul sambil makan kentang.
"no, dummy, i mean a frickin romantic dinner, for both of us," kata Martin. "then maybe we can do something like, you know..." mukanya naughty.
"sounds lovely, when is that?"
"Friday, night."
"uh... babe, i can't." jawab Ransul.
"what? you got a plan on Friday night?" tanya Martin.
"i do, actually."
"girls night out?" Martin tengkurep di sebelah Ransul yang lagi duduk.
"no."
"then?"
"i'm hanging out with Ayunda."
"that sounds... like a date." Martin senyum, nyolek Ransul.
"and Avenged Sevenfold." Ransul ngelanjutin.
"seriously?!" ketauan banget ekspresinya Martin menggambarkan kalo dia ngga suka.
"uh..."
TO BE CONTINUED....
Friday, December 24, 2010
What Happen In Vegas, Doesn't Always Stay In Vegas (Pt. 6)
Sudah dua minggu sejak Martin pergi dari rumah. Sementara Matt, yang tau si Ransul lagi butuh temen, menggunakan kesempatan ini untuk mencoba back on track, eeeh maksudnya deketin Ransul lagi gitu.
"sooo you've been calling me these days, hu?" tanya ransul waktu Matt nelpon dia.
"well, i kinda realize that maybe you need someone to talk, so..."
"uh... you really wanna know what i'm thinking?"
"if you don't mind." jawab Matt. "maybe you wanna start this all over again, with me, you know, maybe..."
"yeaaa, actually, no, Matt." kata Ransul. "see, i feel so guilty about this, ya know, martin has been everything to me these few years and i really wanna make it up to him."
"uh, that kinda breaks my heart..." Matt keki.
"i'm sorry, Matt." Ransul jadi ngga enak. "but what we had is over, it's been a few years, you should've moved on."
"it ain't that easy, not with you."
"dawg, you gotta face it, okay?"
"well maybe i don't wanna face it, maybe i don't wanna move on."
"dude, seriously."
"you think i'm joking?" tanya Matt.
"okay, you know what? i'm gonna hang up, okay?"
"don't hang up on me, R." kata Matt.
"whatever," then she hang up. Ah somplaaaak somplak. pikirnya dalam hati. Tiba-tiba telponnya bunyi lagi. "haloh?" sapa Ransul.
"yo, it's Paul." kata yang di sebrang.
"hey P, what's up?"
"just wanna check you out, are you feeling okay?"
"uh... yea..." jawab Ransul. "why'd you ask?"
"dude, i'm like your big brother, can't i know what you feel?"
"okaay, but you don't... usually ask me how am i feeling, especially in a night like this." jawab Ransul.
"well, you usually live with my man, and now you're alone, so i'm thinking maybe i should know if you're doing okay."
"oh, well, i'm doing okay. thank you for asking."
"okay, just let me know if you need something, okay?"
"thank you." kata Ransul. "um... how's Martin?" akhirnya dia nanya juga.
"he's fine, looks a bit miserable, but fine." jawab Paul. "you miss him, don't you?"
"kind of..." Ransul sedih.
"well, uh... i don't know what to say, but, um... it's gonna be okay, trust me."
"yea, right." jawab Ransul, sambil rolling eyes.
"well, good night, sis." kataPaul.
"night." jawab Ransul.
"she's fine, dude." kata Paul.
"did she say anything about me?" tanya Martin. Ternyata dia yang nyuruh Paul nelpon Ransul.
"well she said she missed you," jawab Paul. "seriously, dude, go home."
"should i?" Martin malah nanya. "i mean, well, i really want to, but..."
"don't be such a jerk, you do love her." Paul nabok Martin.
"yea, i do." Martin nunduk.
Keesokan paginya, Ransul nyariin bonekanya dengan mata masih tertutup di kasur. Eh, kok kayak ada orang ya? "mati lu, tipsy kagak, kok ada orang? jangan jangan pocong? masa pocong pagi pagi sih." pikirnya dalam hati. Perlahan dia balik badan, dan ngebuka mata "ya tuhan semoga itu guling... tapi kok guling keras trus kerempeng? ah semogga tetep guling..."
"loh? Martin?" Ransul kaget. ternyata orang itu adalah Martin Johnson! Ransul ngga tau harus senang atau gimana. Lalu si mas yang di maksud ngebuka matanya.
"morning..." katanya sambil ngucek ngucek mata.
"m-m-morning..." Ransu masih melongo. "how can you...?"
"uh, yeah, sorry for sneaking out, i just don't wanna wake you up." Martin garuk garuk kepala.
"did i forget to lock the door?" tanya Ransul, masih duduk di kasur sambil melongo.
"i got a key, remember?"
"uh, right." jawab Ransul. "so... why you decided to coming back?"
"well, i kinda miss this house, this bed..." jawab Martin sambil naikin selimut ke badannya. "and i don't really like sleeping alone since Paul didn't let me to sleep in his bed." dia senyum.
"hmm..." Ransul cuma senyum sambil megangin bonekanya.
"i miss you, Ransulminii..." MJ megang tangan Ransul.
"i miss you too..." jawab Ransul. "sorry for what i did back in Vegas. i was too afraid to tell you and um..."
"that's sucks, ya know? finding out your girlfriend slept with someone else, and you know i hate Matt because he's always try to take you away." kata Martin.
"yea well, let's just not talk about that, okay?"
"i bet he's been calling you these past few days."
"uh hu." Ransul ngangguk.
"jerk." kata Martin. Ransul cuma ketawa kecil.
"so... is this mean that we're okay now?" tanya Ransul.
"i don't know," jawab Martin. "we're gonna find out after i kiss you." lalu dia narik Ransul, and so they kiss.
THE END.
"sooo you've been calling me these days, hu?" tanya ransul waktu Matt nelpon dia.
"well, i kinda realize that maybe you need someone to talk, so..."
"uh... you really wanna know what i'm thinking?"
"if you don't mind." jawab Matt. "maybe you wanna start this all over again, with me, you know, maybe..."
