Sunday, July 17, 2011

Wild Ride (part 7)

Mereka harusnya udah nyampe Vegas hari itu, tapi musti berenti dulu karna JC kebelet boker. yaudah jadi mereka berhenti di sebuah Rest Stop, nungguin JC eek, sekalian siapa tau Jason Berry udah deket jadi bisa catch up.
Brian lagi menghisap Marlboronya ketika hp-nya bunyi. Ternyata telfon dari JB.
"yo, where you at, man?" sapa Brian.
"almost there," jawab JB. "you guys don't leave without me, okay?"
"you got it." then he hang up. Ngga lama Matt bilang ke semuanya kalo Ben Kowalewicz akan menemui mereka di Vegas untuk ngasih hadiah kecil buat Zacky V dan Yuncuk yang baru bertunangan.
"really? Ben is joining us?" tanya Dea antusias.
"someone's excited." Ransul ngelirik ke Dea.
"sssst, zip it." Dea senyum keki. Ransul cuma ketawa.
"dont tell me you're having a crush on Ben." kata Brian ke Dea.
"what? no!" Jawab Dea buru buru, keki.
"you sure?" Brian nyolek Dea.
"yesssss, Brian." jawab Dea. Lagi lagi Ransul cuma ketawa.
"hey guys..." sapa JC yang baru kelar eek.
"JC my maaaaan, whaddup, you want me to wipe your ass?" tanya Brian sambil nyengir.
"ha ha. thank you, ass hole." jawab Johnny, mukanya nyolot. "where the hell is JB anyway?"
"i dont know..." Baru aja Brian ngomong gitu, Jason Berry muncul dengan mobilnya.
"whassup, bitches?!" sapa Jason Berry sambil ngeluarin kepala lewat jendela. Dia pun berhenti trus turun dari mobil. "dude, we're only like 30 minutes away from Vegas, why stop?" tanya Jason begitu dia turun.
"this young gnome cant hold the shit, so..." Brian nengok ke JC, yang lagi diomongin cuma angkat bahu.
"okay, so let's get going, then." kata Matt.
"yea." jawab Johnny. "hey, Dea." dia manggil Dea.
"yea?" jawab Dea.
"why dont you come with JB? i mean, you wouldn't see a horny couples in his car, right?" usul JC.
"Z and Ayunda?" JB menebak.
"yea." jawab Dea.
"those two kids are really on fire." komentar Jason.
"no kidding, man." Dea rolls eyes.
"okay, then. you can come with me." kata JB ke Dea.
"you sure?"
"yea, sure. come on."
"okay." mereka berdua pun jalan ke mobilnya Jason Berry. Dan mereka pergi menuju Vegas.

"soooo... how's your trip with those two horny kids?" tanya Jason Berry di mobil, mencoba mencari bahan pembicaraan karna dia tau si Dea ngga bakal mulai ngomong duluan.
"uh..." Dea rolls her eyes, "not really fun."
"does Ayunda put her hand on Z's tights?" Jason nengok ke Dea.
"yea..." Dea mengangguk kecil. "that's not interesting at all, because i know 'em, you know..."
"yea right." Jason ketawa kecil. "you should've been in my car, you know."
"well maybe i would be, if you didn't go for too long finding those pack of condoms." katanya, sambil tersenyum iseng.
"oooo... sorry." jawab Jason, lalu diem sebentar. "did you wait for me? back in Ransul's house?"
"umm... not really..." jawab Dea, agak ragu. Sebenernya dia emang berharap bisa ada di mobilnya JB, he's a funny guy and she likes that.






TO BE CONTINUED...

Saturday, July 2, 2011

Wild Ride (part 6)

sebelumnya, mau ralat scene terakhirnya Ayunda dan ZV, mereka kan udah tinggal serumah sebelum tunangan, jadi harusnya saya ngga bikin scene itu. anyway, ini lanjutannya...

Hari yang dinanti nanti akhirnya tiba, pagi itu, Matt lagi nyiapin Harley-nya di garasi, sedangkan Ransul nyiapin sarapan buat mereka dan the guys karna mereka janjian ngumpul dirumah Ransul pagi itu. Dea sama Ayunda dibantu Michelle dan Johnny menyiapkan barang barang yang mau dimasukkin ke mobilnya Zacky V.
"uuuuu Vegas, im excited." komentar Ayunda sambil menata beberapa box di mobilnya ZV.
"you guys have condoms?" tiba tiba Jason dateng.
"Brian and i dont use condom." jawab Michelle.
"oh well, Ayunda?" Jason nengok ke Yuncu.
"well since i dont mind if Z got me pregnant, so... no." jawab Yunda.
"Dea?"
"i dont have a boyfriend, so i dont have any." jawab Dea.
"well you should, cause we're going to Vegas, baby..." sahut Ayunda nengok ke Dea.
"why would i need that?" tanya Dea datar.
"well..." Jason mulai bicara, "you never know what's gonna happen in Vegas." he sighs. "i'm gonna go get some, you wanna come?" dia nanya Dea.
"ewh, no, thank you." jawab Dea.
"okay..." Jason lalu pergi ninggaling mereka. Johnny yang dari tadi mendengar mereka ngobrol cuma ketawa kecil sambil geleng geleng kepala.
"you guys are idiots." komentarnya. Ngga lama kemudian Ransul muncul dari dalem rumah, bawa beberapa buah toasted bread dan beberapa cangkir kopi dan susu buat sarapan pagi itu, dibantu sama Lacey.
"breakfast, everyone." Ransul nyapa Johnny dkk lalu naro nampan berisi roti di jok belakang mobilnya ZV yang pintunya terbuka dari tadi. Mereka sedang ada di halaman.
"aaaah toasted bread, yummm..." Johnny nyamperin Ransul.
"aaand here's some coffee and milk." Lacey menaruh nampan disebelah nampan yang tadi ditaroh sama Ransul.
"thanks, guys." kata Dea, lalu ngambil rotinya dan mulai makan, "oh this is delicious." komentarnya.
"of course it is, i made it." jawab Ransul.
"snobs." Michelle nyenggol Ransul pelan. Mereka ketawa kecil.
"so, is everything ready?" Ransul nanya sambil ngeliat ke bagian belakang tempat barang barang ditaroh.
"pretty much, we're almost ready." jawab Michelle.
"Vegas, baby!" Yuncu teriak dengan semangat diikuti suara JC yang ngga kalah heboh.
"where are the others? tell 'em to get some breakfast." Ransul nanya lagi.
"the rest of the boys are with the Harley, and Jason is buying some condoms." jawab JC.
"oh... okaay..." jawab ransul kemudian nyeruput kopinya. "JC can you tell the boys to come here and get some breakfast?" Ransul ngomong ke JC.
"got it." dia pun pergi ke garasi manggil Zacky, Brian, dan Matt. Ngga lama kemudian, dia balik bareng teman-temannya.
"ooooh toasted bread..." Matt ngambil sebiji. "i just love your toasted bread." katanya dengan mulut penuh roti, sambil ngerangkul Ransu dengan tangan kirinya sementara yang kanan megang roti.
"i know." Ransul merangkul pinggang Matt, lalu senyum ke masnya.