"yeaaa, actually, no, Matt." kata Ransul. "see, i feel so guilty about this, ya know, martin has been everything to me these few years and i really wanna make it up to him."
"uh, that kinda breaks my heart..." Matt keki.
"i'm sorry, Matt." Ransul jadi ngga enak. "but what we had is over, it's been a few years, you should've moved on."
"it ain't that easy, not with you."
"dawg, you gotta face it, okay?"
"well maybe i don't wanna face it, maybe i don't wanna move on."
"dude, seriously."
"you think i'm joking?" tanya Matt.
"okay, you know what? i'm gonna hang up, okay?"
"don't hang up on me, R." kata Matt.
"whatever," then she hang up. Ah somplaaaak somplak. pikirnya dalam hati. Tiba-tiba telponnya bunyi lagi. "haloh?" sapa Ransul.
"yo, it's Paul." kata yang di sebrang.
"hey P, what's up?"
"just wanna check you out, are you feeling okay?"
"uh... yea..." jawab Ransul. "why'd you ask?"
"dude, i'm like your big brother, can't i know what you feel?"
"okaay, but you don't... usually ask me how am i feeling, especially in a night like this." jawab Ransul.
"well, you usually live with my man, and now you're alone, so i'm thinking maybe i should know if you're doing okay."
"oh, well, i'm doing okay. thank you for asking."
"okay, just let me know if you need something, okay?"
"thank you." kata Ransul. "um... how's Martin?" akhirnya dia nanya juga.
"he's fine, looks a bit miserable, but fine." jawab Paul. "you miss him, don't you?"
"kind of..." Ransul sedih.
"well, uh... i don't know what to say, but, um... it's gonna be okay, trust me."
"yea, right." jawab Ransul, sambil rolling eyes.
"well, good night, sis." kataPaul.
"night." jawab Ransul.
"she's fine, dude." kata Paul.
"did she say anything about me?" tanya Martin. Ternyata dia yang nyuruh Paul nelpon Ransul.
"well she said she missed you," jawab Paul. "seriously, dude, go home."
"should i?" Martin malah nanya. "i mean, well, i really want to, but..."
"don't be such a jerk, you do love her." Paul nabok Martin.
"yea, i do." Martin nunduk.
Keesokan paginya, Ransul nyariin bonekanya dengan mata masih tertutup di kasur. Eh, kok kayak ada orang ya? "mati lu, tipsy kagak, kok ada orang? jangan jangan pocong? masa pocong pagi pagi sih." pikirnya dalam hati. Perlahan dia balik badan, dan ngebuka mata "ya tuhan semoga itu guling... tapi kok guling keras trus kerempeng? ah semogga tetep guling..."
"loh? Martin?" Ransul kaget. ternyata orang itu adalah Martin Johnson! Ransul ngga tau harus senang atau gimana. Lalu si mas yang di maksud ngebuka matanya.
"morning..." katanya sambil ngucek ngucek mata.
"m-m-morning..." Ransu masih melongo. "how can you...?"
"uh, yeah, sorry for sneaking out, i just don't wanna wake you up." Martin garuk garuk kepala.
"did i forget to lock the door?" tanya Ransul, masih duduk di kasur sambil melongo.
"i got a key, remember?"
"uh, right." jawab Ransul. "so... why you decided to coming back?"
"well, i kinda miss this house, this bed..." jawab Martin sambil naikin selimut ke badannya. "and i don't really like sleeping alone since Paul didn't let me to sleep in his bed." dia senyum.
"hmm..." Ransul cuma senyum sambil megangin bonekanya.
"i miss you, Ransulminii..." MJ megang tangan Ransul.
"i miss you too..." jawab Ransul. "sorry for what i did back in Vegas. i was too afraid to tell you and um..."
"that's sucks, ya know? finding out your girlfriend slept with someone else, and you know i hate Matt because he's always try to take you away." kata Martin.
"yea well, let's just not talk about that, okay?"
"i bet he's been calling you these past few days."
"uh hu." Ransul ngangguk.
"jerk." kata Martin. Ransul cuma ketawa kecil.
"so... is this mean that we're okay now?" tanya Ransul.
"i don't know," jawab Martin. "we're gonna find out after i kiss you." lalu dia narik Ransul, and so they kiss.
THE END.
Wednesday, December 22, 2010
What Happen In Vegas, Doesn't Always Stay In Vegas (Pt. 5)
Martin pergi dari rumah udah 2 hari. Saat itulah Paul, temen satu bandnya martin, dateng kerumah Ransu.
"what are you doing here?" tanya Ransul begitu ngeliat Paul di depan pintu rumahnya.
"jeez, easy, i'm not here looking for MJ." jawab paul ngeliat muka Ransul yang udah persis sendal jepit keinjek (oke ngga nyambung juga). "he's in my house, actually."
"really?"
"yeah. and he asked me to take some of his clothes."
"he's not coming back, is he?"
"not in this situation."
"come in, i'll take some of his clothes." Ransul akhirnya nyuruh Paul masuk.
"your house looks so... clean." Paul komentar begitu dia liat lantai dua di rumah Ransul keliatan bersih dan rapih.
"well, you know Martin is the only person who likes to mess up this house." katanya sambil ngasih sekaleng bir ke Paul. "wait a second, i'll take his clothes". lalu Ransul pun masuk kamar untuk ngambil beberapa baju buat Martin.
Ngga lama kemudian, Ransul keluar sambil bawa satu tas yang isinya baju dan fridge kecil punya Martin yang isinya cuma muat dua kaleng Red Bull.
"here you go, give this to him, i know he missed it." katanya sambil ngasihin barang barang tadi ke Paul.
"i'll give it to him." kata Paul.
"also, tell him to change his underwear, you know him..."
"totally, R, i'll take care of your boyfriend."
"thank you," jawab Ransul duduk di sebelah Paul. "but i might not be his girlfriend anymore."
"not really, i mean... you guys have been together for several years, it's not that easy." kata Paul. "but seriously, how did it happen? ya know, you, and Matt..."