Sekitar dua jam kemudian, they're ready to go. Tapi Jason Berry belom balik.
"guys Jason nyari kondom dimana sih?" tanya Ransul ke Dea dan Yuncu.
"tau lama banget." jawab Yuncu.
"girls, come on, Jason's got a car, he'll catch up." panggil Brian.
"okay." jawab Yuncu, lalu masuk ke mobilnya Zacky V bareng Dea, sementara Ransul naik Harley diboncengin Matt. Mereka pun berangkat menuju Vegas.

"hey we should play some music." komentar Dea dari bangku belakang.
"you're right," jawab Zacky V. "i put all my CD's in the back seat, i guess."
"lemme find it..." Dea nyari nyari kantong berisi CD. ngga lama, dia nemuin kantongnya, dan ngeluarin CDnya satu persatu. "dude, it's all Avenged Sevenfold..." Dea ngeliat ke Zacky.
"yea?" Zacky ngeliat Dea sekilas lewat kaca spion. "well i guess my band is just too awesome." dia ketawa, Yuncu yang duduk disebelahnya ikut ketawa, sementara Dea cuma rolling eyes.
"seriously this is all you got?" Dea nanya lagi.
"actually no, i must have left it home." jawab Zacky santai.
"well we can play Avenged Sevenfold." sambung Yuncu.
"yes, we could!" Zacky bersemangat.
"okay, okay..." jawab Dea. "which album?"
"City of Evil!" Yuncu dan Zacky menjawab barengan. Dea pun ngambil CD yang dimaksud dari dalem kantong CD.
"here..." dia ngasih CD nya ke Yuncu, dan langsung disetel sama dia. Ngga lama lagu Beast And The Harlot dimulai.
"louder, louder!" kata ZV nyuruh Yuncu gedein volume. "now, you got an awesome music, Dea." lagi lagi dia ngeliat Dea sekilas lewat spion.
"yea, well, it's not bad, ya know." Dea senyum.


Meanwhile...
Jason Berry sampe dirumah Ransul dengan mobilnya, tapi dia ngga liat siapapun di depan rumah Ransul. In fact, ngga ada mobil juga disana. "what the..." kata jason pada diri sendiri. Dia pun buru buru nelfon Ransul.
"yo!" sapa Ransul setengah teriak. Secara doi lagi di motor jadi musti agak teriak biar ngga kalah sama suara angin.
"dude, where the hell are you?" tanya Jason.
"some... road. and where the heck are you, man?"
"in front of your house, did you guys just left without me?"
"well, we've waited for an hour and you didn't show up, so yea, we left." jawab Ransul.
"what the f?" Jason senderan di kursi mobilnya. "stop right there wherever you are, i'll catch up."
"Matt, Jason want us to stop and wait for him." Ransul ngomong ke Matt.
"tell him we'll meet him in Vegas." jawab Matt.
"he said we'll meet you in Vegas" Jawab Ransul.
"wha...? pfff okay." Jason nutup telfonnya, lalu buru buru nyusul ke Vegas.
"where is he?" tanya Matt setelah Ransul nutup telfon.
"in front of our house." jawab Ransul.
"seriously?"
"yea, and i guess he's pissed because we left him." Ransul setengah ketawa.
"he must be." Matt ketawa kecil.


Karna udah siang, mereka stop di sebuah restoran cepat saji.
"JC, can i stay in your car?" tanya Dea yang duduk di depan Johnny. Mereka semua lagi di restoran cepat saji, having some fast food for lunch.
"why?" JC nanya balik sambil makan burgernya.
"well, i cant stand looking at two people staring each other with horny face, especially because they're my friends." jawab Bu Dea sambil mainin sedotan di gelas cola-nya.
"they did?" Lacey setengah ketawa.
"those kids cant really cool off a little bit." komentar Matt sambil makan kentang goreng.
"where are they anyway?" tanya Brian celingukan nyariin Zacky dan Yuncu.
"probably doing some quickie thing in the restroom." jawab Ransul diikuti tawa yang lain. 

Sekitar satu jam kemudian, mereka siap siap meninggalkan restoran menuju Vegas.
"so, you still wanna be in my car or what?" Johnny nanya ke Dea waktu mereka di parking lot.
"uh... no, i guess i'll be in Zacky's car." jawab Dea. Soalnya Dea ngga terlalu deket sama Lacey jadi takutnya ntar garing.
"okay, god bless you, sis." kata Johnny, yang lain yang denger itu cuma ketawa kecil.
"yea, wish me luck." jawab Dea. lalu masuk ke mobilnya Zacky.
 Dan mereka melanjutkan perjalanan.







TO BE CONTINUED...

Monday, June 6, 2011

Wild Ride (part 5)

Waktu yang dinantikan oleh Ayunda dan Zacky tiba. Yap, mereka mengadakan pesta pertunangan yang dihadiri oleh keluarga dan beberapa kerabat dekat. Hari itu, Yuncu pake dress warna coklat tua, dan mas Z suit up. They both look happy. Party-nya diadakan di belakang Rumah Ransul dan Matt (lagi lagi) karena Yuncu dan Z suka view disana, dan Yuncu maunya party ditempat pertama kali Z ngajak dia tunangan.
"uuuu guuurl congrats yaaa!" Bu Dea meluk Yuncu. Lalu Ransul melakukan hal yang sama setelahnya.
"duuu makasih ya beetches," jawab Ayunda dengan muka sumringah, "and booty, thank you yaaa udah minjemin rumahnya buat party hihihi." dia nengok ke Ransul.
"no problem." jawab Ransul, senyum.
"eh Bu Dea," kata Yuncu sambil duduk di salah satu meja tamu yang disediakan, kedua sahabatnya duduk di samping kanannya, "kok situ ngga cerita waktu abis pergi sama Jason Berry?"
"ngapain?" Dea cuek.
"ya kita kan mau tau, nyet, gitu amat." jawab Yuncu.
"tau nih, Bu Dea." Ransul ikut ikutan.
"meh. yauda yauda..." jawa Dea. "kemaren itu..." Dea mulai cerita.