"ukh yeah, that..." Ransul narik napas, "are you gonna believe me if i tell you it was an accident?"
"was it?" Paul nanya balik.
"yea, it was. actually, i really didn't remember how did it happen..." dan begitulah Ransul menceritakan kejadiannya.
"uh... i actually don't know what to say." Paul komentar. "and if i were MJ, i'd probably do the same thing he does right now, i mean... your girlfriend just fucked her ex boyfriend..."
"i know, and i can't blame such a beautiful city like Vegas for this." Ransul nunduk.
"right."
"do you think he'll take me back?"
"there's always a possibility, but not now, i guess." Paul nenggak birnya. "anyway, sis, i gotta go, this man is probably waiting for his clothes."
"yeah, sure."
"just... let me know if there's anything you need, okay?"
"you sure still wanna help me after the thing i did to your frontman?"
"yo, we're like brother and sister, duh!" Paul menepuk bahu Ransul pelan.
"thank you, uncle Poolie." Ransul senyum. Lalu Paul pun pulang kerumahnya.
iseng, Ransul nelfon Ayunda.
"halo?" sapa Yunda di telfon.
"Yuncuu ini Ransul." kata Ransul.
"eeeh ada apa mbak Ransul?"
"iseng aja, lagi ngapain mbak?"
"baru balik nih."
"dari mana?"
"rumahnya Mike." mukanya si Yunda berubah sumringah.
"ejiyeee sekarang udah jadi kekasih yakaan ahahahaha."
"aaaa mbaknyaa..." Yunda keki. "eh mbak maap ya waktu itu saya tidur di depan pintu kamar."
"iye, abis ngapain sih emang ampe tidur disitu?"
"yaaa biasa, namanya juga anak remaja."
"anjir ahahaha." Ransul ketawa. Eh tiba-tiba dia ngeliat ada hp di sofanya. "yah, ketinggalan nih."
"apaan yg ketinggalan, Sul?"
"anu, tadi Paul kesini ngambil baju, trus hp-nya ketinggalan."
"bajunya Martin?"
"he eh. ude ye, gue mau anterin hp dulu. dadaaaah." Ransul nutup telfon, lalu langsung capcus kerumah Paul.
Sampe dirumah Paul, Ransu membunyikan bel. terdengar ada suara dari dalem rumahnya.
"comiiiing!" kata suara yg di dalem, lalu pintu di buka. Ternyata itu tadi suara Martin. Pantesan Ransu kayak kenal sama suara tadi.
"uh... Martin..." Ransul keki abis.
"what do you want?" ini si Martin kayaknya udah empet banget ngeliat Ransul.
"i wanna give this to Paul," Ransul nyodorin hp-nya Paul. "he left it when he came to my house."
Martin narik napas, "come in." katanya.
"no need, just give this to him." kata Ransul. Martin baru mau ngambil hp itu ketika Paul muncul.
"hey... Ransul..." sapa Paul yang ngeliat Ransul lagi berdiri di depan pintu. Martin pun minggir, tapi ngga pergi dari situ.
"Paul," kata Ransul nyapa balik. "you left your cellphone at my house earlier." katanya ngasih hp ke Paul.
"oh, thank you so much, sis." paul ngambil hp-nya dari tangan Ransul. "you wanna come in?"
"no, thanks. besides, your friend might not wanna see me." katanya sambil ngeliat ke Martin. Yang diliatin cuma diem, keki. "bye Paul."
"bye." jawab Paul, ikutan keki. Tanpa ngeliat dan pamit ke Martin, Ransul lalu pulang.
Males pulang, Ransul mampir sebentar ke Coffee Shop deket rumah. Eeeh ngga disangka-sangka, ketemu dia sama Matt, dia pun nyamperin Ransul yg lagi sendirian.
"Ransul..." sapa Matt.
"alamaaaak what are you doing here?" Ransul kaget.
"just stopping by, buying some coffee, the i saw you sere sitting alone." jawab Matt. "can i sit here?"
"uh... yea."
"so how's Martin? is everything okay?" tanya Matt.
"we broke up."
"really?" ngga tau kenapa mukanya Matt agak agak senang saat itu.
"well, he didn't really say it, but uh..."
"you guys are not talking to each other anymore."
"yea, and he left my house." tambah Ransul.
"i'm sorry." kata Matt.
"mm-hm..." jawab ransul seadanya. "by the way, Matt, i gotta go. i kinda tired."
"okay." jawab Matt.
"bye." lalu Ransul pergi ninggalin Matt. Sebenernya dia ngga capek, cuma lagi agak males aja ketemu sama Matt. Pasti omongannya ngga jauh jauh dari apa yang sudah mereka lakukan di Vegas and Ransul feel really bad about it.
TO BE CONTINUED...
"what are you doing here?" tanya Ransul begitu ngeliat Paul di depan pintu rumahnya.
"jeez, easy, i'm not here looking for MJ." jawab paul ngeliat muka Ransul yang udah persis sendal jepit keinjek (oke ngga nyambung juga). "he's in my house, actually."
"really?"
"yeah. and he asked me to take some of his clothes."
"he's not coming back, is he?"
"not in this situation."
"come in, i'll take some of his clothes." Ransul akhirnya nyuruh Paul masuk.
"your house looks so... clean." Paul komentar begitu dia liat lantai dua di rumah Ransul keliatan bersih dan rapih.
"well, you know Martin is the only person who likes to mess up this house." katanya sambil ngasih sekaleng bir ke Paul. "wait a second, i'll take his clothes". lalu Ransul pun masuk kamar untuk ngambil beberapa baju buat Martin.
Ngga lama kemudian, Ransul keluar sambil bawa satu tas yang isinya baju dan fridge kecil punya Martin yang isinya cuma muat dua kaleng Red Bull.
"here you go, give this to him, i know he missed it." katanya sambil ngasihin barang barang tadi ke Paul.
"i'll give it to him." kata Paul.
"also, tell him to change his underwear, you know him..."
"totally, R, i'll take care of your boyfriend."
"thank you," jawab Ransul duduk di sebelah Paul. "but i might not be his girlfriend anymore."
"not really, i mean... you guys have been together for several years, it's not that easy." kata Paul. "but seriously, how did it happen? ya know, you, and Matt..."
"ukh yeah, that..." Ransul narik napas, "are you gonna believe me if i tell you it was an accident?"
"was it?" Paul nanya balik.
"yea, it was. actually, i really didn't remember how did it happen..." dan begitulah Ransul menceritakan kejadiannya.
"uh... i actually don't know what to say." Paul komentar. "and if i were MJ, i'd probably do the same thing he does right now, i mean... your girlfriend just fucked her ex boyfriend..."
"i know, and i can't blame such a beautiful city like Vegas for this." Ransul nunduk.
"right."
"do you think he'll take me back?"
"there's always a possibility, but not now, i guess." Paul nenggak birnya. "anyway, sis, i gotta go, this man is probably waiting for his clothes."
"yeah, sure."
"just... let me know if there's anything you need, okay?"
"you sure still wanna help me after the thing i did to your frontman?"
"yo, we're like brother and sister, duh!" Paul menepuk bahu Ransul pelan.
"thank you, uncle Poolie." Ransul senyum. Lalu Paul pun pulang kerumahnya.
iseng, Ransul nelfon Ayunda.
"halo?" sapa Yunda di telfon.
"Yuncuu ini Ransul." kata Ransul.
"eeeh ada apa mbak Ransul?"
"iseng aja, lagi ngapain mbak?"
"baru balik nih."
"dari mana?"
"rumahnya Mike." mukanya si Yunda berubah sumringah.
"ejiyeee sekarang udah jadi kekasih yakaan ahahahaha."
"aaaa mbaknyaa..." Yunda keki. "eh mbak maap ya waktu itu saya tidur di depan pintu kamar."
"iye, abis ngapain sih emang ampe tidur disitu?"
"yaaa biasa, namanya juga anak remaja."
"anjir ahahaha." Ransul ketawa. Eh tiba-tiba dia ngeliat ada hp di sofanya. "yah, ketinggalan nih."
"apaan yg ketinggalan, Sul?"
"anu, tadi Paul kesini ngambil baju, trus hp-nya ketinggalan."
"bajunya Martin?"
"he eh. ude ye, gue mau anterin hp dulu. dadaaaah." Ransul nutup telfon, lalu langsung capcus kerumah Paul.
Sampe dirumah Paul, Ransu membunyikan bel. terdengar ada suara dari dalem rumahnya.
"comiiiing!" kata suara yg di dalem, lalu pintu di buka. Ternyata itu tadi suara Martin. Pantesan Ransu kayak kenal sama suara tadi.
"uh... Martin..." Ransul keki abis.
"what do you want?" ini si Martin kayaknya udah empet banget ngeliat Ransul.
"i wanna give this to Paul," Ransul nyodorin hp-nya Paul. "he left it when he came to my house."
Martin narik napas, "come in." katanya.
"no need, just give this to him." kata Ransul. Martin baru mau ngambil hp itu ketika Paul muncul.
"hey... Ransul..." sapa Paul yang ngeliat Ransul lagi berdiri di depan pintu. Martin pun minggir, tapi ngga pergi dari situ.
"Paul," kata Ransul nyapa balik. "you left your cellphone at my house earlier." katanya ngasih hp ke Paul.
"oh, thank you so much, sis." paul ngambil hp-nya dari tangan Ransul. "you wanna come in?"
"no, thanks. besides, your friend might not wanna see me." katanya sambil ngeliat ke Martin. Yang diliatin cuma diem, keki. "bye Paul."
"bye." jawab Paul, ikutan keki. Tanpa ngeliat dan pamit ke Martin, Ransul lalu pulang.
Males pulang, Ransul mampir sebentar ke Coffee Shop deket rumah. Eeeh ngga disangka-sangka, ketemu dia sama Matt, dia pun nyamperin Ransul yg lagi sendirian.
"Ransul..." sapa Matt.
"alamaaaak what are you doing here?" Ransul kaget.
"just stopping by, buying some coffee, the i saw you sere sitting alone." jawab Matt. "can i sit here?"
"uh... yea."
"so how's Martin? is everything okay?" tanya Matt.
"we broke up."
"really?" ngga tau kenapa mukanya Matt agak agak senang saat itu.
"well, he didn't really say it, but uh..."
"you guys are not talking to each other anymore."
"yea, and he left my house." tambah Ransul.
"i'm sorry." kata Matt.
"mm-hm..." jawab ransul seadanya. "by the way, Matt, i gotta go. i kinda tired."
"okay." jawab Matt.
"bye." lalu Ransul pergi ninggalin Matt. Sebenernya dia ngga capek, cuma lagi agak males aja ketemu sama Matt. Pasti omongannya ngga jauh jauh dari apa yang sudah mereka lakukan di Vegas and Ransul feel really bad about it.
TO BE CONTINUED...
Tuesday, December 21, 2010
What Happen In Vegas, Doesn't Always Stay In Vegas (Pt. 4)
Sudah seminggu lebih sejak kejadian di Vegas antara Ransu dan Matt. Mereka pun jarang menghubungi satu sama lain, paling banter cuma lewat IM doang. Jadi, bisa dibilang things are fine this time.
Martin harus pergi ke Boston karna ada show disana. Jadi Ransu ditinggal sendirian di rumah.
"alamaaak bete amat sendirian dirumah ye." kata ransu pada dirinya sendiri. Seharian dia cuma nonton TV, mau jalan jalan juga males kalo sendirian. Lagi kayak gitu, tiba tiba si Aiiro telfon.
"halo?" sapa Ransul.
"mbaaak, kongkow yuk." ajak Aiiro.
"wah ayok deh, daripada gue sendirian dirumah," Ransul langsung semangat. "mau kemana?"
"biasa, coffee shop deket rumah." jhawab Aiiro. "ketemuan disana ye sama yang lain juga."
"okeee." lalu Ransul nutup telfon, dan bersiap siap pergi ke coffee shop deket rumah untuk hang out sama teman temannya.