Hari itu, Dea keluar sama Jason Berry gara gara Ransul sama Yunda bilang Dea bosen dan minta diajak pergi. Setelah muter muter cukup lama, mereka berhenti di sebuah restoran kecil.
"you want some coffee?" tanya Jason as they sat down.
"no, thank you." jawab Dea, mukanya datar, agak males sebenernya.
"anything to drink?" Jason nanya lagi.
"uh... a float, maybe." jawab Dea.
"okay." Jason lalu memesan satu gelas Latte buat dirinya, satu float buat Dea, dan kentang goreng buat mereka berdua. Lalu mereka berdua diem, Jason mau aja ngomong duluan, tapi dia tau Dea pasti bakal jawab seperlunya, trus mukanya tetep dilipet. Jadi, selama setengah jam, mereka berdua cuma diem. Dea cuma ngeliatin keluar jendela, sementara Jason mainan tusuk gigi (kenapa harus tusuk gigi?).
Pesanan mereka udah dateng, Dea mulai ngaduk ngaduk floatnya, Jason langsung nyeruput latte dan makan satu potong kentang goreng.
"so..." Jason akhirnya memutuskan untuk bicara, "you actually didn't wanna go out, did you?" tanyanya pelan, matanya tertuju ke Dea.
"uh..." Dea agak keki, "well..." dia diem.
"well you can just say no." Jason tersenyum kecil.
"well, no." akhirnya Dea menjawab, matanya tetep tertuju ke float-nya.
"i bet you refused when they decided to come over my place." kata Jason lagi. Dan lagi lagi Dea keki.
"how do you know?" Dea ngeliat ke Jason.
"well, you obviously hate being around me, or, something like that." jawab Jason. Dia nunduk sambil ngaduk ngaduk latte-nya pake sedotan.
"i'm sorry..." kata Dea.
"no need to say sorry," kata Jason. "maybe i'm just too annoying to you," dia ketawa kecil, "well Ransul said that sometimes."
"that i feel annoyed by you?" tanya Dea.
"to everyone, i guess," lagi lagi Jason ketawa kecil. Dea yang tadinya mukanya dilipet, akhirnya senyum juga, walaupun kecil.
"oooo look at that, you're smiling." komentar Jason ngeliat Dea senyum kecil.
"i didn't." bantah Dea, dan dia tau sebenernya dia emang tersenyum kecil barusan, tapi ngga mau ngaku.
"dude, i have eyes right here, i can see that." kata Jason.
"you don't know what you saw."
"oooh i do, and i saw you, smiling." Jason kekeuh.
"pfff... i did not." Dea masih menyangkal, dan sekarang senyumnya muncul lagi, lebih lebar.
"see, you're smiling again."
"whatever." kata Dea.
"well, it's very nice, though, your smile." Jason senyum, blushing. Dea cuma ketawa kecil.


"uuuuuuu girl seems like you had a good time hangin' out with JB, huh?" Ransul nepok lengan Dea pelan setelah mendengar cerita darinya.
"finally you guys..." Ayunda ikut senang.
"well we just hang out, duh." jawab Dea, berusaha menampilkan muka datar.
"okaaay...whatever you say." jawab Yunda.
"Attention guys!" tiba tiba terdengar suara Zacky V dari mikrofon. Semua yang hadir pun langsung nengok ke sumber suara. "first of all, thank you all for comin' up," dia membuka pembicaraan, "and thank you Matt and his girlfriend, Ransul, for this beautiful place..." dia ngeliat kearah Ransul dan Matt, mereka berdua cuma senyum ke si mas. "i wanna tell you something..." dia diem sebentar, "you see, our wild ride is on!" dia melanjutkan, semangat abis.
"yeah Zacky!" Jason Berry teriak.
"i know i dont have harleys, but i'm riding my Ford..." katanya. "and we're riding to Vegas, baby." mukanya orgasmic pas nyebut Vegas.
"woooooow...." yang lain pada komentar.
"and who's coming?" tanya Papa Gates.
"Avenged Sevenfold, their ladies..." Zacky diem sebentar. "Jason Berry, we have to bring that man, and... do you wanna come, Papa Gates?"
"me?" Papa Gates menjawab dari kursi tamu. "i'll think about that."
"okay, whatever." kata Z lagi. "so it starts the day after tomorrow. This is Zacky V signing out." lalu dia turun dari panggung tempat dia berbicara tadi.


Party-nya selesai sekitar jam 10.pm, tapi Ransul harus beresin rumahnya, dibantu oleh beberapa orang, dia membereskan rumah sementara Matt di depan rumah, ngobrol sama beberapa tamu yang mau pulang.
"uuuugh i'm tired." Ransul melempar dirinya ke tempat tidur, setelah hampir dua jam beresin rumah, akhirnya dia selesai, didekatnya ada Matt yang lagi melepas suit-nya. "anyway, we're having a ride in two days, is your Harley ready?" dia ngeliat kearah Matt.
"it is, actually. i'm bringin' it home tomorrow." jawab Matt. "i'm gonna take a bath, you coming?" dia nanya Ransul.
"bubble bath?" Ransul nanya balik.
"warm, bubble bath." Matt senyum.
"okay." Ransul bangun trus jalan di belakang Matt.


Meanwhile, dirumah Ayunda...
"so we're actually living in one house, now." kata Z, melingkarkan tangannya di pinggang Yuncu.
"yup." jawab Yuncu singkat, lalu senyum.
"so, let's get you undressed, then." kata Z, with perverted face.
"that fast?" tanya Yuncu. "i wanna take a shower first."
"well..." Zacky narik napas, "let's shower." dia mendorong Ayunda ke kamar mandi.






TO BE CONTINUED...

Saturday, June 4, 2011

Wild Ride (part 4)

Jadi, setelah pulang dari bengkelnya Ben Kowalewicz, si Dea langsung suka sama si empunya bengkel. pokoknya kalo Ransul main kesana nyamperin Matt - yang sekarang jadi sering kesitu - si Dea maunya ikut. seperti hari ini misalnya, Matt minta Ransul nganterin dia ke bengkelnya Ben.

"can't you just drive yourself? i have to pick Dea up." tanya Ransul ke Matt sore itu. Mereka masih dirumah, Ransul lagi berkaca sementara Matt di belakangnya lagi pake baju, baru selesai mandi.
"well i could, but it would save gas if we go together, right?" Matt nyengir ke pacarnya yang ngeliatin dia dari kaca dengan muka datar.
"that's ridiculous." jawab Ransul. Matt cuma ketawa sambil benerin bajunya.
Ngga lama, mereka berdua berangkat menuju bengkelnya Ben. Matt nyetirin Ransul sampe bengkel, trus turun disana, lalu Ransul lanjut mengemudi sampe rumah Dea. mereka mau nemenin Ayunda cari gaun buat merayakan pertunangannya dengan Zacky V. That's right, they're about to get engaged. Begini ceritanya...


Dua hari yang lalu, Yuncu dan Zacky V lagi main kerumah Ransul dan Matt, sementara yang punya rumah lagi di dapur nyiapin dinner, mereka berdua duduk di pantai dibelakang rumah Matt dan Ransul.
"uuu sunset is always pretty..." komentar Ayunda sambil ngeliat sunset. Duduk disebelahnya, ada pacarnya, Zacky V, lagi ngeliat sunset juga.
"always prettier than sunrise," jawab si mas yang berbadan gempal itu, lalu diem sebentar. "hey, let's get engaged." tiba tiba Zacky ngajak Yuncu tunangan.
"hu?" Yuncu ngeliatin Zacky.
"you heard me, right?" zacky ngeliatin balik.
"i did, i did." jawab Yuncu, masih ngeliatin Zacky.