Sampe di Coffee Shop...
"Gimana? ngga ketauan kan? udah seminggu." tanya Aiiro ke Ransul.
"sukurlah, ngga ketauan." jawab Ransul. Tiba-tiba Ayunda dateng, mukanya sumringah kesenengan.
"ngapa deh lu nyet? girang amat." tanya Dea begitu ngeliat tetangganya begitu girang.
"eheeemmm... hehehe..." Yunda cuma ketawa.
"kejedot kali." Amel komentar.
"kenapa sih lu?" tanya Ransul.
"anu... hehe..." Yunda duduk, "tadi gue ketemu Mike Posner ahahaha."
"ebuseet" kata Ransul. "ketemu dimana?"
"di depan, tadi. dia mau masuk juga. ehehe."
"pantesan lu seneng banget." kata Aiiro. Yunda lagi-lagi nyengir.
"eh kita sleepover dirumah Ransul yuk. Kasian doi sendirian di rumahnya." ajak Dea.
"emang pacar lu kemana?" tanya Yunda.
"ada show di kampung halamannya." jawab Ransul.
"ooh. ayok deh." Yunda setuju. "ajak Mike boleh ya?" katanya. Yunda sebenernya udah kenal lama sama Mike, dan belakangan punya crush sama itu orang, tapi ngga berani bilang.
"okelah, tapi masa dia doang cowonya?" kata Ransul.
"ntar gue ajak Ian deh." kata Aiiro. ian yang di maksud disini adalah Ian Somerhalder, pacarnya Aiiro.
"Amel, ajak Gabe juga, biar rame." usul Ransul.
"oke." jawab Amel.
"wah, kalo gitu gue ajak Cory deh." Kata Dea.
"Cory Monteith? kirain gue lo sama Johnny sekarang." Ransu melongo.
"iya, bukannya waktu di Vegas..." Aiiro mikir.
"iye ini baru tiga hari jadiannya ehehe." Dea nyengir.
"ebuseet... cacat lu nyet." kata Yunda.
"biarin yang penting kan gue ngga selingkuh." jawab Dea.
"sompreeet! nyindir gue lu ye?" Ransu keki.
"eeeeh ngga maksud, Sul, sumpah." kata Dea.
"udaah, ntar malem kita ke rumah mbak Ransul bawa apaan gitu biar bisa party sekalian." usul Yunda.
"boleh juga." jawab yang lain.
malemnya, teman-teman Ransul dateng bareng sama anak cowoknya. Mereka pun ber-party party kecil biar ngga garing. Tapi semuanya berdua, jadi Ransul agak bosen juga karna berasa jadi ban bajay di rumah sendiri. "adeeeh salah nih ngebolehin anak-anak bawa pacar." pikirnya dalem hati. Tiba-tiba telfon rumahnya berdering.
"halo?" sapa Ransul.
"hey baby, how you doin?" ternyata itu Martin.
"heeey, just hang out with the girls and their boyfriends. how's Boston?"
"it's cool, it's been awhile since i left Boston." jawab Martin dari sebrang.
"eheh, i never asked you to move in, remember that." Ransu senyum.
"i know." jawab Martin. "by the way, i think i won't be home tomorrow, my father is sick so i have to take care of him."
"ah what a bummer. ya know, everyone starts cuddling with their own guy here except me." kata Ransul.
"you're not supposed to asked them to bring their guy."
"i know." jawab Ransul.
"well, i'll call ya later, okay?" kata Martin. "take care."
"yea, you too." Ransul nutup telfonnya, lalu kembali bermain bersama teman-temannya.
Bangun pagi, Ransul merasa ada orang di sebelahnya. "OMFG, jangan bilang kejadian di Vegas keulang lagi tapi sekarang sama salah satu pacarnya temen gue sendiri, oh snaaaap." Ransul ngga berani nengok. Tapi karena penasaran, akhirnya dia balik badan juga.
"alamaaaak..." Ransu kaget ngeliat Aiiro dan Ian lagi tidur di kasurnya. Tiba-tiba Ian bangun.
"uuhh... hey, Ransul." katanya dengan muka kusut dan agak agak tipsy.
"uh... hey... Ian." Ransul pun bangun dari tempat tidur karna jadi berasa abis threesome, soalnya si Ian tidurnya di tengah tengah Ransul sama Aiiro.
begitu buka pintu, Ransul kesandung, lalu jatoh. "anjiiir!" teriaknya pas jatoh. "astaganagabonaaar..." ternyata dia kesandung Ayunda dan Mike yang lagi tidur di depan pintu kamarnya. "ini orang pada kagak tau gue punya kamar tamu apa gimana sih ceritanya?" katanya ke diri sendiri begitu ngeliat temen-temennya yang lain juga tidur ngga pada tempatnya.
"dude, sorry for making your place so fucked up." tiba-tiba Ian ada di belakang Ransul.
"hah, iye, ngga apa apa. eh, i mean, no problem." Ransul masih melongo.
"um, by the way, do you have some milk?" tanya Ian sambil garuk garuk ketek.
"y-yea it's in the fridge." jawab Ransul dengan tampang 'ewh'.
"thanks." lalu Ian turun ke lantai bawah menuju dapur buat ngambil susu.
Setelah semuanya pulang, dan setelah selesai beresin rumah, Ransul ke kamar. "online aaah" pikirnya. eeeh, emang nasip, ternyata Matt juga lagi ol. jadilah mereka berbincang bincang.
Matt : how are you?
Ransul : fine.
Matt : is your boyfriend there?
Ransul : no, he's on tour. why?
Matt : nuthin, just ask.
begitulah mereka chatting sampe lumayan lama sampe tiba-tiba bel rumah Ransul bunyi. "ni kalo ngga Aiiro ketinggalan kancut, atau salah satu dari mereka ketinggalan barang kali." pikir Ransul. Tapi ketika buka pintu, yang ada di depannya ternyata Martin.
"i thought you're coming home tomorrow." Ransul kaget.