"and you're saying...?"
"um... no," jawab Yuncu, trus buru buru menrubah jawabannya, "i mean, yes... yes, Z, let's get engaged." Yuncu senyum lebar. Zacky cuma ketawa, trus they kissed. "you know, actually i was hoping about something romantic when you said those words..." kata Yuncu.
"well, sunset is pretty romantic..." jawab Zacky, megang tangan Ayunda. "you know i actually wasn't going to ask you to get engaged today, but it hit me suddenly, like, i gotta do it, now, or..."
"never?"
"kinda..." jawab Zacky, "that's why i dont have a ring to give to you..." tambahnya. Yuncu baru sadar daritadi si mas emang ngga ngasih cincin tunangan ke dia.
"oh, yea... you didn't give me a ring," jawabnya. "hey, let's tell Ransul and Matt." Yuncu narik Zacky ke dalem rumah untuk ngasih tau Ransul dan Matt.

"aaw really?" tanya Ransul begitu Yuncu cerita tentang apa yang terjadi di belakang rumahnya barusan. "congratulations you two..." dia meluk Z dan Yuncu.
"thank you..." jawab mereka berdua, senyum.
"so, will there be a party?" tanya Matt sambil ngeluarin gelas dari rak, cause they're about to have a dinner.
"well, there will," jawab Zacky.
"really?" tanya Yunda ke Zacky.
"i wanna party, and at that time, i'll have a ring to give out to you." Zacky senyum ke Yunda. jadilah, mereka akan bikin party kecil kecilan weekend ini.


"lama amat sih mbak Ransuuul darimana ajaaa?" komentar Dea yang ngeliat Ransul baru nongol satu jam lebih lama dari jam yang udah mereka tetapkan.
"sooowryyy tadi nganter mas Mattie dulu bentar. manja banget maunya dianter anter." jawab Ransul dari dalem mobil, "ayo naik buruan, musti jemput Yunda dulu." Dea pun langsung naik ke mobilnya Ransul, trus mereka buru buru cabut kerumah Yunda.
"nganterin kemana emang? Studio?" tanya Dea sambil memasang seat belt.
"ngga, ke bengkelnya Ben." jawab Ransul singkat.
"aaaah kok ngga ngajak ngajak siiiih??" Dea sewot.
"ididiiih... ya maap," jawab Ransul. "udah ntar kita kerumah Jason Berry ajaaa..." Ransul masih suka gangguin Dea sama Jason Berry walaupun si Dea lagi menggebet Ben.
"DIDIT." si Dea makin sewot. Ransul cuma ketawa.

Setelah menjemput Yunda, mereka bertiga pergi ke sebuah toko untuk mengambil gaun pesanan Ayunda, lalu ngurusin party mulai dari makanan, champagne, cake, and stuff.

"guise, main yuuuk." ajak Yuncu, begitu mereka bertiga keluar dari Jimmy Choo, beli sepatu.
"kemana?" tanya Dea.
"ngga tauuu, bosyen nih..." jawab Yuncu. "kerumah Jason Berry yuk!" ajaknya, tapi ditolak mentah mentah sama Dea.
"meh, gue musti jemput Matt tapinya sejam lagi, gimana dong?" tanya Ransul.
"that's it! kita main ke bengkelnya Ben ajaaaa..." usul Dea, mukanya tampak senang waktu nyebut nama Ben.
"ngapain? mainan di bengkel ngga seru ah." jawab Yuncu. "udaaaah kita kerumah Jason Berry aja yuuuk pasti fun, dia kan kewl." Yuncu senyum senyum ke Dea.
"aaaah ngga mau!" Dea sewot. Mukanya ditekuk.
"apaan sih Deaaa Yuncu kan cuma ngajak main kerumah Jason, kalo ngga mau yaudah jangan sewooot..." komentar Ransul ngeliat mukanya Dea ditekuk, niatnya emang ngegangguin Dea, biar makin ditekuk.
"jiyeeee Bu Deaaaaa..." tambah Yuncu, disusul oleh tawa Ransul. Mereka pun masuk ke mobil.
"eh btw, kita jadi kemana guys?" Ransul nanya lagi di dalem mobil, sebelum dia nyalain mesinnya.
"rumah Jason Berryyyyyy!" Yuncu teriak dari kursi depan.
"bener? kalo kita kesana Matt gue suruh naik taksi pulangnya, atau nyusul kerumah Jason." kata Ransul.
"aaah udah jemput Matt aja, kasian dia masa disuruh naik taksi." jawab Dea buru buru. Dia bener bener ngga mau kerumah Jason Berry, soalnya kalo kesana, Jason pasti akan pdkt sama dia, trus dia tau ibu ibu di front seat ini bakalan ngatain Dea sama Jason Berry.
"well, he's a big guy, twin, dia bisa pulang sendiri." jawab Ransul sambil nengok ke Dea.
"umh... iya sih, tapi kan kasian disuruh naik taksi..." Dea tetep beralasan.
"nyeeet udah deh kita tau lo ngga mau kerumah Jason Berry, tapi ngga usah sok sok menghawatirkan Matt, yo." jawab Ayunda.
"aaah... makanya main ke bengkelnya Ben ajaaa." kata Dea.
"ngga ah, kerumah Jason Berry ajaaaa kita hang out, main dance dance revolution." Yunda tetep mau kerumah Jason. Dan, itu mainan dance dance revolutionnya sebenernya punya Yuncu, yang ketinggalan disana tapi ngga tau kenapa Yuncu ngga pernah bawa itu pulang. "udah lama nih ngga main, biar kurusan dikit menjelang hari pertunangan."
"yaudah, rumah Jason, gue telfon Matt." jawab Ransul, ngambil hp trus men-dial nomor Matt. "sowrryy Deaaa..." katanya sambil nunggu Matt ngangkat telfon.
"hey, honey..." sapa Matt dari sebrang.
"Matt, i'm going to JB's house with the girls, you wanna come?" tanya Ransul.
"yea, sure." jawab Matt, "i'll catch up, okay? i'm waiting for Brian, he's buying some beers with Jon." yang dia maksud adalah Jon Gallant, teman satu band-nya Ben, Billy Talent.
"okay, i'll se ya there." Ransul segera nutup telfon. "aight, let's go to JB's crib." Ransul nyalain mesin mobilnya, and then drive to Jason Berry's place.

Jason tampak senang melihat Ransul dan Yuncu dateng kerumahnya, bersama Dea. "hey giiirls... what a surprise!" katanya, ersenyum senang.
"well we were on the neighborhood, looking for some good outfits for this girl's engagement party." jawab Ransul, meletakkan tangan kirinya di pundak kanan Ayunda.
"well, come on in, then." ajak Jason, lalu mereka masuk kedalem rumah si teknisi drum.
"hey, J, you still keep my Dance Dance Revolution here?" tanya Yunda.
"oh yeah, it's in the tv room!" jawab Jason dari dapur, sambil mengambil 4 botol soda, dan beberapa cemilan. Yunda langsung ke ruang TV, mencari barang yang dimaksud. Ngga lama, dia udah mulai main.
"here you go." Jason meletakkan minuman dan cemilannya di atas meja di ruang TVnya. ransul mulai ngambil cemilan, trus mulai ngemil sambil ngeliatin Yuncu mainan, sementara Dea cuma diem, mukanya ditekuk. "well, you look bored." kata Jason ke Dea.
"she doesn't wanna be here." jawab Ransul sambil ngeliatin Dea.
"no, no, it's not that..." jawab Dea buru buru. Sebenernya emang iya, tapi dia ngga enak kalo jawab begitu ke Jason.
"oh... well, just, let me know if there's anything i can do to make you feel less bored." kata Jason. Si Yuncu yang lagi main langsung nengok sekilas ke arah Jason dan Dea sambil senyum.
"no, Jason, i'm fine." jawab Dea lagi, kali ini dia senyum., tapi senyumnya maksa.
"no, you know what, she's bored, actually." kata Yunda, matanya masih tetep fokus ke layar TV.
"she wants to go out, Jason." tambah Ransul. "but me and Ayunda don't feel like it, besides, Matt said he's coming over, so..." Ransul ngga nerusin, lalu masukkin potato chip ke mulutnya.
"well, you wanna go out?" Jason nanya ke Dea. Baru aja si Dea buka mulut, Ransul dan Yuncu nyamber duluan.
"yes." jawab mereka barengan. "yes, you should... probably take her somewhere." lanjut Ransul.
"okay, what about you girls two?" tanya Jason lagi.
"oh, we'll be fine, Jason, don't worry." jawab Yunda, masih fokus main DDR.
"okay, then. i'll get my key." Jason meninggalkan ruang TV buat ngambil kunci mobil.
"seriously?" Dea nabok Ransul, suaranya cuma sedikit lebih keras dari bisikan. "i ain't going out with Jason."
"duuude, chill." jawab Ransul, "cuma jalan jalan bentar trus balik, you'll be fine."
"yea, he's a great guy, you know." komentar Yuncu.
"ngga mau pokoknya, titik." Dea kesel.
"kasian, nyet, dia udah lagi siap siap noh." jawab Yunda. Ngga lama, Jason muncul.
"you ready?" tanyanya ke Dea.
"uh..."
"yea, she's ready. you guys have fun." Ransul buru buru jawab sebelum Dea nerusin bicaranya.
"you girls sure okay?" tanya Jason sekali lagi.
"yea, yea we'll be fine." jawab Ransul, mulutnya masih penuh sama potato. "i have to wait for Matt, though."
"okay, bye girls." Jason pergi sama Dea.
"i really ship Dea and Jason Berry." kata Ayunda sepeninggal Jason dan Dea, sambil tetep main DDR.
"i'm with you, dude." jawab Ransul sambil makan potato lagi.







TO BE CONTINUED...

Friday, May 27, 2011

WILD RIDE (part 3)

The next morning, Ransul baru buka mata dan ngeliat Matt ngga ada di sebelahnya. Dia pun bangun dari kasur, dan keluar kamar nyari Matt. Ransul nyari ke dapur, ternyata dia ngga ada juga, setelah dicari cari, ngga taunya si mas lagi di basement, mainan Harley.
"isn't it too early to play with your Harley?" Ransul berdiri di belakang Matt.
"huh?" dia nengok, "oh, you surprised me." Matt berdiri."anyway... good morning..." dia melingkarkan tangannya di pinggang Ransul.
"hmm... good morning." Ransul senyum. "what's up with the Harley thing?" dia nunjuk ke Harley-nya Matt.
"oh, that..." dia nengok sebentar, "i'm just checking on it. it's been a while since i touched that beast."
"then go take a ride." jawab Ransul.
"should i?"
"well, why not?"
"i don't know, i just thought that uh... i only allowed to ride you..." Matt senyum, mukanya naughty trus meluk Ransul lebih kenceng.
"pffft... whatever." jawab Ransul sambil ketawa kecil. "let's get some breakfast." dia nabok lengan Matt pelan, trus jalan duluan ke ruang makan.

Di ruang makan...
"you know what, i actually thinking about that wild ride..." kata Matt sambil masukin pancake ke dalem mulut. "you know, the one that Zacky V mentioned at Papa Gates' house." lanjutnya setelah menelan pancake yang dibuatin sama Ransul.
"oh... yea, i remember that." jawab Ransul. "well we should probably do that, don't you think?"
"yea. i'm gonna call the boys after this." Matt nerusin makannya.
"but uh... don't you think that Harley needs a little um..." Ransul mikir, ngga bisa nemuin kata yang tepat.
"a kind of touch up?" Matt nanya.
"well... maybe, and touch up isn't really the right word..." Ransul masih tetep mikir.
"well, anyway, anyway..." Matt mengalihkan pembicaraan. "can i have some more pancake?"
"oh, here..." Ransul naroh 2 buah pancake di piringnya Matt. "i think you should bring your Harley to your good engineer friend, uh... what's his name?"
"Ben? he own the place, babe, not the engineer." jawab Matt lembut.
"oh..." jawab Ransul singkat. Ngga lama kemudian Matt selesai makan, dan Ransul pun mulai membereskan meja.
"hey, i want my dessert." kata Matt.
"well i dont have any." jawab Ransul ngeliat ke Matt.
"don't bother, i got it already..." Matt bangun dari kursinya, trus jalan mengarah ke Ransul.
"you do?"
"yap, just right here..." Matt mulai meng-smooch Ransul. Si Ransul cuma ketawa.


Yuncu kebangun gara gara denger suara pintu ditutup agak kenceng.
"good morning..." sapa Zacky V lembut.
"mmh... morning." Yuncu nyapa balik. "what's that?" katanya begitu ngeliat Zacky V bawa nampan.
"breakfast in bed..." jawab Z singkat, lalu naroh nampannya di depan Ayunda yang sudah duduk. "here you go..." katanya lagi, duduk disebelah Ayunda.
"i don't know you can cook." komentar Yuncu ngeliat waffles yang diatasnya dikasih chocolate sauce.
"well, now you know i can." Zacky V nabok lengan Yunda pelan. "go, eat some."
Yuncu mulai makan waffles yang dibuat sama pacarnya. "mmmm... Z, this is good stuff." komentar Yuncu sambil ngunyah waffles.
"thank you..." jawab Zacky, senyum.
"by the way Z..." kata Yunda lagi. "i've been thinking about the wild ride you mentioned at Papa Gates' house, and i think we should do that."
"what? i dont have a Harley." jawab Zacky.
"well, we can ride your bmw."
"we can?" Z nanya balik.
"yea, why not?" Yunda nyuap waffles-nya lagi. "it's gonna be fun."
"well, then..." Zacky diem sebentar. "i'll talk to the boys."
"sweet..." Yuncu mengecup mas Zacky di pipi.