"yea, well... i left my dad alone, because i kinda miss you." jawab Martin. "no, i'm kidding. he's getting better, and i asked my cousin to take care of him, so, it's fine."
"that's great." kata Ransul. lalu mereka masuk ke Rumah.
Selesai mandi, Martin iseng buka laptopnya Ransul. Goblok, dia lupa matiin laptopnya, jadi masih ada history chat antara dia dan Matt. isinya kurang lebih begini :
M : so your boyfriend still didn't know what happen, hu?
R : yeah, thank god. no more get drunk in Vegas.
M : ahah, just so you know i look forward to it.
R : ah, only this time i remember everything, hu?
M : yeah...
R : accident don't happen twice, Matt
M : lol. that sex accident should.
begitulah, tiba-tiba Ransul masuk kamar dan memergoki Martin lagi ngeliat laptopnya, dia langsung inget belom matiin itu laptop dari tadi pas chatting.
"uh, bub..." Ransul manggil MJ.
"sex accident?" Martin looks furious.
"shit, uh..." Ransul langsung ngeri sendiri. matilah awak ni gimanaaa. katanya dalam hati.
"you'd better come up with a good explanation, Ransul." kata Martin.
"i-it was an accident, okay?" Ransul ngejelasin. "i didn't even remember doing it."
"really? then you shouldn't have hang out with an ex boyfriend."
"MJ... i-i..." ransu bingung mau ngomong apa.
"whatever, i'm outta here." martin lalu pergi ninggalin Ransul yang cuma bengong dan menyesali perbuatannya (sa'elaah). yea, it doesn't always stay in Vegas. Buktinya ketauan sama Martin.
TO BE CONTINUED...
Martin harus pergi ke Boston karna ada show disana. Jadi Ransu ditinggal sendirian di rumah.
"alamaaak bete amat sendirian dirumah ye." kata ransu pada dirinya sendiri. Seharian dia cuma nonton TV, mau jalan jalan juga males kalo sendirian. Lagi kayak gitu, tiba tiba si Aiiro telfon.
"halo?" sapa Ransul.
"mbaaak, kongkow yuk." ajak Aiiro.
"wah ayok deh, daripada gue sendirian dirumah," Ransul langsung semangat. "mau kemana?"
"biasa, coffee shop deket rumah." jhawab Aiiro. "ketemuan disana ye sama yang lain juga."
"okeee." lalu Ransul nutup telfon, dan bersiap siap pergi ke coffee shop deket rumah untuk hang out sama teman temannya.
Sampe di Coffee Shop...
"Gimana? ngga ketauan kan? udah seminggu." tanya Aiiro ke Ransul.
"sukurlah, ngga ketauan." jawab Ransul. Tiba-tiba Ayunda dateng, mukanya sumringah kesenengan.
"ngapa deh lu nyet? girang amat." tanya Dea begitu ngeliat tetangganya begitu girang.
"eheeemmm... hehehe..." Yunda cuma ketawa.
"kejedot kali." Amel komentar.
"kenapa sih lu?" tanya Ransul.
"anu... hehe..." Yunda duduk, "tadi gue ketemu Mike Posner ahahaha."
"ebuseet" kata Ransul. "ketemu dimana?"
"di depan, tadi. dia mau masuk juga. ehehe."
"pantesan lu seneng banget." kata Aiiro. Yunda lagi-lagi nyengir.
"eh kita sleepover dirumah Ransul yuk. Kasian doi sendirian di rumahnya." ajak Dea.
"emang pacar lu kemana?" tanya Yunda.
"ada show di kampung halamannya." jawab Ransul.
"ooh. ayok deh." Yunda setuju. "ajak Mike boleh ya?" katanya. Yunda sebenernya udah kenal lama sama Mike, dan belakangan punya crush sama itu orang, tapi ngga berani bilang.
"okelah, tapi masa dia doang cowonya?" kata Ransul.
"ntar gue ajak Ian deh." kata Aiiro. ian yang di maksud disini adalah Ian Somerhalder, pacarnya Aiiro.
"Amel, ajak Gabe juga, biar rame." usul Ransul.
"oke." jawab Amel.
"wah, kalo gitu gue ajak Cory deh." Kata Dea.
"Cory Monteith? kirain gue lo sama Johnny sekarang." Ransu melongo.
"iya, bukannya waktu di Vegas..." Aiiro mikir.
"iye ini baru tiga hari jadiannya ehehe." Dea nyengir.
"ebuseet... cacat lu nyet." kata Yunda.
"biarin yang penting kan gue ngga selingkuh." jawab Dea.
"sompreeet! nyindir gue lu ye?" Ransu keki.
"eeeeh ngga maksud, Sul, sumpah." kata Dea.
"udaah, ntar malem kita ke rumah mbak Ransul bawa apaan gitu biar bisa party sekalian." usul Yunda.
"boleh juga." jawab yang lain.
malemnya, teman-teman Ransul dateng bareng sama anak cowoknya. Mereka pun ber-party party kecil biar ngga garing. Tapi semuanya berdua, jadi Ransul agak bosen juga karna berasa jadi ban bajay di rumah sendiri. "adeeeh salah nih ngebolehin anak-anak bawa pacar." pikirnya dalem hati. Tiba-tiba telfon rumahnya berdering.
"halo?" sapa Ransul.
"hey baby, how you doin?" ternyata itu Martin.
"heeey, just hang out with the girls and their boyfriends. how's Boston?"
"it's cool, it's been awhile since i left Boston." jawab Martin dari sebrang.
"eheh, i never asked you to move in, remember that." Ransu senyum.
"i know." jawab Martin. "by the way, i think i won't be home tomorrow, my father is sick so i have to take care of him."
"ah what a bummer. ya know, everyone starts cuddling with their own guy here except me." kata Ransul.
"you're not supposed to asked them to bring their guy."
"i know." jawab Ransul.
"well, i'll call ya later, okay?" kata Martin. "take care."
"yea, you too." Ransul nutup telfonnya, lalu kembali bermain bersama teman-temannya.