Ben Kowalewicz, pemilik bengkel langganannya Mas Mattie dan Om Brian, lagi nonton tv waktu Matt telfon dirinya.
"yo." sapanya di telfon dengan nada datar.
"Ben? this is M Shadows..." kata Matt dari sebrang.
"Shad man!" nada bicaranya berubah senang. "it's been a while, dude, how have you been?" tanya Ben.
"been great, you know, kinda start a life without Jimmy, if you wanna know..." jawab Matt.
"yea, that must be hard for you guys," komentar Ben. "and how's your girlfriend? that tiny little girl... you still date her, right?"
"she's fine, we're living together now, and she might be tiny but she's got amazing bumps." Matt giggled.
"i heard that!" Ransul teriak dari dalem kamar mandi.
"sorry!" jawab Matt. "she heard me." katanya ke Ben.
"hahah..." Ben ketawa kecil. "so, why are you calling?"
"oh, yeah... i kinda need to check on my Harley." jawab Matt.
"you wanna ride again?"
"yep, it's been a while..."
"well, go bring that beast here, i'll check it out." jawab Ben.
"okay, thanks, man." kata Matt.
"no problem." jawab Ben singkat, "oh, and tell you girl i said hello... to her bumps." kata Ben lagi, trus ketawa kecil.
"haha, yes, sir." lalu mereka nutup telfon masing masing. "hey babe, Ban said hello..." Matt teriak dari kasur.
"oh, he's still remember me?" tanya Ransul sambil keluar kamar mandi. Ransul dan Ben pernah ketemu beberapa kali waktu dia baru jadian sama Matt.
"yea... and he also said hello to those bumps right there." Matt nunjuk ke arah yang dimaksud.
"pff..." Ransul melempar handuk ke arah Matt.

Setelah menelfon Brian, Matt pergi membawa Harley-nya ke bengkelnya Ben Kowalewicz, janjian ketemuan sama Brian disana. Sementara itu, Ransul pergi kerumah Yuncu bersama Dea untuk ngomongin wild ride-nya.
"aduduuuh ekke senang kita mau wild ride." komentar Ayunda.
"kita musti beli perbekalan nih," kata Ransul. "ntar di taroh di mobil lo yaaa..." dia ngomong ke Yunda.
"kenapa ngga di mobilnya Dea? nanti gue sama Z make out dimana?" jawab Yuncu dengan muka datar seperti biasa.
"ish, make out mulu..." Dea nabok Yunda di lengan. "gue paling ngga ikut, kan ngga ada pasangannya..." lanjut Dea, mukanya ditekuk.
"kan ada Jaysen Bewrry..." jawab Ransul sambil ketawa kecil.
"aaaah masa sama JB..." kata Dea.
"ih, JB baik loh Deaaaaa..." sahut Yunda, disusul anggukan Ransul.
"did someone just say JB?" tiba tiba yang diomongin dateng. sungguh ajaib. Dibelakangnya, ada Zacky V. "so why are you ladies talking about me?"
"umm... we're talking about the wild ride, and where we're gonna put our stuff." jawab Ransul.
"alsooo... we were wondering if Dea could come with you in your ride..." tambah Yuncu, senyum jail.
"Cuuuu... stop." kata Dea dengan muka datar, yang lain cuma ketawa. Dan begitulah mereka ngobrol sambil becanda, ngga terasa, Ransul harus pergi jemput Matt karna ternyata Harley-nya musti ditinggal sehari di bengkel. Jadi dia dan Dea yang tadi nebeng mobilnya Ransul pas pergi, pamit pulang sama Yuncu sementara Jason berry masih disana.


Begitu sampe di bengkelnya Ben, ternyata Brian udah pulang duluan, naik Harley-nya.
"hey horsecock." sapa Ransul begitu liat Matt.
"hey babe..." Matt nyapa balik, lalu nyium Ransul di bibir. "oh, hey D." Matt nyapa Dea.
"sup?" Dea nyapa balik. Ngga lama, Ben keluar nyamperin mereka.
"oh, hey, R." Ben nyapa Ransul.
"Ben..." kata Ransul, senyum.
"where have you been, hu? it's been a while since i saw you."
"well, i've been busy with college thing." jawab Ransul datar.
"and who's this girl?" Ben nunjuk Dea.
"oh, this is my best friend, Dea." Ransul memperkenalkan Dea ke Ben.
"hello, nice to meet you." Ben menjabat tangan Dea, sambil senyum.
"nice to meet you too." Dea nyalamin Ben balik.
"so, you can comeback tomorrow and pick your Harley." kata Ben ke Matt.
"okay. then i'll se you tomorrow, man." jawab Matt, lalu mereka bertiga jalan ke mobil ninggalin Ben.
"well that Ben guy is pretty cute." Dea bisik bisik ke Ransul.





 TO BE CONTINUED...

Friday, May 20, 2011

Wild Ride (part 2)

"sperm... in my Bentley..." ulang Papa Gates.
"i think we all know who made it..." jawab Dea, ngelirik ke Zacky yang mukanya keki abis.
Merasa diliatin, Zacky cuma berkata, "uh... hormones?", katanya sambil nyengir keki.
"that's gross, you know that?" kata Papa Gates setengah kesel. "now would you mind clean it up?"
"no problem, Papa Gates... i'll clean it up." jawab Zacky, trus langsung pergi ke basement ninggalin yang lain.
"i'll help him..." tambah Yunda, lalu pergi nyusul Zacky.
"those two kids are very horny..." komentar Brian, yang masih setengah mabok. "very... very horny..." lanjutnya.

"you know what, next time, we're just gonna get laid in bed, okay?" kata Yunda sambil ngelap jok mobilnya Papa Gates, yang untungnya terbuat dari kulit.
"well, this was your idea." jawab Zacky.
"i know..." Yunda menghela napas. "but it's fun, you know?" dia ketawa kecil.
"haha, yeah..." jawab Zacky.
"okay, done." Yunda berenti ngelap dan ngeliatin jok mobilnya sebentar. "smell it." katanya ke Zacky.
"smell what?" tanya Zacky.
"the seat, is it still smell like sperm?"
"what?" Zacky ngeliatin Yunda.
"come on, the sperm is yours, smell it."
"why do i have to smell it anyway?" mukanya Zacky berubah jijik.
"we don't want papa Gates to smell it, right?" Yuncu ngeliatin Zacky.
"uh... okay..." Zacky narik napas panjang, buang napas, trus nyium joknya. "mmh..." komentarnya sambil mengendus jok mobil.
"Z?" panggil Yunda.
"is it just me or my sperm does smell good?" Zacky nanya Yunda, masih sambil mengendus, tapi udah buka mata.
"you're disgusting." Yunda rolls her eyes.
"come on, smell it." gantian Zacky nyuruh Yunda.
"what? hell no, Zacky i..." belom selesai, Zacky udah nyamber duluan.
"oh come on, smell it, come oooooooooooooooooon...." katanya.
"no!" Yunda pergi ninggalin Zacky sendirian.
"oh come on, babe!" Z manggil Yunda yang masih tetep jalan keluar basement.

Ransul lagi bantuin Michelle membereskan dapur dan ruang makannya papa Gates ketika Dea tiba tiba nimbrung.
"eh lagi pada sibuk yah..." sapa Dea. Michelle yang ngga ngerti cuma diem doang ngeliatin Dea. Ngga lama dia senyum. "sorry, i was greeting you both with Indonesian." katanya ke Michelle.
"i thought so, that's why i smiled." jawab Michelle.
"by the way girls," lanjut Dea, "what's up with Jason?" yang dimaksud Dea adalah Jason Berry, teknisi drum-nya Avenged Sevenfold.
"what about Jason?" Michelle nanya balik sambil membereskan botol beer di meja.
"he seems so..." Dea diem, mikir bentar. "i dont know, nice..."
"well he's a nice guy, isn't he?" kata Ransul yang berdiri ngga jauh dari Dea.
"not that nice... he's..." Dea diem lagi.
"flirty?" tanya Michelle.
"well, not flirty... but uh..."
"flirty..." sambung Ransul.
"kinda..." jawab Dea.
"he likes you." jawab Ransul ngasal.
"duuude..." kata Dea protes.
"well maybe he's just trying to be nice to you," jawab Michelle. "i mean, you're still grieving and stuff, and maybe he just wanna make you feel better."
"or he likes you." tambah Ransul, yang disusul oleh timpukan kaleng beer kosong ke arahnya yang dilempar sama Dea.
"tompel, you." kata Dea. Ransul cuma ketawa.


Setelah selesai bantuin Michelle, Ransul nyamperin Matt yang lagi ngobrol sama Jason, Matt Berry, dan Johnny.
"Matt..." Ransul manggil pacarnya, tapi si Matt Berry kayaknya juga merasa terpanggil.
"yes, miss?" jawabnya.
"uh... not you, Matt, i'm callin' Shadz." jawab ransul datar.
"oh..." Matt Berry malu, sementara si Shad man cuma ketawa kecil.
"what's up, sweetie?" tanya Matt ke Ransul.
"can we go home now? i feel kinda tired." Ransul berdiri di sebelah Matt yang lagi duduk di kursi di taman belakang rumahnya Papa Gates.
"you wanna go home now?" Matt megang tangan Ransul.
"i do," jawab Ransul. "but if you still wanna be here, it's okay, i'll go home with Dea."
"by cab?" Matt nanya lagi.
"yeah..."
"no, i'll go with you." Matt bangun dari kursi. "well, i gotta go, gentlemen." kata Matt ke teman-temannya.
"Sul, lo jadi balik bareng gue ngga?" tiba tiba Dea muncul.
"uh, no, i'm going home with Matt," jawab Ransul.
"well we can take you home if you want." sambung Matt.
"no, it's okay, i'll just take a cab." jawab Dea.
"or... i can take you home." sambung Jason.
"good, now you don't have to take a cab." Ransul senyum penuh arti.
"uh... no, no, it's okay, Jason, really." jawab dea buru buru.
"no, it's fine. besides, it's almost midnight, a young lady like you shouldn't be out alone." jawab Jason.
"oooo... so thoughtful." komentar Ransul trus langsung ngumpet di keteknya mas Mattie, takut ditimpuk Dea yang udah ngelirik tajam ke Ransul.
"shhh shut up..." Matt nabok Ransul pelan sambil ketawa kecil.
"so?" Jason nanya Dea. Yang ditanya cuma diem. "D?" Jason manggil Dea lagi.
"um... okay..." akhirnya Dea menjawab.
"okay..." kata Jason, "come on, then."
"bye guys..." kata Dea sambil melambaikan tangan.
"take care." kata Ransul dan Matt barengan. Dea pun pergi sama Jason Berry.
"you both know something..." kata Johnny yang masih disitu
"hu?" Ransul sama Matt nyaut barengan.
"him," dia nunjuk ke Jason yang lagi jalan menuju pintu keluar bareng Dea.
"dude, he likes her." jawab Ransul.
"he does?" Matt Berry nyamber.
"he does."





TO BE CONTINUED...

Wednesday, May 11, 2011

Wild Ride (part 1)

Sebelum saya mulai cerita, saya akan kasih tau kalian yang baca bahwa ini cerita baru, maksudnya, ngga ada hubungannya sama yang udah udah. okay mari kita mulai. Disini akan ada Ransulminii (iya karna saya yang bikin fanfic jadi saya harus ada), Ayunda, dan Dea. Sedangkan Airo akan jadi cameo, ngga akan banyak muncul disini. Prianya akan ada Avenged Sevenfold, dan beberapa orang dari Billy Talent. Sekian introductionnya.


Ransul, Ayunda, dan Dea lagi summer holiday. ini orang ngga ada kerjaan, kerjanya tiap liburan nongkrong doang di depan tv atau ngga main ke studio-nya Avenged Sevenfold. Ya, soalnya Ransul sama Ayunda emang pacaran sama vokalis dan gitarisnya, Matt dan Zacky. masing masing tinggal sama pacarnya.
"meeeen akhirnya kita libur kuliah meen tapi kok kita kayak orang bego yak ngga kemana mana?" kata Ayunda suatu hari pas lagi hang out dirumah Ransul.
"iya nih bosen banget, mana jomblo." jawab Nuansa a.k.a Dea.
"duuuh udah ntar dicariin pacar ya..." kata Ayunda menghibur. Seperti yang kita tahu, James Owen Sullivan a.k.a Jimmy a.k.a The Rev, pacarnya Dea, udah meninggal dunia Desember 2009 silam, dan sampe sekarang Dea masih belom nemu penggantinya.
"ah udah ntar gue sedih..." Dea senderan di sofa.
"eh guuurls ada popcorn nih, limayan buat ngemil." Ransul tiba tiba dateng dari arah dapur, bawa popcorn dan beberapa minuman soda.
"asiiik." Yuncu seneng.
"eh pacar lu kemana deh, Sul?" tanya Dea sambil mulai ngunyah popcorn.
"tau tadi bilangnya mau beli makanan buat Bella." jawab Ransul sambil ngelus Bella, anjing Labrador punya Ransul dan Matt. Ngga lama, yang diomongin dateng.
"i'm hooome!" teriaknya sambil nutup pintu rumah. "Bella, daddy's got something for ya!" Matt pun berjalan ke dapur, tapi ngga ada orang. Dia pun naroh belanjaannya di meja dapur trus jalan ke ruang tv nyari Ransul dan Bella. "there you are," katanya begitu menemukan yang dicari.
"heeey tiger, you're home." sapa Ransul. Matt langsung nyamperin Ransul, duduk disebelahnya, trus nyium si mbak di bibir.
"i see you're having some quality time with your ladies." Matt ngeliat ke Ayunda dan Dea.
"well, we got nothing to do." jawab Ransul.
"and actually this is not a quality time," tambah Ayunda. "we're just bored, and try to do something."
"see, i told you guys not to quit being our merch girls." sekarang Matt ngambil botol soda-nya Ransul, trus nenggak isinya.
"dude, we gotta stay focus on college." Ransul nabok perut Matt pelan. Disusul anggukan Dea dan Yunda.
"alright, alright, it's up to you, i'm just thinking that we could spend more time together if you're the merch girl." Matt nepok paha Ransul.
"pff..." Ransul rolling eyes. "anyway, did you buy Bella's food?"
"i did." jawab Matt. "c'mon Bella let's get you some food." Matt manggil Bella. anjing itu pun ngikutin Matt yang mulai melangkah ke arah dapur.