Bangun pagi, Ransul merasa ada orang di sebelahnya. "OMFG, jangan bilang kejadian di Vegas keulang lagi tapi sekarang sama salah satu pacarnya temen gue sendiri, oh snaaaap." Ransul ngga berani nengok. Tapi karena penasaran, akhirnya dia balik badan juga.
"alamaaaak..." Ransu kaget ngeliat Aiiro dan Ian lagi tidur di kasurnya. Tiba-tiba Ian bangun.
"uuhh... hey, Ransul." katanya dengan muka kusut dan agak agak tipsy.
"uh... hey... Ian." Ransul pun bangun dari tempat tidur karna jadi berasa abis threesome, soalnya si Ian tidurnya di tengah tengah Ransul sama Aiiro.
begitu buka pintu, Ransul kesandung, lalu jatoh. "anjiiir!" teriaknya pas jatoh. "astaganagabonaaar..." ternyata dia kesandung Ayunda dan Mike yang lagi tidur di depan pintu kamarnya. "ini orang pada kagak tau gue punya kamar tamu apa gimana sih ceritanya?" katanya ke diri sendiri begitu ngeliat temen-temennya yang lain juga tidur ngga pada tempatnya.
"dude, sorry for making your place so fucked up." tiba-tiba Ian ada di belakang Ransul.
"hah, iye, ngga apa apa. eh, i mean, no problem." Ransul masih melongo.
"um, by the way, do you have some milk?" tanya Ian sambil garuk garuk ketek.
"y-yea it's in the fridge." jawab Ransul dengan tampang 'ewh'.
"thanks." lalu Ian turun ke lantai bawah menuju dapur buat ngambil susu.
Setelah semuanya pulang, dan setelah selesai beresin rumah, Ransul ke kamar. "online aaah" pikirnya. eeeh, emang nasip, ternyata Matt juga lagi ol. jadilah mereka berbincang bincang.
Matt : how are you?
Ransul : fine.
Matt : is your boyfriend there?
Ransul : no, he's on tour. why?
Matt : nuthin, just ask.
begitulah mereka chatting sampe lumayan lama sampe tiba-tiba bel rumah Ransul bunyi. "ni kalo ngga Aiiro ketinggalan kancut, atau salah satu dari mereka ketinggalan barang kali." pikir Ransul. Tapi ketika buka pintu, yang ada di depannya ternyata Martin.
"i thought you're coming home tomorrow." Ransul kaget.
"yea, well... i left my dad alone, because i kinda miss you." jawab Martin. "no, i'm kidding. he's getting better, and i asked my cousin to take care of him, so, it's fine."
"that's great." kata Ransul. lalu mereka masuk ke Rumah.
Selesai mandi, Martin iseng buka laptopnya Ransul. Goblok, dia lupa matiin laptopnya, jadi masih ada history chat antara dia dan Matt. isinya kurang lebih begini :
M : so your boyfriend still didn't know what happen, hu?
R : yeah, thank god. no more get drunk in Vegas.
M : ahah, just so you know i look forward to it.
R : ah, only this time i remember everything, hu?
M : yeah...
R : accident don't happen twice, Matt
M : lol. that sex accident should.
begitulah, tiba-tiba Ransul masuk kamar dan memergoki Martin lagi ngeliat laptopnya, dia langsung inget belom matiin itu laptop dari tadi pas chatting.
"uh, bub..." Ransul manggil MJ.
"sex accident?" Martin looks furious.
"shit, uh..." Ransul langsung ngeri sendiri. matilah awak ni gimanaaa. katanya dalam hati.
"you'd better come up with a good explanation, Ransul." kata Martin.
"i-it was an accident, okay?" Ransul ngejelasin. "i didn't even remember doing it."
"really? then you shouldn't have hang out with an ex boyfriend."
"MJ... i-i..." ransu bingung mau ngomong apa.
"whatever, i'm outta here." martin lalu pergi ninggalin Ransul yang cuma bengong dan menyesali perbuatannya (sa'elaah). yea, it doesn't always stay in Vegas. Buktinya ketauan sama Martin.
TO BE CONTINUED...
What Happen In Vegas, Doesn't Always Stay In Vegas (Pt. 3)
Terakhir, Martin nelfon Ransul dari rumah mereka di California buat nanya kabarnya. and here's what happen next...
Ransul dan teman-teman wanitanya akan meninggalkan Vegas sore ini. jadi sebelum pulang, dia nemuin Matt di suite roomnya Avenged Sevenfold untuk say good bye.
"so you're going back to CA today?" tanya Matt.
"yeah," jawab Ransul.
"okay." mereka berdua pun terdiam untuk beberapa saat.
"Martin called me yesterday." Ransu cerita.
"he didn't ask you about sleeping with your ex boyfriend, did he?" Matt senyum.
"he actually did," jawab Ransu. Matt melongo. "not with an ex, well actually he was joking." kata Ransu lagi. Matt cuma nyengir keki.
"eheh, you almost got me, you know that?" kata Matt.
"so did he," jawab Ransul, "i was kinda panic when he asked me about that. thank god he said he was joking." katanya lalu senyum.
"do you regret it, R?" tanya Matt.
"regret what?"
"this. what happened that night."
"uh... how can i regret it if i didn't even remember it?"
"well if you did, do you regret it?" Matt ngeliatin Ransul.
"u-uh? umm..." Ransu melongo. Matt cuma diem ngeliatin dia. "actually, i uh, i dont know." katanya.
"umm... for what it's worth, i don't regret it." kata Matt.
"umm... i dont know what to say, Matt."
"you don't have to say anything." tiba-tiba Matt nyium Ransul. a kiss, on the lips.
"uh... um... Matt..." Ransu keki.
"have a save flight back to CA." Matt senyum.
"uh... thanks," jawab Ransul. "i- i gotta go." lalu dia pergi.
Well, that guy is actually want her back. but she's got a boyfriend now.
Di pesawat, Ransul terus mikirin tentang Vegas, Matt, dan Martin. "ini gimanaaa yak kalo ketauan sama Martin? aaah i'm so dead." pikirnya dalam hati.