Zacky lagi dirumahnya Brian Hanner a.k.a Syn Gates, ngeliatin yang punya rumah lagi membersihkan motor Harley-nya.
"dude, can't we go out somewhere? i can't watch you play with your Harley all day." komentar Zacky.
"then come and play with me." jawab Brian datar, mukanya masih fokus ke Harley.
"not interested." kata Zacky.
"then get lost." Brian menjawab, masih dengan nada datar dan muka menghadap Harley.
"duuuuude..." Zacky merengek.
"holy crap, Zacky V. stop being such an ass!" Brian kesel.
"i'm f-in' bored. let's get a ride with your Harley!" usul Zacky.
"no way, man! i just finished cleanin' it up." Brian nolak.
"you suck." Zacky senderan di kursi sambil melipat tangan.
"i'm not a Vampire." jawab Brian masih sambil ngelap Harley-nya.
"dude..." belom selesai Zacky ngomong, tiba tiba Michelle dateng.
"Brian, your dad called," katanya, berdiri di deket Brian. "he said he wants us all to come over his house tonight."
"why?" Brian ngeliat ke Michelle.
"dinner." jawab Michelle singkat.
"just the two of us?"
"no, us, your band, their girlfriends, the crew..."
"wow, why would he invite us all?"
"well, he said he thought today is your birthday, so he went out, bought a lots of food..." Michelle lalu diem.
"and it's not my birthday." jawab Brian.
"which is why he invited us. he wants us to eat all of the food he bought."
"silly papa Gates." komentar Zacky, ketawa kecil.


Ransul di telfon sama papa Gates untuk dateng kerumahnya, alasannya sama seperti yang Papa Gates bilang ke Michelle di telfon. Jadi, malam itu, Ransul dan Matt, beserta Ayunda dan Dea yang kebetulan masih dirumah Ransul, berangkat bareng menuju mansion De Papa Gates.

Begitu sampe dirumah Papa Gates, mereka segera berkumpul dengan yang lainnya. Ada Jason Berry segala. Yunda pun langsung nyamperin kekasihnya, Mr. Zacky V.
"so, girls," kata Jason ke Dea dan Ransul, "what are you doing this summer holiday?"
"uh, lemme see..." Ransul diem sebentar, "nothing, at all." lanjutnya.
"really?"
"positive."
"heeeey ladiieeeees..." tiba tiba Brian dateng trus merangkul mereka berdua.
"Syn, you smell like alcohol." komentar Ransul.
"and smoke." tambah Dea.
"well, i'm having too much fun..." mukanya setengah koplo.
"he's drunk." Matt tiba tiba muncul.
"liar..." Brian nunjuk Matt. Yang ditunjuk cuma ketawa kecil.


Zacky dan Yuncu lagi di basement-nya Papa Gates. Ngeliat beberapa mobil tua dan dua Harley punya Brian.
"i wanna know how it feels like to strip in this old car." kata Yunda, senderan di kaca mobilnya Papa Gates, sambil ngeliatin Zacky dengan muka nasty.
"well, let's do it, then..." tanpa banyak bicara, Zacky membuka pintu mobilnya Papa Gates, trus... you know what happen next.


Ransul lagi cuddling sama Matt di ruang tamu ketika tiba tiba Michelle dan Brian dateng.
"heeeey guys..." sapa Brian sambil merangkul Michelle, trus duduk di sofa di depan Matt dan Ransul.
"you guys looks so... cuddly." tambah Michelle.
"are you guys two drunk?" tanya Ransul, senderan di bahunya Matt sementara si mas ngerangkul dia.
"this dude is, i'm not." jawab Michelle.
"oh..." jawab Ransul singkat. Tiba tiba, dateng Valarie, Matt's ex- wife, yang sekarang jadi pembantu-nya Avenged Sevenfold. No, dia jadi merch girl. Bukan yang ngurusin, tapi yang jualin.
"Mich, i..." belom selesai ngomong, perhatiannya teralih ke Matt dan Ransul yang lagi duduk berdua disitu. "oh, hey, Matt," sapa Val ke Matt. "and you, home wrecker." katanya ke Ransul, sinis.
"hmm... 'sup, merch girl?" Ransul nyapa balik, mukanya santai. yang lain cuma diem, ngga mau ikutan. "oh wait, you're not in the merch business, you're just selling them."
"shut up, little slut." jawab Val.
"dude, watch your mouth." kata Matt.
"pff, right, you're so defending her now..." lagi lagi Val sinis.
"get over it, Val," Brian yang masih setengah mabok berbicara. "they've been together for a few years, and you both are so over." Ransul yang mendengar Brian cuma ngasih smirks ke Val.
"don't smirks me like that, beetch," Val nunjuk ke Ransul. "just because everyone's on your side doesn't mean you can act like that."
"well, obviously i can." jawab Ransul santai. "this man chose me over you..." dia meletakkan tangan kirinya di pundak kanan Matt. "what you wanna do?"
"you..." Val ngga nerusin, tapi langsung pergi dari situ.
"i'm so sorry about my twin sister, guys..." kata Michelle yang dari tadi diem aja. "she's still cant face the fact that she and you are over." katanya ngeliat ke Matt.
"it's okay...." Matt ngga komentar banyak. Tiba tiba Yunda sama Zacky nyamperin mereka, mukanya sumringah abis.
"guuuys!" teriak Zacky. mereka berempat langsung nengok ke arah suara.
"what?" tanya Brian.
"let's do a wild ride this summer!" jawabnya.
"a wild ride?" Dea tiba tiba nimbrung.
"with a Harley." sambung Yunda.
"dude, Zacky V doesn't dig Harley." kata Brian.
"no, but we can figure something out..." jawab Zacky. "but we gotta do this wild ride."
"well, that sounds like a good idea." Ransul nyautin. "i mean, we're all on holiday this summer."
"yea..." tambah Matt.
"kids!" Papa Gates nyamperin mereka.


"Papa Gaaaates!" Zacky nyapa balik, masih dengan muka girang.
"i found sperm all over my Bentley." kata Papa Gates
"uh..." Ayunda sama Zacky barengan. Yang lain pun ngeliatin mereka dengan muka "WTF?!"





TO BE CONTINUED...