"ciyee galau nih Ransul." Kata Dea yang duduk di sebelahnya.
"sompret lu." Ransul nabok Dea.
"udaah lupain aja, what happen in Vegas, stays in Vegas, you know?" Dea mencoba menghibur.
"yaa saya juga maunya begitu mbaaak." jawab Ransul.
Sampe di California, Ransul udah ditunggu sama Martin. Ngeliat pacarnya lagi berdiri nungguin dia, Ransul keki setengah mati, takut ditanya tanya.
"aduh ada Martin gimana dong?" katanya.
"santai, Sul, jangan grogi." jawab Dea.
"iya iya, oke." Ransul narik napas panjang, lalu nyapa pacarnya itu. "hey baby." katanya sambil tersenyum.
"heeeey how's it going?" Martin nyium Ransul. "i miss you, ya know?"
"yea i miss you too." Ransul senyum, fake smile, yeah.
Martin lagi nonton pertandingan basket di TV ketika Ransul nyamperin dia dan duduk di sebelahnya.
"hey sweetie." Martin nengok ke Ransul. Ransul cuma senyum. Dia pun ikutan nonton pertandingan basket yang lagi di tonton Martin.
"by the way, Paul called." kata Ransu. "he asked if you can go hang out with the boys tomorrow."
"umm... i dont think so." jawab Martin.
"why not? i mean, you usually hang out with them on Friday."
"yea, but i kinda feel like staying home, with you." katanya lalu ngerangkul Ransul yang jadi ngga enak mengingat apa yang sudah dilakukannya di Vegas.
"ehe, that's very nice." Ransul senyum, lalu nyenderin kepalanya di bahu Martin.
Malemnya, Ransu baru mau memejamkan mata ketika tiba-tiba ada sms masuk ke hpnya. ternyata dari Matt. Dan dia bilang "i kinda miss ya". Ransul cuma menghela napas, dan langsung ngapus sms itu, takut kalo Martin baca. "adeeeeh ribet nih urusannya kalo begini." pikir Ransul dalam hati.
TO BE CONTINUED...
Ransul dan teman-teman wanitanya akan meninggalkan Vegas sore ini. jadi sebelum pulang, dia nemuin Matt di suite roomnya Avenged Sevenfold untuk say good bye.
"so you're going back to CA today?" tanya Matt.
"yeah," jawab Ransul.
"okay." mereka berdua pun terdiam untuk beberapa saat.
"Martin called me yesterday." Ransu cerita.
"he didn't ask you about sleeping with your ex boyfriend, did he?" Matt senyum.
"he actually did," jawab Ransu. Matt melongo. "not with an ex, well actually he was joking." kata Ransu lagi. Matt cuma nyengir keki.
"eheh, you almost got me, you know that?" kata Matt.
"so did he," jawab Ransul, "i was kinda panic when he asked me about that. thank god he said he was joking." katanya lalu senyum.
"do you regret it, R?" tanya Matt.
"regret what?"
"this. what happened that night."
"uh... how can i regret it if i didn't even remember it?"
"well if you did, do you regret it?" Matt ngeliatin Ransul.
"u-uh? umm..." Ransu melongo. Matt cuma diem ngeliatin dia. "actually, i uh, i dont know." katanya.
"umm... for what it's worth, i don't regret it." kata Matt.
"umm... i dont know what to say, Matt."
"you don't have to say anything." tiba-tiba Matt nyium Ransul. a kiss, on the lips.
"uh... um... Matt..." Ransu keki.
"have a save flight back to CA." Matt senyum.
"uh... thanks," jawab Ransul. "i- i gotta go." lalu dia pergi.
Well, that guy is actually want her back. but she's got a boyfriend now.
Di pesawat, Ransul terus mikirin tentang Vegas, Matt, dan Martin. "ini gimanaaa yak kalo ketauan sama Martin? aaah i'm so dead." pikirnya dalam hati.
"ciyee galau nih Ransul." Kata Dea yang duduk di sebelahnya.
"sompret lu." Ransul nabok Dea.
"udaah lupain aja, what happen in Vegas, stays in Vegas, you know?" Dea mencoba menghibur.
"yaa saya juga maunya begitu mbaaak." jawab Ransul.
Sampe di California, Ransul udah ditunggu sama Martin. Ngeliat pacarnya lagi berdiri nungguin dia, Ransul keki setengah mati, takut ditanya tanya.
"aduh ada Martin gimana dong?" katanya.
"santai, Sul, jangan grogi." jawab Dea.
"iya iya, oke." Ransul narik napas panjang, lalu nyapa pacarnya itu. "hey baby." katanya sambil tersenyum.
"heeeey how's it going?" Martin nyium Ransul. "i miss you, ya know?"
"yea i miss you too." Ransul senyum, fake smile, yeah.
Martin lagi nonton pertandingan basket di TV ketika Ransul nyamperin dia dan duduk di sebelahnya.
"hey sweetie." Martin nengok ke Ransul. Ransul cuma senyum. Dia pun ikutan nonton pertandingan basket yang lagi di tonton Martin.
"by the way, Paul called." kata Ransu. "he asked if you can go hang out with the boys tomorrow."
"umm... i dont think so." jawab Martin.
"why not? i mean, you usually hang out with them on Friday."
"yea, but i kinda feel like staying home, with you." katanya lalu ngerangkul Ransul yang jadi ngga enak mengingat apa yang sudah dilakukannya di Vegas.
"ehe, that's very nice." Ransul senyum, lalu nyenderin kepalanya di bahu Martin.
Malemnya, Ransu baru mau memejamkan mata ketika tiba-tiba ada sms masuk ke hpnya. ternyata dari Matt. Dan dia bilang "i kinda miss ya". Ransul cuma menghela napas, dan langsung ngapus sms itu, takut kalo Martin baca. "adeeeeh ribet nih urusannya kalo begini." pikir Ransul dalam hati.
TO BE CONTINUED...
Subscribe to:
Posts (Atom)